Penguatan kapasitas akuntansi BUMDesa di Kabupaten Grobogan melalui kegiatan training of trainers
DOI:
https://doi.org/10.54957/pengmasku.v5i2.1765Keywords:
Digital Financial Management Tools, Financial Management Capacity Building, Financial Reporting Skills, Training of Trainers (ToT), Village-Owned EnterprisesAbstract
Program Training of Trainers (ToT) Akselerasi Peningkatan Kualitas SDM Pengelola Keuangan BUM Desa di Kabupaten Grobogan bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola keuangan dalam menyusun laporan sesuai Keputusan Menteri Desa PDTT No. 136/2022. Program ini memanfaatkan aplikasi Excel yang dikembangkan PKN STAN untuk mempermudah proses penyusunan laporan keuangan. Melalui pendekatan ToT, peserta yang telah dilatih diharapkan dapat mendampingi BUM Desa lainnya sehingga kompetensi meningkat secara merata di seluruh wilayah. Target program adalah 1.400 BUM Desa mahir menyusun laporan keuangan pada 2024. Pelaksanaan dimulai dengan analisis proses bisnis dan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Pelatihan utama berlangsung tiga hari dengan metode pre-test dan post-test. Dari 37 peserta, nilai rata-rata meningkat dari 56 menjadi 73. Pendampingan daring melalui Zoom dan WhatsApp juga diberikan untuk membantu praktik penyusunan laporan. Beberapa kendala teridentifikasi, seperti keterbatasan pemahaman akuntansi, kurangnya perangkat komputer, dan kesulitan penggunaan Excel. Oleh karena itu, pendampingan lanjutan diperlukan, termasuk melibatkan mahasiswa akuntansi sebagai pendamping. Program ini berpotensi direplikasi di wilayah lain guna memperkuat kapasitas pengelola BUM Desa di Indonesia.
References
Adedoyin, O. B., & Soykan, E. (2020). COVID-19 pandemic and online learning: the challenges and opportunities. Interactive Learning Environments, 1–13.
Barhoumi, C. (2015). The effectiveness of WhatsApp mobile learning activities guided by activity theory on students' knowledge management. Contemporary Educational Technology, 6(3), 221–238.
Biggs, J., & Tang, C. (2011). Teaching for Quality Learning at University. McGraw-Hill Education.
BPKP. (2021). Pedoman Penggunaan Aplikasi FORSA untuk Pengelolaan Keuangan Desa. Jakarta: Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Sage.
Dhawan, S. (2020). Online learning: A panacea in the time of COVID-19 crisis. Journal of Educational Technology Systems, 49(1), 5–22
Kementerian Desa PDTT. (2024). Data BUM Desa dan BUM Desa Bersama Tahun 2024. Jakarta: Kemendesa PDTT
Kolb, D. A. (2015). Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development. Pearson Education.
Mulyana, A. (2019). Implementasi akuntansi BUMDes dalam meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dana desa. Jurnal Akuntansi Publik, 11(2), 101–115.
Needles, B. E., & Powers, M. (2013). Financial Accounting. Cengage Learning
Nurhayati, E., & Setiawan, H. (2021). Infrastruktur teknologi informasi dan pengelolaan keuangan desa. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Daerah.
Prasetyo, A. (2020). Literasi akuntansi pengelola BUMDes dan implikasinya terhadap kualitas laporan keuangan desa. Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Purwanto, E., dkk. (2020). Efektivitas pelatihan daring di desa: hambatan dan peluang. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat.
Sari, D. (2023). Peran lembaga pelatihan swasta dalam peningkatan kapasitas pengelola BUMDes. Jurnal Pemberdayaan Desa, 5(2), 115–128
Sulistiawati, N., & Rahman, F. (2019). Peran fasilitator dalam program pemberdayaan masyarakat desa. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Wahyuni, R. (2022). Tantangan digitalisasi tata kelola desa di Indonesia. Jurnal Transformasi Digital Sektor Publik
Wibowo, P., & Nurhayati, E. (2022). Kolaborasi multi pihak dalam peningkatan akuntabilitas laporan keuangan BUMDes. Jurnal Akuntansi Publik, 14(1), 45–59.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Zef Arfiansyah, Agung Nugroho, Puji Wibowo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








