Formulasi Dan Uji Efektivitas Aantipiretik Sediaan Teh Herbal Kombinasi Rimpang Sereh (Cymbopogon citratus) Dan Daun Kemangi (Ocimum basilicum) Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus musculus)

Penulis

  • Puji Aning Nur Nadhifah Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojoneogo

DOI:

https://doi.org/10.54957/ijhs.v4i2.523

Kata Kunci:

Antipiretik, Rimpang sereh dan daun kemangi, Teh herbal

Abstrak

Penelitian ini memanfaatkan rimpang sereh dan daun kemangi yang dibuat dalam bentuk sediaan teh herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan kandungan senyawa metabolit sekunder sediaan teh herbal kombinasi rimpang sereh (Cymbopogon citratus)  dan daun kemangi (Ocimum basilicum), mengetahui hasil evaluasi sediaan, serta mengetahui efektivitas antipiretiknya. Metode yang digunakan untuk menentukan kandungan metabolit sekunder adalah uji skrining fitokimia, evaluasi sediaan yang dilakukan adalah uji organoleptis dan uji pH, serta metode untuk uji antipiretik yaitu menggunakan hewan mencit yang diberikan pepton sebagai penginduksi demamnya. Hasil yang diperoleh yaitu sediaan teh herbal dibuat dalam 3 formulasi, memiliki kandungan metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, saponin, dan juga polifenol, hasil pH yang diperoleh yaitu 6 pada formulasi 1 dan 2, pada formulasi 3 yaitu 5. Hasil uji antipiretik sediaan teh herbal positif dapat menurunkan demam. Kesimpulannya adalah formulasi sediaan teh herbal kombinasi rimpang sereh (Cymbopogon citratus) dan daun kemangi (Ocimum basilicum) dibuat dengan berbagai perbandingan yaitu F1 0,30:1,70, F2 1,70: 0,30, dan F3 1:1. Kandungan metabolit sekunder yang terkandung didalam sediaan tersebut adalah alkaloid, flavonoid, saponin, dan plifenol. Hasil evaluasi pada ketiga formulasi sama-sama memiliki rasa pedas khas dan berbentuk serbuk kasar.  formulasi satu memiliki karakteristik warna hijau tua, dan bau khas daun kemangi. pH yang diperoleh pada formulasi 1 dan 2 adalah 6 sedangkan pada formulasi 3 adalah 5. Sediaan teh herbal kombinasi rimpang sereh (Cymbopogon citratus)  dan daun kemangi (Ocimum basilicum) memiliki kemampuan sebagai antipiretik, formulasi terbaik sebagai antipiretik terdapat pada formulasi satu.

Referensi

Achmad Ali Fikri, Syamsul Arifin, M. F. F. (2022). The Role of Parents in The Introduction of Digital Literacy in Early Children, 2(8.5.2017), 2003–2005.

Adiguna, P., & Santoso, O. (2017). Pada Berbagai Konsentrasi Terhadap Viabilitas. 6(4), 1543–1550.

Adnyana, I. G. S., Sumiartha, K., & Sudiarta, I. P. (2012). Efikasi Pestisida Nabati Minyak Atsiri Tanaman Tropis terhadap Mortalitas Ulat Bulu Gempinis. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 1(1), 1–11. http://ojs.unud.ac.id/index.php/JAT

Agustina, S., Ruslan, R., & Wiraningtyas, A. (2016). Skrining Fitokimia Tanaman Obat Di Kabupaten Bima. Cakra Kimia (Indonesian E-Journal Of Applied Chemistry), 4(1), 71– 76.

Amelia, E. K. (2022). Review Artikel: Tanaman Obat Yang Memiliki Aktivitas Antipiretik Secara in Vivo. Jurnal Farmasetis, 11(1), 67–76.

Anjani, R. S. (2022). Pengembangan Produk Sediaan Salep Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Sebagai Antibakteri Penyebab Jerawat Staphylococcus epidermidis. https://repository.unugiri.ac.id/id/eprint/1453/

Ardika Sari, C. M., Andriani, D., & Wahyudi, D. (2020). Optimasi kombinasi HPMC dan carbopol dalam formula sediaan gel hand sanitizer ekstrak etanol biji pepaya (Carica papaya L.) serta uji aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli. Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 3(2), 241–252. https://doi.org/10.36387/jifi.v3i2.563

Ariana, R. (2016). Upaya mengembangkan kemampuan kognitif anak dalam mengenal bentuk geometri melalui menggambar bentuk diPAUD. 1–23.

Ayu Prahasti, E., & Hidajati, N. (2019). Uji Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Etanol Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L.) Dan Kayu Manis (Cinnamomum Burmanni Nees Ex Bl.). Unesa Journal Of Chemistry, 8(2).

Biologi, J., Matematika, F., Ilmu, D. A. N., Alam, P., & Hasanuddin, U. (2013).

Brier, J., & lia dwi jayanti. (2020). Penerapan Metode Certainty Factor Dalam Mendiagnosa Penyakit PES. 21(1), 1–9. http://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/JKM/article/view/2203

World Health Organization; London School of Hygiene and Tropical Medicine. (2017). BMC Public Health, 5(1), 1–8. https://ejournal.poltektegal.ac.id/index.php/siklus/article/view/298%0Ahttp://repositorio.unan.edu.ni/2986/1/5624.pdf%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.jana.2015.10.005%0Ahttp://www.biomedcentral.com/1471-2458/12/58%0Ahttp://ovidsp.ovid.com/ovidweb.cgi?T=JS&P

Yuliastuti, D. (2022). Formulasi dan Evaluasi Sediaan Serbuk Instan Kombinasi Jahe Emprit (Zingiber officinale Rosc var. amarum) DAN SECANG (Caesalpinia sappan L.). Jurnal Jamu Kusuma, 2(2), 76–82. https://doi.org/10.37341/jurnaljamukusuma.v2i2.45

Unduhan

Diterbitkan

01-04-2024

Cara Mengutip

Nadhifah, P. A. N. (2024). Formulasi Dan Uji Efektivitas Aantipiretik Sediaan Teh Herbal Kombinasi Rimpang Sereh (Cymbopogon citratus) Dan Daun Kemangi (Ocimum basilicum) Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus musculus). Indonesian Journal of Health Science, 4(2), 122–129. https://doi.org/10.54957/ijhs.v4i2.523

Terbitan

Bagian

Articles