Evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih dengan metode gyssens
DOI:
https://doi.org/10.54957/ijhs.v5i1.1321Kata Kunci:
Antibiotik, Gyssens, PneumoniaAbstrak
Pneumonia merupakan infeksi akut pada organ pernapasan, khususnya paru-paru, yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia yang dirawat inap di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih periode Januari-Desember 2023 menggunakan metode Gyssens. Penelitian ini menggunakan desain retrospektif deskriptif dengan populasi sebanyak 870 pasien dan sampel sebanyak 90 pasien yang dipilih secara acak berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan dari catatan medis pasien dan dianalisis menggunakan metode Gyssens untuk menilai ketepatan penggunaan antibiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien pneumonia adalah laki-laki sebanyak 47 pasien (52%) dan pasien yang berusia ≥65 tahun sebanyak 47 pasien (52,2%). Sebagian besar pasien menerima antibiotik melalui infus intravena (92,2%) dengan lama pemberian 1-7 hari (92,2%). Terapi antibiotik yang paling umum digunakan adalah ceftriaxone (34,4%). Evaluasi penggunaan antibiotik menunjukkan bahwa 95,9% penggunaan antibiotik sudah sesuai dengan panduan yang ada (kategori 0). Namun, terdapat 5 kasus penggunaan antibiotik yang tidak tepat, termasuk pemberian antibiotik yang terlalu singkat (IIIb) sebanyak 1 penggunaan (0,83%), dan ketidaktepatan dosis pemberian antibiotik (IIa) sebanyak 1 penggunaan (0,83%), serta ketidaktepatan interval pemberian antibiotik (IIb) sebanyak 3 penggunaan (2,44%). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan antibiotik di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih umumnya sudah rasional.
Referensi
Darmawan, D. (2019). profil kesehatan Indonesia 2019. In Journal of Chemical Information and Modeling.
Dipiro, J. T., Wells, B. G., Schwinghammer, T. L., & DiPiro, C. V. (2018). Pharmacoterapy A Phatophysiologic Approach. In United State: McGraw-Hill Education.
Dr. dr. Mulyadi, S. (K). (2015). Proceding Temu Ilmiah : Konsep Mutakhir Berbagai Persoalan Medis. In Fakultas Kedokteran Univ. Syiah Kuala.
Efrilia, D., Carolia, N., Mustofa, S., & Januari, ; |. (2023). Metode gyssens sebagai pilihan utama dalam evaluasi penggunaan antibiotik di indonesia. Medula Jurnal, 13(1), 14.
Hasanah, U., & Santik, Y. D. P. (2021). Faktor Intrinsik dan Extrinsik yang Berhubungan dengan Kejadian Pneumonia di Wilayah Puskesmas Rembang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(2), 84. https://doi.org/10.26714/jkmi.16.2.2021.84-90
Ilmi, T., Yulia, R., Herawati, F., Farmasi, P. S., Kadiri, U., Farmasi, P. S., Surabaya, U., Farmasi, P. S., Surabaya, U., Ilmi, T., Kadiri, U., & Paru, P. D. (2020). Umum Daerah Tulungagung Evaluation of Antibiotic Use on Pneumonia Patients in Tulungagung Regional Indonesia. Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia, 1(2), 102–112.
Kalil, A. C., Metersky, M. L., Klompas, M., Muscedere, J., Sweeney, D. A., Palmer, L. B., Napolitano, L. M., O’Grady, N. P., Bartlett, J. G., Carratalà, J., El Solh, A. A., Ewig, S., Fey, P. D., File, T. M., Restrepo, M. I., Roberts, J. A., Waterer, G. W., Cruse, P., Knight, S. L., & Brozek, J. L. (2016). Management of Adults With Hospital-acquired and Ventilator-associated Pneumonia: 2016 Clinical Practice Guidelines by the Infectious Diseases Society of America and the American Thoracic Society. Clinical Infectious Diseases, 63(5), e61–e111. https://doi.org/10.1093/cid/ciw353
Kanda, R. L., & Tanggo, W. D. (2022). Program studi sarjana keperawatan dan ners sekolah tinggi kesehatan stella maris makassar 2022. Jurnal Stella Maris Makassar 2022, 10–80.
Kemenkes. (2018). Laporan Riskesdas 2018 Nasional.pdf. In Lembaga Penerbit Balitbangkes (p. hal 156).
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Pedoman Pelayanan Kefarmasian Untuk Terapi Antibiotika Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
McGary, R. A. (1983). Hazardline - A rapid response to requests for hazardous materials information. Fire Engineering, 136(12), 52–54.
Metlay, J. P., Waterer, G. W., Long, A. C., Anzueto, A., Brozek, J., Crothers, K., Cooley, L. A., Dean, N. C., Fine, M. J., Flanders, S. A., Griffin, M. R., Metersky, M. L., Musher, D. M., Restrepo, M. I., & Whitney, C. G. (2019). Diagnosis and treatment of adults with community-acquired pneumonia. American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine, 200(7), E45–E67. https://doi.org/10.1164/rccm.201908-1581ST
Nufus, L. S., & Pertiwi, D. (2019). Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Penggunaan Antibiotik (Amoxicilin) Berdasarkan Usia Di Dusun Karang Panasan. Jurnal Keperawatan, 54–62. https://e-journal.lppmdianhusada.ac.id/index.php/jk/article/view/92
Pandey, A., Sinha, C. K., & Misra, D. (2022). Urinary tract infections. Handbook of Pediatric Surgery, 323–329. https://doi.org/10.1007/978-3-030-84467-7_39
pdf-pneumonia-komunitas-pdpi-2014_compress.pdf. (n.d.).
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. (2003). Pneumonia komuniti 1973 - 2003. Pneumonia Komuniti (Pedoman Diagnosis Dan Penatalaksanaan), 6.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Suci Retna Saroh, Mutawalli Sjahid Latief, Iin Hardiyati

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.









