Evaluasi penggunaan obat antidiabetes pada pasien DMT II di RSU Kota Tangerang Selatan menggunakan metode ATC/DDD dan DU 90%
DOI:
https://doi.org/10.54957/ijhs.v5i6.1866Kata Kunci:
ATC/DDD, Diabetes, DU 90%, National FormularyAbstrak
Diabetes melitus adalah gangguan metabolisme kronis yang prevalensinya terus meningkat dari tahun ke tahun di setiap negara, khususnya pada penderita berada di negara berkembang termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat antidiabetes oral pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan tahun 2023. Desain studi yang digunakan adalah cross sectional dengan metode pengambilan data secara retrospektif. Studi dilakukan secara kuantitatif dengan metode Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose ATC/DDD dan kualitatif dengan menggunakan indikator DU 90% dan kesesuaian obat dengan Formularium Nasional untuk Fasilitas Kesehatan Tingkat 2. Berdasarkan hasil penelitian secara kuantitatif, total penggunaan obat antidiabetes oral adalah sebanyak 54,3431 DDD dengan obat yang paling banyak digunakan adalah gliquidone dengan nilai DDD sebesar 21,8124 dan nilai DDD/1000 pasien/hari yaitu 21,85. Sedangkan secara kualitatif, Drug Utilization 90% dengan pemanfaatan obat terbesar adalah gliquidone, gliclazid, sitagliptin dan metformin. Kesesuaian penggunaan obat antidiabetes oral dengan Formularium Nasional untuk Fasilitas Kesehatan Tingkat 2 sebesar 88,89%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan obat antidiabetes oral di RSU Kota Tangerang Selatan tahun 2023 belum sesuai dengan pedoman dan daftar obat pada Formularium Nasional, sehingga penggunaan obat yang rasional diharapkan dapat ditingkatkan kembali.
Referensi
Arania, R. (2021) ‘Hubungan Antara Usia, Jenis Kelamin, Dan Tingkat Pendidikan Dengan Kejadian Diabetes Mellitus Di Klinik Mardi Waluyo Lampung Tengah’, Jurnal Medika Malahayati, 5(3), pp. 146–153. Available at: https://doi.org/https://doi.org/10.33024/jmm.v5i3.
Dianna J Magliano (2021) Diabetes Facets and Figures | International Diabetes Federation, IDF. Available at: https://idf.org/about-diabetes/diabetes-facts-figures/ (Accessed: 6 March 2024).
Feingold, K.R. (2022) ‘Oral and injectable (non-insulin) pharmacological agents for the treatment of type 2 diabetes’, Endotext [Internet] [Preprint].
Hendra, G.A., Nugraha, D.P. and Krisdia, T.A. (2024) ‘Evaluation of Anti-diabetic Drugs using ATC/DDD and DU90% Methods in Diabetes Mellitus Patients’, Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal), 10(1), pp. 96–106. Available at: https://doi.org/10.22487/j24428744.2024.v10.i1.16624.
IDF (2021) IDF Diabetes Atlas. 10th edn. Edited by Edward J Boyko. Brussels: Scientific Research Publishing. Available at: https://diabetesatlas.org/atlas/tenth-edition/.
Irma Nur Oktavina, Sunarti and Galih Samodra (2024) ‘Analysis of Antidiabetic Drug Utilization at Cilacap Regional General Hospital in 2022 Using ATC/DDD and DU90% Methods’, Viva Medika: Jurnal Kesehatan, Kebidanan dan Keperawatan, 17(1 SE-Articles), pp. 83–88. Available at: https://doi.org/10.35960/vm.v17i1.1349.
Islam, Z., Rusdi, N.K. and Nurhasnah, N. (2019) ‘Analisis Perbedaan Pengobatan Diabetes Melitus Tipe Ii Pada Pasien Bpjs Dan Pasien Umum’, Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi, 14(2), p. 151. Available at: https://doi.org/10.12928/mf.v14i2.11240.
Kemenkes (2016) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di Rumah Sakit. Available at: https://peraturan.bpk.go.id/Details/114491/permenkes-no-72-tahun-2016.
KMK RI No. HK 01.07 Menkes (2023) ‘Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/2197/2023 Tentang Formularium Nasional’. Jakarta, pp. 130–131. Available at: https://e-fornas.kemkes.go.id/download.php.
Pitasari, N.W.N., Andayani, T.M. and Wijayanti, T. (2022) ‘Evaluation of the Use of Antidiabetic Drugs in Patients of Back-Referral Program at the Demak District Pharmacy’, JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice), 12(2), p. 125. Available at: https://doi.org/10.22146/jmpf.73841.
Riskesdas (2018) Hasil Riset Kesehatan Dasar.
Siahaan, M.F. et al. (2023) ‘RISK FACTORS FOR DIABETES MELLITUS IN MEN OF PRODUCTIVE AGE IN INDIA (NATIONAL FAMILY HEALTH SURVEY 2015-2016)’, Jurnal Biometrika dan Kependudukan, 12(1), pp. 22–31. Available at: https://doi.org/10.20473/jbk.v12i1.2023.22-31.
Surjantoro, D. (2023) Siaran Pers: Pulih Kuat dari Pandemi, Indonesia Kembali Naik Menjadi Kelas Menengah Atas, Kemenkeu. Available at: https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/siaran-pers/Pulih-Kuat-dari-Pandemi,-Indonesia-Kembali-Naik (Accessed: 6 March 2024).
WHO (2023) Noncommunicable diseases, World Health Organization. Available at: https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/noncommunicable-diseases (Accessed: 6 March 2024).
WHO (2024) Guidelines for ATC classification and DDD assignment. 27th edn. Oslo. Available at: https://atcddd.fhi.no/atc_ddd_index_
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Laras Tri Saputri, Erwin Aji Saputra, Gina Aulia, Nur Afni Syariah Nasar, Intan Tsamrotul Fu'adah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.








