Uji kualitatif dan kuantitatif logam berat berbahaya merkuri pada sediaan krim pemutih dan hand body lotion yang diperoleh dari toko offline dan online menggunakan metode ICP-OES
DOI:
https://doi.org/10.54957/ijhs.v4i5.1014Kata Kunci:
Hand Body Lotion, Krim, MerkuriAbstrak
Background: Masyarakat Indonesia percaya bahwa wanita cantik adalah yang berkulit putih dan bersinar seperti orang Korea. Krim pemutih adalah jenis kosmetik yang digunakan untuk mencerahkan noda hitam atau coklat kulit. Sama halnya dengan hand body lotion adalah kosmetik pelembut yang mengandung lebih banyak air daripada minyak, sehingga lebih cepat diserap oleh kulit membuat kulit menjadi lebih cerah dan melembabkan. Saat ini krim pemutih dan hand body lotion yang dijual di toko kosmetik offline ataupun online ditemukan tidak memiliki label merek dan tidak terdaftar BPOM, kosmetik ilegal sering mengandung bahan kimia berbahaya seperti merkuri. Tujuan: Untuk mengetahui terdapat ataupun tidaknya merkuri dan berapa kadar yang terkandung dalam sediaan kosmetik krim pemutih dan hand body lotion yang berasal dari toko offline dan online. Metode: Sampel yang digunakan berasal dari empat toko offline dan satu toko online yang paling banyak penjualannya dengan total sampel lima krim pemutih dan lima hand body lotion, sampel tersebut diujikan secara kualitatif dengan pereaksi KI dan NaOH. Sampel yang diduga positif merkuri dilanjutkan pengujian secara kuantitatif menggunakan metode ICP-OES. Hasil: Kelima sampel krim pemutih yang diperoleh dari toko offline dan online yaitu tiga positif terkandung merkuri dengan rincian dua yang berasal dari toko offline dan satu positif yang berasal dari toko online. Kelima sampel hand body lotion yang diperoleh dari toko offline dan online tidak terdapat kandungan merkuri. Kadar merkuri yang terkandung dalam sampel krim pemutih, krim pemutih A, B, C yaitu dengan kadar 3103,70 mg/kg, 1754,39 mg/kg dan 1057,60 mg/kg.
Referensi
Alpenia, P. (2020). Analisis Viktimologi Terhadap Kosmetik Ilegal (Studi Kasus Kosmetik Pemutih Wajah Di Pekanbaru).
Amelia, L., Fahmi, K., & Tamrin, S. (2022). Konstruksi Makna Cantik bagi Remaja Perempuan Pengguna Pemutih Kulit Ilegal (Vol. 9).
Andalia, R., Adriani, A., Zarwinda, I., Saratutzur, C., Luciana, L (2023). Uji Kualitatif Merkuri Dan Hidrokuinon Pada Handbody Lotion Pemutih Dosis Tinggi Yang Dijual Di Shopee. In Jurnal Sains & Kesehatan Darussalam (Vol. 3, Issue 2).
Aria Suzanni, M., Sumaiyah. (2021). Identifikasi Merkuri (Hg) Pada Krim Pemutih Secara Reaksi Warna (Spot Test). In Jurnal Sains & Kesehatan Darussalam (Vol. 1, Issue 2).
Azzahra, F. I., Nihaya, Z., & Muamalia, R. (2021). Pengetahuan Mahasiswi Fikes Uin Jakarta Tentang Dampak Kosmetik Berbahan Merkuri Bagi Kesehatan Kulit. Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat, 6(2), 111–116. https://doi.org/10.51544/jmkm.v6i2.2352
Hadriyati, A., Hartesi, B., Fitri, A (2020). Analisis Merkuri (Hg) Pada Krim Pemutih Yang Beredar Di Klinik Kecantikan Dalam Kecamatan Jelutung Kota Jambi. http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id
Haerani, A., Rizki Nurul Aeni, S., Nisa Andini, S., (2022). Identifikasi Kandungan Merkuri (Hg) Pada Krim Pemutih Wajah Yang Dijual Di Pasar Andir Dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) (Vol. 7, Issue 1).
Hikmah, A. M. (2023). Analisis Kualitatif Kosmetik Dan Tingkat Kesadaran Mahasiswa Dalam Pemilihan Produk Kosmetik. Dalton : Jurnal Pendidikan Kimia Dan Ilmu Kimia, 6(1), 13. https://doi.org/10.31602/dl.v6i1.10284
Khan, S. R., Sharma, B., Chawla, P. A., & Bhatia, R. (2022). Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectrometry (ICP-OES): a Powerful Analytical Technique for Elemental Analysis. Food Analytical Methods, 15(3), 666–688. https://doi.org/10.1007/s12161-021-02148-4
Maulina, N., Nelvia, D., & Meunasah, J. H. (2021). Uji Kualitatif Dan Kuantitatif Kandungan Merkuri (Hg) Pada Krim Pemutih Wajah Yang Beredar Di Pasar Kota Panton Labu Tahun 2021. In AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh (Vol. 7, Issue 2).
Muadifah, A., Ngibad, K., & Karya Putra Bangsa, stikes. (2020). Analysis of Mercury and Hydroquinone in Whitening Cream in Blitar. In Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia (Vol. 3, Issue 2).
Puspitasari, L., & Andini, R. (2019). Analisis Merkuri pada Krim Pemutih Wajah yang diperoleh via Online dengan Metode ICP-OES (Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectrometry) Analysis of Mercury in Facial Whitening Creams Obtained by Online Using The ICP-OES (Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectrometry) Method.
Rintjap, D. S., Dumanauw, J. M., Banne, Y., Nahor, E. M., Maramis, R. N., & Rasubala, A. (2022). Metode Dan Analisa Kandungan Merkuri (Hg) Dalam Kosmetika : Review Artikel Method And Analysis Of Mercury Content In Cosmetics : Review Artikel.
Rosa, L. (2021). Penilaian Pengetahuan dan Sikap terhadap Informasi tentang Merkuri yang Ditemukan dalam Produk Kosmetik dan Potensi Risikonya bagi Kesehatan. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 3(3), 944–954. https://doi.org/10.34007/jehss.v3i3.437
Sembiring, S., & Putra Pratama, B. (2022). Perlindungan Terhadap Konsumen Kosmetik Ilegal Yang Mengandung Zat Berbahaya. 2, 83–87.
Sulaiman, R., Umboh, J. M. L., Maddusa, S.(2020). Analisis Kandungan Merkuri Pada Kosmetik Pemutih Wajah Di Pasar Karombasan Kota Manado. In Jurnal Kesmas (Vol. 9, Issue 5).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Dede Komarudin

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.









