Tingkat Pengetahuan Manfaat Tanaman Sirih Cina (Paperomia pellucida L. kunth) Sebagai Antiinflamasi Di Salah Satu Wilayah Kelurahan Cakung Barat

Penulis

  • Syiffa Fauziah Politeknik Kesehatan Hermina
  • Varda Arianti Politeknik Kesehatan Hermina

DOI:

https://doi.org/10.54957/ijhs.v3i2a.479

Kata Kunci:

Antiinflamasi, Pengetahuan, Sirih Cina

Abstrak

Latar Belakang : Sirih Cina (Paperomia pellucida L. Kunth) sering dianggap sebagai gulma atau tanaman pengganggu kebanyakan tanaman ini hanya dibuang. Inflamasi adalah suatu respon protektif setempat yang ditimbulkan oleh kerusakan pada jaringan yang disebabkan oleh trauma fisik, zat kimia yang merusak, atau zat mikrobiologik. Tujuan : untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan manfaat tanaman Sirih Cina (Paperomia pellucida L. Kunth) sebagai antiinflamasi di salah satu wilayah Kelurahan Cakung Barat. Metode : kualitatif untuk memperoleh data, peneliti melakukan studi lapang dengan menggunakan dokumentasi dan angket (kuesioner) dan untuk penelitian ini menggunakan hasil data berbentuk persentase dengan menggunakan rumus skoring guttman. Hasil : diperoleh berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan manfaat tanaman Sirih Cina (Paperomia pellucida L. Kunth) Sebagai Antiinflamasi di RT 02 RW 08, Kelurahan Cakung Barat responden  dengan kategori baik sebanyak 82%. Kesimpulan : masyarakat RT 02 RW 08 mengetahuai manfaat tanaman Sirih Cina sebagai antiinflamasi.

Referensi

Agustina, R., Indrawati, D. T., & Masruhin, M. A. (2015). Aktivitas ekstrak daun salam. Laboratorium Penelitian Dan Pengembangan Farmaka Tropis Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, 120–123.

Amarathunga, A. A. M. D. D. N., & Kankanamge, S. U. (2017). a Review on Pharmacognostic, Phytochemical and Ethnopharmacological Findings of Peperomia Pellucida (L.) Kunth: Pepper Elder. International Research Journal of Pharmacy, 8(11), 16–23.

Andriani, L., Monica, T., & Lubis, N. I. (2022). Pemanfaatan Tanaman Herbal (Sirih Cina, Jahe, dan Kayu Manis) Melalui Kegiatan KKN di RT 03 Kelurahan Suka Karya Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 2(2), 465–472.

Fitriyani, A., Winarti, L., Muslichah, S., & Nuri. (2011). Uji Antiinflamasi Ekstrak Metanol Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav ) pada Tikus Putih. Majalah Obat Tradisional, 16(1), 34–42.

Gitawati, R., & Handayani, R. S. (2008). Profil Konsumen Obat Tradisional Terhadap Ketanggapan Akan Adanya Efek Samping Obat Tradisional. In Buletin Penelitian Sistem Kesehatan (Vol. 11, Issue 3, pp. 283–288).

Hariana. (2013). 262 tumbuhan obat & khasiatnya / Arief Hariana.

Harmanto N, S. M. (2007). Pilih jamu dan herbal tanpa efek samping. Elex Media Komputindo.

Karomah, S. (2019). Uji Ekstrak Tumbuhan Sirih Cina (Peperomia pellucida L.) Sebagai Antibakteri Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Dan Staphylococcus epidermidis.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Formularium Obat Herbal Asli Indonesia.

Putri, A. yustikka. (2021). Uji Aktivitas Dan Efektivitas Antibakteri Ekstrak Dan Fraksinasi Herba Sirih Cina (Peperomia pellucida L. Kunth) Terhadap Staphylococcus aureus.

Rustam Erlina, D. (2007). Efek Antiinflamasi Ekstrak Etanol Kunyit (Curcuma domestica Val.) Jantan Galur Wistar. 12.

Ulu, M., Lahat, K., & Data, P. (2011). Studi Etnofitomedika di Desa Lawang Agung Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat Sumatera Selatan. 14(D), 42–46.

Unduhan

Diterbitkan

12-10-2023

Cara Mengutip

Fauziah, S., & Arianti, V. (2023). Tingkat Pengetahuan Manfaat Tanaman Sirih Cina (Paperomia pellucida L. kunth) Sebagai Antiinflamasi Di Salah Satu Wilayah Kelurahan Cakung Barat. Indonesian Journal of Health Science, 3(2a), 348–354. https://doi.org/10.54957/ijhs.v3i2a.479