Skrining fitokimia dan stadarisasi berbagai ekstrak daun bayam hijau (Amaranthus hybridus L.) di pasar serdang dengan beberapa parameter spesifik

Penulis

  • Fijar Rivaldo Tidar Institut Kesehatan Hermina
  • Varda Arianti Institut Kesehatan Hermina
  • Dimas Adrianto Institut Kesehatan Hermina
  • Krismayadi Krismayadi Universitas Binawan

DOI:

https://doi.org/10.54957/ijhs.v4i5.959

Kata Kunci:

Bayam hijau, Ekstrak, Pelarut, Skrining Fitokimia, Standarisasi

Abstrak

Bayam hijau atau Amaranthus hybridus L merupakan tanaman herbal yang digunakan sebagai bahan makanan atau obat-obatan karena banyak mengandung serat dan mineral. Penelitian dilakukan untuk mengetahui karakteristik ekstrak daun bayam hijau dengan membandingkan tiga pelarut, yaitu aquadest, etanol, dan nheksana melalui parameter standar spesifik dan skrining fitokimia. Hasil identitas ekstrak aquadest daun bayam hijau memiliki bentuk kental, bau tajam, warna hitam, dan rasa yang pahit dengan hasil rendemen 6,06%. Sementara identitas ekstrak etanol daun bayam hijau didapati hasil rendemen 7,18% dengan bentuk ekstrak kental, bau khas, warna hitam kehijauan, dan rasa yang pahit. Identitas ekstrak nheksana daun bayam hijau didapati bentuk sedikit keras, bau khas, warna hitam, dan bau pahit dengan hasil rendemen 4,58%. Pada kadar sari larut air, persentase ekstrak aquadest (19,5%), ekstrak etanol (25,5%), dan ekstrak n-heksana (13%). Pada kadar sari larut etanol, persentase ekstrak aquadest (38,5%), ekstrak etanol (39,5 %), dan ekstrak n-heksana (39%). Hasil skrining fitokimia dari ketiga ekstrak, ekstrak aquadest dan ekstrak etanol daun bayam hijau mengandung flavonoid, saponin, tanin, steroid, dan alkaloid. Sementara pada ekstrak n-heksana hanya dapat menarik senyawa flavonoid, steroid, dan alkaloid. Etanol merupakan pelarut paling efektif dikarenakan etanol merupakan pelarut polar yang dapat menarik senyawa polar maupun non polar.

Referensi

Alviani, S., Adelia, Fajri, R., Amri, Y., & Amna, U. (2022). Skrining Fitokimia Ekstrak Daun Benalu Kopi (Scurrula Parasitica L.) Dataran Tinggi Gayo Quimica. Jurnal Kimia Sains dan Terapan, 4(1), 9–14.

Depkes RI. (2017). Farmakope Indonesia Herbal Edisi II. In Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Dewi, I. S., Saptawati, T., & Rachma, F. A. (2021). Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Kulit dan Biji Terong Belanda (Solanum betaceum Cav.). 4, 1210–1218.

Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat (1 ed.). Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Efendi, K., & Dwitiyanti. (2020). Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol 70% Daun Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) dalam Menghambat Kecacatan Fetus Mencit Bunting yang Terpapar Asap Rokok. Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka.

Febrianti, D. R., Ariani, N., Maulana, A., & Putra, P. (2019). Uji Kadar Sari Larut Air dan Kadar Sari Larut Etanol Daun Kumpai Mahung (Eupathorium inulifolium H.B.&K). Jurnal Pharmascience, 6(2), 19–24.

Guntarti, A., & Ruliyani, A. (2020). Penetapan Flavonoid Total dan Uji Aktivitas Antioksidan Bayam (Amaranthus tricolor L .) Varietas Giti Merah dan Giti Hijau. JFSP, 6(1), 51–59.

Handayani, Y., Islamiyati, R., Ismah, K., & Susiloningrum, D. (2023). Uji Aktivitias Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Bayam Hijau (Amaranthus hybridus L) dengan Perendaman DPPH. 7(2), 103–110.

Hariyanti, D., Prasetya, F., & Siregar, V. O. (2023). Identifikasi Metabolit Sekunder Minyak Atsiri Kulit Jeruk Manis Pontianak (Citrus nobilis Lour.) Menggunakan Metode Ekstraksi Microwave Hydrodistillation. Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 15–17.

Indah, S. (2020). Skrining Fitokimia Senyawa Metabolit Sekunder Batang Buah Naga (Hylocereus polyrhizus). Jurnal Ilmiah Cendekia Eksakta, 56–62.

Indra, P., Dewi, C., Sawiji, R. T., & Dhrik, M. (2023). Perbandingan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Teh (Camellia sinensis) Dalam Varian Teh Hijau , Teh Oolong , Dan Teh Hitam Terhadap Propionibacterium acnes. 2(1), 22.

Julianto, T. S. (2019). Fitokimia Tinjauan Metabolit Sekunder dan Skrining fitokimia. In Universitas Islam Indonesia (1 ed.).

Kaboré, S., Touré, A., Koffi, B., Prévost, F., Edouard, A., Kabran, A. F., Donald, B., Kadio, K., Konan, D. J., & Attioua, K. B. (2021). Phytochemical Screening and Antioxidant Activity of Leaves of Amaranthus hybridus L., Corchorus olitorius L and Hibiscus sabdariffa L. Grown in Northen of Côte d’ Ivoire. GSC, 16(2), 182–189.

Ndukwe, G. I., Clark, D., & Reuben, I. (2020). in Vitro Antioxidant and Antimicrobial Potentials of Three Extracts of Amaranthus hybridus L. Leaf and Their Phytochemicals. ECB, 9(7), 164–173.

Ningsih, D. R. (2019). Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Etanol Daun Bayam Merah (Amaranthus gangeticus) Terhadap Sel HeLa dan WiDr. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Pujiastuti, E., & El’Zeba, D. (2021). Perbandingan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol 70% dan 96% Kulit Buah Naga Merah Hylocereus polyrhizus) dengan Spektrofotometri. Cendekia Journal of Pharmacy, 5(1), 31.

Putri, D. M., & Lubis, S. S. (2020). Skrining Fitokimia Ekstrak Etil Asetat Daun Kalayu (Erioglossum rubiginosum (Roxb.) Blum). 2(3), 120–125.

RC, P., B V, A., & DR, B. (2023). Geomorphology, Phytochemistry, Ethnomedical and Pharmacological activities of Amaranthus viridis Linn. Asian Journal of Pharmaceutical Research, March, 41–44.

Simaremare, E. S. (2014). Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Daun Gatal (Laportea decumana (Roxb.) Wedd). Pharmacy, 11(01), 100–102.

Warnis, M., Salsabila, J., & Rulianti, M. R. (2021). Kadar Sari Larut Etanol dari Ekstrak Batang Brotowali. JKPharm, 3(2), 122.

Unduhan

Diterbitkan

06-07-2024

Cara Mengutip

Tidar, F. R., Arianti, V., Adrianto, D., & Krismayadi, K. (2024). Skrining fitokimia dan stadarisasi berbagai ekstrak daun bayam hijau (Amaranthus hybridus L.) di pasar serdang dengan beberapa parameter spesifik. Indonesian Journal of Health Science, 4(5), 433–440. https://doi.org/10.54957/ijhs.v4i5.959

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 > >>