Reviewing the implementation of the voluntary disclosure program as a database provider in exploring the potential of income tax article 25/29 for high-wealth individuals
Case Study: KPP Madya Dua Medan
DOI:
https://doi.org/10.54957/educoretax.v4i11.1216Kata Kunci:
Extracting Potensial, High Wealth Individual, Income Tax, Individual Taxpayers, Voluntary Disclosure ProgramAbstrak
This research is conducted to determine the role of the Voluntary Disclosure Program (PPS) in providing a database to the Directorate General of Taxes in extracting the potential of Income Tax Article 25/29 on Individual Taxpayers with the High Wealth Individual (HWI) category. This study also aims to determine the condition of income tax Article 25/29 of Individuals at KPP Madya Dua Medan and the obstacles in the application of PPS in extracting the potential of Income Tax Article 25/29 of Individuals. The method used in this research is qualitative method by conducting interviews, documentation and literature study. Interviews were conducted with employees of the Directorate General of Taxes and academics. Documentation is done on the data provided by KPP Madya Dua Medan. The reference sources used were obtained from journal provider platforms on the internet. The results of this study indicate that PPS can provide a database for the activities of extracting the potential of ITA 25/29 of HWI WPOP. The obstacles to the use of PPS data are the misalignment of information on the use of data between the DGT head office unit and the vertical unit, the communication between tax officers and taxpayers, the exploration of the potential of HWI which is still partial, and the tax planning of HWI taxpayers.
Referensi
Akbar, T., & Irwandi, S. A. (2014). Partisipasi penetapan tujuan perusahaan sebagai variabel prediktor terhadap kinerja manajerial. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 5(2), 170–344.
Agnes, A. F., Wijaya, S. A., & Faizi. (2021). Literature review: Analisis peran pajak sebagai upaya perwujudan pembangunan nasional. Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Bisnis Digital, Ekonomi Kreatif, dan Entrepreneur, 84, 1–15.
Akhmadi, M. H. (2017). Determinan keberhasilan e-filing pajak di Indonesia: Studi kasus Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Tamansari Dua. Jurnal Pajak Indonesia.
Ardianti, K. A. (2023, Maret 28). Pengertian pajak penghasilan. Pajakku. https://www.pajakku.com/read/5da034e6b01c4b456747b723/Pengertian-Pajak-Penghasilan
Ardin, A., Adiningsih, C., Sofyan, D., & Irawan, F. (2022). Tinjauan hukum administrasi negara terhadap kepatuhan wajib pajak dalam program pengungkapan sukarela. Journal of Law, Administration, and Social Science, 2(1), 35.
Asqolani. (2020). Perpajakan II. Politeknik Keuangan Negara STAN.
Astuti, E. W., & Abbas, Y. (2023). Pemanfaatan AEOI untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak high-wealth individual dalam program pengungkapan sukarela. Owner: Riset & Jurnal Akuntansi, 7(3), 2993–3000.
Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2022, Juli 11). Latar belakang PPS. Kemenkeu Learning Center. https://klc2.kemenkeu.go.id/kms/knowledge/latar-belakang-pps-pajak-video-1-91603221/detail
Basri, M. C., Felix, M., Hanna, R., & Olken, B. A. (2019). Tax administration vs. tax rates: Evidence from corporate taxation in Indonesia. NBER Working Paper Series, 2.
Curry, B., & Adams, M. (2023, September 6). HNWI: High-net-worth individuals. Forbes Advisor. https://www.forbes.com/advisor/investing/financial-advisor/high-net-worth-individual-hnwi/
Darussalam. (2019, Desember 26). Konsep penghasilan dalam konteks pajak. DDTC. https://news.ddtc.co.id/konsep-penghasilan-dalam-konteks-pajak-18208
Direktorat Jenderal Pajak. (2023). Laporan kinerja tahun 2023. Direktorat Jenderal Pajak.
Direktorat Jenderal Pajak. (2022, Juni 30). Program pengungkapan sukarela. pajak.go.id. https://www.pajak.go.id/pps
Fitriya. (2023, Desember 23). Pajak subjektif. Klikpajak. https://klikpajak.id/blog/pajak-subjektif/
Haryadi, D., Leon, H., & Ricky. (2023). Pengenalan program pengungkapan sukarela terkait harmonisasi peraturan perpajakan. PaKMas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat), 3(2), 135.
Hayes, A. (2023, Juni 1). High-net-worth individual (HNWI): Criteria and example. Investopedia. https://www-investopedia-com.translate.goog/terms/h/hnwi.asp?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc
Kerr, E. (2022, Februari 23). High-net-worth individual (HNWI): Why the designation matters. U.S. News. https://money.usnews.com/money/personal-finance/family-finance/articles/high-net-worth-individual-hnwi-why-the-designation-matters
Laicha, S., Astuti, E., & Darono, A. (2016). Implementasi kebijakan benchmark behavioral model dalam pengawasan dan pemeriksaan pajak. Jurnal Perpajakan (JEJAK), 8(1), 3–10.
Lubis, A. S. (2015, Februari 5). Pengelolaan sumber penerimaan pajak sebagai sumber pendanaan utama dalam pembangunan. BPPK Kemenkeu. https://bppk.kemenkeu.go.id/balai-diklat-keuangan-malang/berita/pengelolaan-sumber-penerimaan-pajak-sebagai-sumber-pendanaan-utama-dalam-pembangunan-706082
Pemerintah Republik Indonesia. (2023). Laporan keuangan pemerintah pusat tahun 2023.
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 184/PMK.01/2020 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 210/PMK.01/2017 tentang organisasi dan tata kerja instansi vertikal Direktorat Jenderal Pajak.
Pranoto, A. T. (2016). Reformasi birokrasi perpajakan sebagai usaha peningkatan pendapatan negara dari sektor pajak. Yustisia, 5(2), 3.
Purnomo, J. (2017). Teknik dan metode analisis penghasilan dan biaya. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pajak.
Quickonomics. (2023, Januari 20). The four canons of taxation by Adam Smith. Quickonomics. https://quickonomics.com/the-four-canons-of-taxation
Sa’diyah, H., Putra, R., & Nugroho, M. (2021). Theory of attribution dan kepatuhan pajak di masa pandemi Covid-19. Scientax: Jurnal Kajian Ilmiah Perpajakan Indonesia, 3(2), 55–65.
Santoso, M. (2014). Analisis laporan keuangan dan SPT. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pajak.
Subramanyam, K. (2014). Financial statement analysis (11th ed.). McGraw-Hill Education.
Suhendar, E., & Setyorini, C. (2023). Program pengungkapan sukarela (PPS) perpajakan tahun 2022. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi (JIMEKA), 5(2), 2–15.
Suryantara, I. (2024, Februari 7). Ada model Heckman dalam analisis potensi pajak. pajak.go.id. https://www.pajak.go.id/index.php/id/artikel/ada-model-heckman-dalam-analisis-potensi-pajak
Torgler, B., & Schaltegger, C. A. (2003). Tax amnesty and political participation. University of Basel, WWZ.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
Waluyo. (2002). Perpajakan Indonesia. Salemba Empat.
Waruwu, C. F., & Sudjiman, L. S. (2022). Pengaruh penerapan kebijakan program pengungkapan sukarela (PPS) dan sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak. Journal Scientific of Mandalika (JSM), 3(10), 15–30.
Waskita. (2015, Mei 12). Mengapa “orang kaya” menarik bagi otoritas pajak? WASKITA & Partners. https://konsultanpajak-wp.co.id/mengapa-orang-kaya-menarik-bagi-otoritas-pajak
Widayati, D. (2014). Pengelolaan keuangan negara dalam ekonomi. Universitas Terbuka.
Zulvina, S., Aribowo, I., & Bandiyono, A. (2017). Pengantar hukum pajak. Politeknik Keuangan Negara STAN.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Benny Setiawan, Yackobus Sahat Martua Sianipar

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.









