Pengaruh Pemberian Infusa Daun Pandan Wangi (Pandanus Ammarylifolius) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Pada Mencit (Mus Muculus)
DOI:
https://doi.org/10.54957/ijhs.v4i1.518Kata Kunci:
Antidiabetes, Infusa, Tanaman Daun Pandan WangiAbstrak
Pandan Wangi leaves (Pandanus ammaryllifolius) is a native Indonesian plant originating from Bangka and widely distributed in Southeast Asia. Fragrant pandan leaves (Pandanus ammaryllifolius) have chemical constituents including alkaloids, saponins, flavonoids, tannins, polyphenols, and dyes. Each of these chemical compounds can help lower blood glucose levels in the body. This study aims to determine the effectiveness of Pandanus ammaryllifolius leaf extract in reducing blood glucose levels in mice. Induction of hyperglycemia was carried out by administering a 50 gram glucose solution to male mice (Mus Musculus). This study used the extraction method and diabetes level reduction test using fragrant pandan leaf infusion (Pandanus ammarylifolius). Mice were divided into 5 experimental groups consisting of 3 treatment groups (F1, F2 and F3) and 2 control groups (K+ and K-). The dose used was the F1 dose of 0.3 ml/30 gram BW/day, the F2 dose was 0.6 ml/30 gram BW/day and the F3 dose was 0.9 ml/30 gram BW/day, while the K+ group used 5 mg glibenclamide and K- used aqua injection. The results showed that at a dose of 0.3 ml/30 grams BW/day, the average diabetes level was quite high, namely 156.8 mg/dL, at a dose of 0.6 ml/30 grams BW/day it decreased by 155.2 mg/dL and at a dose of 0.9 ml/30 grams BW/day decreased with a low average of 165.2 mg/dL. However, a dose of 0.9 ml/30 grams BW/day was the best dose because it was able to reduce diabetes levels quickly on the 14th day normal.
Tanaman Daun Pandan wangi (Pandanus ammaryllifolius) adalah tanaman asli Indonesia yang berasal dari Bangka dan tersebar luas di daerah Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui apakah efektivitas ekstrak daun pandan wangi (Pandanus ammaryllifolius) dalam menurunkan kadar gula darah pada mencit dan Untuk mengetahui apakah larutan gula dapat meningkatkan kadar glukosa darah pada mencit. Induksi hiperglikemia dilakukan dengan pemberian larutan gula dengan 50 gram pada mencit jantan (Mus Musculus). penelitian ini menggunakan metode ekstraksi dan uji penurunan kadar diabetes menggunakan infusa daun pandan wangi (pandanus ammarylifolius). Mencit dibagi menjadi 5 kelompok percobaan yang terdiri dari 3 kelompok perlakuan (F1, F2 Dan F3) dan 2 kelompok kontrol (K+ dan K-). Dosis yang digunakan dosis F1 0,3ml/30gram BB/hari, dosis F2 0,6ml/30gram BB/hari dan dosis F3 0,9ml/30gram BB/hari, sedangkan pada kelompok K+ menggunakan glibenclamid 5mg dan K- menggunakan aqua injeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 0,3ml/30gram BB/hari terjadi rata-rata kadar diabetes yang cukup tinggi yaitu 156,8 mg/dL, pada dosis 0,6ml/30gram BB/hari mengalami penurunan 155,2 mg/dL dan pada dosis 0,9ml/30gram BB/hari terjadi penurunan dengan ratarata rendah yaitu 165,2 mg/dL, Namun dosis 0,9ml/30gram BB/hari merupakan dosis yang terbaik karena mampu menurunkan kadar diabetes dengan cepat pada hari ke 14 sudah mencapai kadar normal.
Referensi
Anjani, R. S. (2022). Pengembangan Produk Sediaan Salep Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) Sebagai Antibakteri Penyebab JerawatStaphylococcus epidermidis. https://repository.unugiri.ac.id/id/eprint/1453/
Carin, A. A., Sund, R. ., & Lahkar, B. K. (2018). Ekstrak Bonggol Nanas (Ananas Comusus L.) Sebagai Antidiabetes Pada Tikus Yang Diinduksi Aloksan. In A. A. Carin (Ed.), Journal of Controlled Release (Vol. 11, Issue 2).
Corwin,E.J., 2019. Buku Saku Patofisiologi. Edisi 3. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC, Halaman 629.
D’Adamo, E. and Caprio, S. (2011) ‘Type 2 diabetes in youth: epidemiology and pathophysiology.’, Diabetes care. American Diabetes Association, 34 Suppl 2(Suppl 2), pp. S161-5. doi: 10.2337/dc11-s212.
Guyton,A.C., dan Hall,J.E., 2017. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 11. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Katzung, B.G., 2012, Farmakologi Dasar Dan Klinik , Edisi III, 693-694, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
Kahn, S. E., Cooper, M. E. and Del Prato, S. (2014) ‘Pathophysiology and treatment of type 2 diabetes: perspectives on the past, present, and future’, The Lancet, 383(9922), pp. 1068–1083. doi: 10.1016/S0140-6736(13)62154-6
Mulyana, C., -, R., & Suryaningsih, S. (2018). Pengaruh Pemberian Infusa Daun Katuk (Sauropus Androgynus (L.) Merr.) Terhadap Kadar Trigliserida Serum Darah Kambing Kacang Jantan LokaL. Jurnal Medika Veterinaria, 7(2), 31–37. https://doi.org/10.21157/j.med.vet..v7i2.2951
Murray, Robert K, Granner, Darly K & Rodwell, Victor W. (2019) Biokimia Harper (Harper’s Illutrated Biochemistry) Edisi 27.
Ndraha, S. (2014) ‘Diabetes Melitus Tipe 2 Dan Tatalaksana Terkini’, 27(2), pp. 9–16.
Ozougwu et al. 2013. The pathogenesis and pathophysiology of type 1 and type 2 diabetes mellitus. Journal of Physiology and Pathophysiology. vol. 4(4): 6-14. doi: 10.5897/JPAP2013.0001 ISSN 2I41-260X.
Ryan, Cooper, & Tauer. (2019). Daun Pandan Wangi (Pandanus ammaryllifolius). Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents, 12–26.
Sartika, N.H. 2019. Kadar HbA1c pada pasien wanita penderita diabetes mellitus tipe 2 di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya. Borneo Journal Of Medical Laboratory Technology. vol. 2(1): 97-101.
Sihotang, H.T. 2017. Perancangan aplikasi sistem pakar diagnosa diabetes dengan metode Bayes. Jurnal Mantik Penusa. vol. 1(1): 36-41.
Soelistijo et al. 2015, “Diabetes Melitus Tipe 2”, dalam Jurnal Majority volume 4 nomor 5.
Suryadi. (2018). BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius). 7–23.
Tandra, H. (2017) Segala Sesuatu yang Harus Anda Ketahui Tentang Diabetes - Hans Tandra- Google Buku. Available at: https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=espGDwAAQBAJ&oi=fn d&pg=PP1&dq=pengertian+diabetes+menurut+idf&ots=VsK8oZmJg4&si g=BCsKUoUDCNDE6NAx5JmkneRf1Y&redir_esc=y#v=onepage&q=pe ngertian diabetes menurut idf&f=false (Accessed: 18 August 2018).
Tjay. H.T Dan Rahardja, Kirana. 2013, Obat-Obat Penting. Jakarta: Elex Media Kompitundo.
Tjokoprawiro, A., 2016. Hidup Sehat Dan Bahagia Bersama Diabetes Mellitus. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Whitney G.G., F. D. R., Yüksel Bozkurt, A. E., & Whitney G.G., F. D. R. (2018). Sediaan Infusa Bab II. Ph.D. Thesis, Central-South University of Technology, China, 76(3), 61–64.
World Health Organization (2016) ‘Global report on diabetes.’, World Health Organization, 58(12), pp. 1–88. doi: 10.1128/AAC.03728-14.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Erika Febrianti

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.







