Hubungan kebiasaan sarapan pagi, konsumsi fast food dan aktivitas fisik dengan resiko anemia pada remaja putri di SMAN 9 Kendari

Penulis

  • Suhadi Suhadi Universitas Halu Oleo
  • Renni Meliahsari Universitas Halu Oleo
  • Muslimah Muslimah Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.54957/ijhs.v5i4.1587

Kata Kunci:

Anemia, Breakfast, Fast Food, Physical Activity

Abstrak

Anemia merupakan permasalahan gizi yang masih banyak terdapat di seluruh dunia terutama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan pagi, konsumsi fast food dan aktivitas fisik dengan kejadian anemia di kalangan remaja putri di SMAN 9 Kendari. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan seluruh remaja putri kelas XI dan XII di SMAN 9 Kendari berjumlah 358 siswi. Sampel ditentukan dengan rumus Lemeshow, menghasilkan 76 siswi dan diambil secara Proportionate Stratified Random Sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilkakukan dengan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dengan anemia pada remaja putri (p-value = 0,000), konsumsi fast food dengan anemia pada remaja putri (p-value = 0,000) dan aktivitas fisik dengan anemia pada remaja putri (p-value = 0,017). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan pagi, konsumsi fast food dan aktivitas fisik dengan anemia pada remaja putri di SMAN 9 Kendari. Saran peneliti bagi responden adalah menjaga selalu sarapan setiap pagi, menjaga pola makan yang baik dengan makan 3 kali sehari dan 2 kali selingan, mengurangi minuman dan makanan fast food dan mengonsumsi makanan yang bergizi.

Referensi

Afritayeni. (2019). Hubungan Kebiasaan Sarapan Pagi Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di SMPN 20 Pekanbaru. Jurnal Kesehatan, 10(2), 112–119.

Arisnawati. (2018). Hubungan Antara Kebiasaan Sarapan Dengan Anemia Pada Remaja Putri Di SMAN 1 Bangkalan. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 6(1), 32–38.

Basuki, R. (2019). Gizi Seimbang Dalam Mencegah Anemia Pada Remaja. Media Gizi Indonesia, 12(1), 45–50.

Daulay, M., & Purwati, K. (2020). Hubungan Penggunaan Kb Suntik Depo Provera 3 Bulan Terhadap Kadar Hb Pada Wus Wanita Usia Subur Di Bpm (Bidan Praktek Mandiri) Nuni Nuraeni Kelurahan Padasuka Ciomas Kabupaten Bogor. Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam, 9(2), 80–87.

Febriyanti, F., Zainuddin, A., Lisnawaty, L., & Pardawati, P. (2023). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Siswi SMA Negeri 3 Kendari Tahun 2023. Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan, 2(3), 58–68.

Fitriani, K. (2014). Hubungan Asupan Makan Dengan Kejadian Anemia Dan Nilai Praktik Pada Siswi Kelas XI Boga SMKN 1 Buduran Sidoarjo. E-Journal Boga, 3(1), 46–53.

Haneke, K., Rahmawati, A., Khoirunnisa, H., Rahmawati, A., & Martaningsih, E. (2020). Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia Di Puskesmas Pakualaman Kota Yogyakarta Tahun 2019. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Kementrian Kesehatan RI. (2019). Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Anemia Pada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur (WUS). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan RI. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021. Jakarta: Kemenkes RI.

Nabilah, R., Damayanti, T., & Wibowo, L. (2019). Asupan Zat Gizi Dan Kejadian Anemia Pada Remaja. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, 7(2), 98–105.

Nurhayati, N. I. (2020). Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di MAN 1 Banjarmasin Tahun 2020. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(1), 1–6.

Rahmati, S., Azami, M., Badfar, G., Parizad, N., & Sayehmiri, K. (2020). The Relationship Between Maternal Anemia During Pregnancy With Preterm Birth: A Systematic Review And Meta-Analysis. The Journal of Maternal-Fetal & Neonatal Medicine, 33(15), 2679–2689.

Riskesdas. (2021). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Litbangkes Kemenkes RI.

Sihombing, Y. T., Banjarnahor, J., Anggriawan, A., Batubara, N. A., Astuti, N., & Manalu, N. H. (2023). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Remaja Putri Tentang Pemenuhan Gizi Terhadap Pencegahan Anemia Pada Siswi SMA Negeri 1 Sijamapolang Kabupaten Humbang Hasundutan. JONS: Journal of Nursing, 1(01), 15–19.

Sulistyoningtyas, H. (2018). Pola Konsumsi Fast Food Dan Risiko Anemia Pada Remaja. Jurnal Gizi Indonesia, 5(1), 40–46.

Ulwaningtyas, R. (2022). Hubungan Kebiasaan Sarapan Pagi Dengan Anemia Pada Remaja Di SMAN 1 Cikampek. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 7(2), 109–116.

World Health Organization. (2018). Iron Deficiency Anemia Assessment, Prevention, and Control.

World Health Organization. (2019). Anemia in Women and Children. The Global Health Observatory. Explore A World Of Health Data.

World Health Organization. (2020). Physical Activity. Retrieved November 23, 2021.

World Health Organization. (2023). Anaemia Prevalence Estimates 2023. Geneva: World Health Organization.

Yanis, H., Apriyanti, F., & Hastuty, M. (2023). Hubungan Pengetahuan Dan Pola Menstruasi Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 1 Perhentia Raja Tahun 2022. Evidence Midwifery Journal, 2(4), 25–34.

Yulianti, R., & Sari, D. (2021). Pengaruh Fast Food Terhadap Kesehatan Remaja. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 9(3), 145–153.

Zulfikar, M., & Rahayu, N. (2020). Edukasi Gizi Dan Perilaku Sarapan Pagi Siswa. Jurnal Promkes, 8(2), 120–127.

Unduhan

Diterbitkan

12-07-2025

Cara Mengutip

Suhadi, S., Meliahsari, R., & Muslimah, M. (2025). Hubungan kebiasaan sarapan pagi, konsumsi fast food dan aktivitas fisik dengan resiko anemia pada remaja putri di SMAN 9 Kendari. Indonesian Journal of Health Science, 5(4), 796–803. https://doi.org/10.54957/ijhs.v5i4.1587

Terbitan

Bagian

Articles