Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Di Sekitaran PT. Perindo Unit Dagho Melalui Pembentukan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)
DOI:
https://doi.org/10.54957/pengmasku.v2i1.199Keywords:
Bakso ikan, Dagho, PKM, UMKMAbstract
Dagho Village is the center of fisheries industrialization in the Sangihe Islands, North Sulawesi. The only village that has a Coastal Fishery Port and a fishing industry is PT. Perindo Unit Dagho. The people of Kampung Dagho who live around PT. Perindo Unit Dagho especially fishermen's wives who do not have the ability to process fishery products and cannot generate money to help improve the welfare of their families. In general, they do not have more expertise in terms of skills in utilizing abundant fishery products. In Dagho Village, there are no Micro, Small and Medium Enterprises or similar businesses, both those engaged in agriculture, animal husbandry and fisheries. Small businesses in the village can be done by providing guidance and training to the village community and helping distribute products in the village. The method used in this research is a qualitative descriptive method with a series of stages arranged systematically. The stages are Research and Development, preliminary survey and Focus Group Discussion, problem identification, Kampung Dagho is a central industrialization, needs analysis, Target Audience Determination, Implementation Phase, and Program Evaluation. This activity was carried out at the Dagho Village Hall, Tamako District. The activity begins with a field survey for the stage of preparing a work plan, activity time and targets. In this activity, partners are given motivation to be able to carry out entrepreneurial activities so that they can increase group and individual income. The activity team from the State Polytechnic of North Nusa Tenggara provided material related to marketing strategies in selling products to the local market. flying fish.
Kampung Dagho merupakan sentral industrialisasi perikanan yang ada di Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara. Satu-satunya Kampung yang memiliki Pelabuhan Perikanan Pantai dan Industri perikanan yaitu PT. Perindo Unit Dagho. Masyarakan Kampung Dagho yang bermukim di seputaran PT. Perindo Unit Dagho khususnya istri-istri nelayan yang tidak memiliki kemampuan dalam melakukan pengolahan hasil perikanan dan tidak dapat menghasilkan uang guna membatu mensejahterakan keluarganya. Umumya mereka tidak memiliki keahliah yang lebih dari segi kertanpilan dalam memanfaatkan produk hasil perikanan yang melimpah. Di Kampung Dagho belum adanya Usaha Mikro Kecil Menengah ataupun usaha sejenisnya, baik yang bergerak dalam bidang pertanian, peternakan maupun perikanan. Usaha kecil diperkampungan bisa dilakukan dengan memberikan bimbingan dan pelatihan kepada masyarakat kampung dan membantu mendistribusikan produk di perkampungan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan sebuah rangkaian tahapan yang disusun secara sistematis. Tahapnya adalah Research and Development, survey pendahuluan dan Focus Group Discussion, identifikasi masalah, Kampung Dagho merupakan merupakan central industrialisasi, analisis kebutuhan, Penetapan Khalayak Sasaran, Tahap Pelaksanaan, dan Evaluasi Program. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Kampung Dagho Kecamatan Tamako. Kegiatan diawali dengan survei lapangan untuk tahap penyusunan rencana kerja, waktu kegiatan dan sasaran. Pada kegiatan ini mitra diberikan motivasi untuk dapat melakukan kegiatan berwirausaha sehingga dapat meningkatkan pendapatan kelompok hingga perorangan. Tim kegiatan dari Politeknik Negeri Nusa Utara memberikan materi terkait strategi pemasaran dalam menjual produk ke pasar lokal. Berdasarkan hasil yang telah dicapai dalam kegiatan Program Kemitraan Masyarakat Stimulus dapat disimpulkan bahwa di Kampong Dagho terbentuk satu UMKM baru yang bergerak dalam bidang pengolahan hasil perikanan khususnya produk bakso ikan layang.
References
Elliyanti, A., Pertiwi, D., Widya Murni, A., Dia Rofinda, Z., Yerizel, E., Nurhajjah, S., & Sy dan Elizabeth Bahar, E. (2019). Lanjut Usia Di Nagari Sumaniak. In Jurnal Hilirisasi IPTEKS (Vol. 2, Issue 1).
Haluan, J., Wiyono, E. S., & Supriyadi, R. (2016). Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Perikanan Tangkap Dalam Rangka Pengembangan Industrialisasi Perikanan Laut. Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management, 3(2), 123. https://doi.org/10.29244/jmf.3.2.123-128
Indah, I. N., & Yulianto, L. (2011). Pembuatan Website Sebagai Sarana Promosi Produk Kelompok Pidra Desa Gawang Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan. Journal Speed – Sentra Penelitian Engineering Dan Edukasi, 3(4), 30–33.
Kahiking, T., Ansar, N. M. S., & Cahyono, E. (2020). Nilai Organoleptik Bakso Ikan Layang (Decapterus russelli), Ikan Kuniran (Upeneus moluccensis) Dan Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Ilmiah Tindalung, 6(2), 67–72. https://doi.org/10.54484/jit.v6i2.301
Prasetyo, I. (2010). Teknik Analisis Data Dalam Research And Development.
Purnaningsih, N., Mawasti, T., & Saraswati, Y. (2017). Analisis Kebutuhan Pendampingan dan Kompetensi Pendamping Pelaku Usaha Industri Jamu. Jurnal Jamu Indonesia, 2(2), 68–85. https://doi.org/10.29244/jji.v2i2.34
Ridwan, I. R. (2016). Dampak Industri Terhadap Lingkungan Dan Sosial. Jurnal Geografi Gea, 7(2). https://doi.org/10.17509/gea.v7i2.1716
Santoso, A., Ika Sulistyawati, A., & Setyo Wahdi, N. (2021). Pemberdayaan Ukm Melalui Penyuluhan Penetapan Harga Jual Produk. http://journal.stie-yppi.ac.id/index.php/bam
Triyanto, W. A. (2014). Association Rule Mining Untuk Penentuan Rekomendasi Promosi Produk. Jurnal Simetris, 5.
Wodi, S. I. M., Cahyono, E., & Kota, N. (2019). Analisis Mutu Bakso Ikan Home Industri dan Komersil Di Babakan Raya Bogor. Jurnal FishtecH, 8(1), 7–11. https://doi.org/10.36706/fishtech.v8i1.7912.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Eko Cahyono, Stevy Imelda Murniati Wodi, Wendy Alexander Tanod, Novalina Maya Sari Ansar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








