Formulasi Dan Uji Anti-Aging Krim Ekstrak Etanol Daun Jelatang (Urtica dioica L.)

Penulis

  • Rinda Septi Putri Widiyawati Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro
  • Akhmad Albari Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro
  • Abdul Basith Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro

DOI:

https://doi.org/10.54957/ijhs.v3i2a.537

Kata Kunci:

Anti-aging, Ekstrak etanol daun jelatang (Urtica dioica L.), Krim anti-aging

Abstrak

Daun jelatang merupakan semak asli Eropa utara dan Asia. Daun jelatang memuat karoten, vitamin C, senyawa polisakarida, dan flavonoid, quercetin, beta-sitosterol dan kaempferol. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pembuatan krim anti-aging dengan pemanfaatan ekstrak etanol daun jelatang dan mengetahui konsentrasi terbaik dari krim ekstrak etanol daun jelatang yang memiliki pengaruh anti-aging. Jenis penelitian yang dilakukan adalah percobaan kuantitatif dengan desain true experimental dan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel yang digunakan pada penelitian kali ini adalah tanaman daun jelatang (Urtica dioica L.) dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan krim enstrak etanol daun jelatang (Urtica dioica L.) dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15% menghasilkan sediaan krim yang memiliki warna, aroma, rasa serta tekstur yang baik dan memenuhi standart SNI. pH sediaan krim berkisar 5-6, dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Hasil uji one- way anova pada kadar air (Moisturizer), pori (Pore), noda (Spot) dan keriput (Wrinkle) menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan antar formula. Kesimpulan dari penelitian ini Ekstrak etanol daun jelatang (Urtica dioica L.) dapat diformulasikan sebagai sediaan krim yang homogen dengan pH 5 , daya sebar 5 cm , daya lekat 8,62 detik, yang memenuhi standart SNI dan tidak menimbulkan iritasi pada kulit dan setabil pada penyimpanan selama 14 hari serta mampu memberikan efek anti-aging terhadap sukarelawan.

Referensi

Aramo. (2012). Skin and Hair Diagnostic System. Sugnam: Aram Huvis Korea Ltd. Halaman 10-10

Erwiyani, A. R., Rizky Wulandini, R. P., Zakinah, T. D., & Sunnah, I. (2022). Formulasi dan Evaluasi Bedak Tabur Daging Labu Kuning (Cucurbita maxima D.). Majalah Farmasetika, 7(4), 314. https://doi.org/10.24198/mfarmasetika.v7i4.39149

Gurning, V. R. (2018). Formulasi Dan Uji Anti_aging Dari Sediaan Masker Pee L-Off Yang Mengandung Ekstrak Kulit Buah Markisa Ungu (Passiflora edulis Sims.). Universitas Sumatera Utara.

Maimunah, S., Nasution, Z., Farmasi, F., Sari, U., & Indonesia, M. (2020). Pemanfaatan Ekstrak Daun Urtica Dioica L. Sebagai Anti-Aging Alami Dalam Sediaan Krim. Jurnal Penelitian Saintek, 25(2), 124–134.

Pareetha, J. P., & Karthika, K. (2009). Cosmeceuticals-an evolution. Interna_tional Journal of ChemTech Resea. 1(4), 1217–1223.

Saad, B., & Said, O. (2011). Greco-Arab and Islamic herbal medicine: Traditional system, ethics, safety, effi cacy, and regulatory issues.

Septiannisa, M. (2020). Pembuatan Dan Penentuan Nilai Spf (Sun Protecting Factor) Sediaan Krim Tabir Surya Dari Limbah Sisik Ikan Bandeng (Chanos chanos). Tegal. Politeknik Harapan Bersama Tegal.

Shailajan, S., Hande, H., Singh, D., & T., & B. (2014). Estimation of ursolic acid from Urtica dioica L. using validated HPTLC method. Journal of Applied Pharmaceutical Science, 4(5), 92.

Tilaar, M. (2007). Maximize Your Beauty. PT. Creative Stylemandiri.

Zeipina, S., Alsina, I., & Lepse, L. (2014). Stinging nettle-the source of biologically active compounds as sustainable daily diet supplement. Research for Rural Development,. 34–38.

Unduhan

Diterbitkan

15-10-2023

Cara Mengutip

Widiyawati, R. S. P. ., Albari, A., & Basith, A. (2023). Formulasi Dan Uji Anti-Aging Krim Ekstrak Etanol Daun Jelatang (Urtica dioica L.). Indonesian Journal of Health Science, 3(2a), 365–373. https://doi.org/10.54957/ijhs.v3i2a.537