Formulasi Body Scrub Beras Ketan Hitam (Oryzae Sativa L. var glutinous) Sebagai Pelembab Alami Kulit
DOI:
https://doi.org/10.54957/ijhs.v3i2a.510Kata Kunci:
Beras ketan hitam, Body scrub, KelembapanAbstrak
Beras ketan hitam memiliki kandungan sebagai pelembab alami yang dapat melembabkan kulit. Untuk menjaga kulit agar lembab perlu adanya formulasi krim bodyscrub dari beras ketan hitam (Oryzae Sativa L. var glutinous). Penelitian ini membuat krim bodyscrub beras ketan hitam dengan 5 formulasi, 0%, 5%, 10%, 15%, 20%. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui ada tidaknya iritasi kulit pada sediaan krim bodyscrub dari beras ketan hitam dan mengetahui hasil evaluasi krim bodyscrub dan mengetahui konsentrasi terbaik pada formulasi sediaan krim body scrub dari beras ketan hitam (Ningsi et al., 2015). Metode penelitian dimulai dari pengumpulan sampel, formulasi dan evaluasi uji dan uji stabilitas. Hasil sediaan yang dievaluasi adalah uji daya sebar dan uji kelembapan dilakukan analisis data dengan uji Kruskal Wallis dilanjut dengan One Way Annova dan Post Hoct Tukey hsd. Sediaan F1(0%), F2(5%), F3 (10%), F4 (15%), F5(20%), sudah memenuhi persyaratan untuk uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, iritasi, tipe emulsi, stabilitas sediaan. Krim bodyscrub dari beras ketan hitam berpengaruh pada uji kelembapan pada responden dengan hasil F1(0%) memiliki nilai 16.62, F2(5%) memiliki nilai 18.13, F3(10%) memiliki nilai 20.49, F4 memiliki nilai 24.26 dan F5(20%) memiliki nilai 37.58.
Referensi
Dermawati, D. (2016). Lampiran 1 . Perhitungan nilai SPF dan spektrum serapan krim tabir surya. Skripsi, 47–85.
JAMIL, C. (2017). PEMANFAATAN PEELING BERAS KETAN HITAM SEBAGAI PENCERAHAN KULIT WAJAH. JURNAL UNIVERSITAS NEGERI PADANG.
Kurniasih, N. (2016). Formulasi Sediaan Krim Tipe M/A Ekstrak Biji Kedelai (Glycine max L) : Uji Stabilitas Fisik dan Efek pada Kulit. Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, 1–19.
Musdalipah, Haisumanti, R. (2016). Formulasi Body Scrub Sari Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) Varietas Ayamurasaki. Warta Farmasi, 5(1), 1–12.
Ningsi, S., Nonci, F. Y., & Sam, R. (2015). Formulasi Sediaan Lulur Krim Ampas Kedelai Putih Dan Ampas Kopi Arabika. Jf Fik Uinam, 3(1), 1–4.
Prabandani, R., & Suherman, H. (n.d.). RIMPANG KUNYIT ( CURCUMA LONGA LINN ) lebih bermasalah dibanding jenis kulit. 52–58.
Pramuditha, N. (2016). Uji Stabilitas Fisik Lulur Krim Dari Ampas Kelapa (Cocos Nucifera L.) Dengan Menggunakan Emulgator Anionik Dan Nonionik. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
Ulfa, M., Khairi, N., & Maryam, F. (2016). Formulasi dan Evaluasi Fisik Krim Body Scrub Dari Ekstrak Teh Hitam (Camellia sinensis), Variasi Konsentrasi Emulgator Span-Tween 60. Jf Fik Uinam, 4(4), 179–185.
Virgita, V. M., & Krisnawati, M. (2014). Pemanfaatan Ketan Hitam Sebagai Masker Wajah. Journal of Beauty and Beauty Health Education, 3(1), 1–7.
Yumas, M., Ramlah, S., & Mamang. (2015). Formulasi Lulur Krim dari Bubuk Kakao Non Fermentasi dan Efek terhadap Kulit. Biopropal Industri, 6(2), 63–72.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Ovy Ovilia, Titi Agni Hutahaen, Nawafila Februyani

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.








