Asuhan keperawatan pada bayi dengan Prematuritas-Berat Badan Lahir Sangat Rendah (BBLSR) dan Resipratory Distress Syndrom (RDS): Studi kasus

Authors

  • Indah Faliani Universitas Syiah Kuala
  • Nova Fajri Universitas Syiah Kuala

DOI:

https://doi.org/10.54957/ijhs.v5i5.1735

Keywords:

Nursing care, Prematurity, Respiratory distress syndrome, Very low birth weight

Abstract

Berat badan lahir sangat rendah (BBLSR) memiliki risiko morbiditas dan mortalitas yang tinggi, terutama komplikasi respirasi seperti respiratory distress syndrom (RDS). RDS merupakan salah satu penyebab utama gangguan pernapasan pada neonatus prematur yang ditandai oleh surfaktan paru yang tidak adekuat. Neonatus prematur dengan BBLSR dan RDS jika tidak tidak ditangani secara tepat, maka kondisi tersebut dapat berujung pada kegagalan sistem pernapasan yang mengancam jiwa. Sehingga diperlukan penatalaksanaan yang komprehensif untuk meningkatkan kualitas hidup bayi prematur dengan BBLSR dan RDS. Tujuan dari studi kasus ini untuk menganalisis Asuhan Keperawatan Pada Bayi Dengan Prematuritas-Berat Badan Lahir Sangat Rendah (BBLSR) Dan Respiratory Distrees Sindrom (RDS). Penulisan ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dengan tahapan proses keperawatan yaitu pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Hasil yang diperoleh yaitu pasien mengalami masalah keperawatan pola napas tidak efektif, risiko termoregulasi tidak efektif, risiko syok, defisit nutrisi, risiko gangguan perkembangan dan risiko gangguan perlekatan. Intervensi yang diberikan diantaranya manajemen jalan napas, regulasi temperatur, manajemen syok, pencegahan infeksi, manajemen nutrisi, pemberian makan melalui enteral, perawatan perkembangan, promosi perlekatan dan promosi keutuhan keluarga. Penerapan evidence based nursing (EBN) yang diberikan diantaranya pemberian posisi untuk meningkatkan oksigenasi, memberikan nesting untuk kenyamanan dan stabilitas suhu tubuh, pencegahan infeksi pada bayi, stimulus motoric oral (PIOMI) dan non nutritive sucking untuk meningkatkan reflek hisap dan menelan pada bayi. Setelah dilakukan intervensi kondisi pasien mengalami perbaikan meskipun belum signifikan, terlihat dari peningkatan oksigenasi, asupan diet yang meningkat dan suhu tubuh yang stabil, namum reflek hisap pada bayi masih lemah. Diharapkan pendekatan EBN tersebut dapat menjadi referensi tambahan untuk penanganan pada bayi prematur dengan BBLSR dan RDS.

References

Agrina, M. F., Toyibah, A., & Jupriyono. (2016). Tingkat Kejadian Respiratory Distress Syndrome (RDS) Antara BBLR Preterm Dan BBLR Dismatur. Jurnal Sain Veteriner, 3(2), 125–131.

Anggeriyane, E., Noorhasanah, E., & Nurhayati, I. (2021). The Effectiveness of The Kangaroo Mother Care for Low Birth Weight Baby in Maintaining Thermoregulation Stabilization: a Case Study. Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia, 7(2), 151–158. https://doi.org/10.17509/jpki.v7i2.39191

Boullata, J. I., Carrera, A. L., Harvey, L., Escuro, A. A., Hudson, L., Mays, A., McGinnis, C., Wessel, J. J., Bajpai, S., Beebe, M. L., Kinn, T. J., Klang, M. G., Lord, L., Martin, K., Pompeii-Wolfe, C., Sullivan, J., Wood, A., Malone, A., & Guenter, P. (2017). ASPEN Safe Practices for Enteral Nutrition Therapy. Journal of Parenteral and Enteral Nutrition, 41(1), 15–103. https://doi.org/10.1177/0148607116673053

D’Onofrio, V., Heylen, D., Pusparum, M., Grondman, I., Vanwalleghem, J., Meersman, A., Cartuyvels, R., Messiaen, P., Joosten, L. A. B., Netea, M. G., Valkenborg, D., Ertaylan, G., & Gyssens, I. C. (2022). A prospective observational cohort study to identify inflammatory biomarkers for the diagnosis and prognosis of patients with sepsis. Journal of Intensive Care, 10(1), 1–13. https://doi.org/10.1186/s40560-022-00602-x

Efendi, D., Sari, D., Riyantini, Y., Novardian, N., Anggur, D., & Lestari, P. (2019). Pemberian Posisi (Positioning) Dan Nesting Pada Bayi Prematur: Evaluasi Implementasi Perawatan Di Neonatal Intensive Care Unit (Nicu). Jurnal Keperawatan Indonesia, 22(3), 169–181. https://doi.org/10.7454/jki.v22i3.619

Ekoriano, M., Widiyanto, A., Muthmainnah, M., Devi, Y. P., Cahyono, B. E., Nafsi, I., & Widodo, T. (2025). Profile and factors associated with low birth weight in Indonesia: a national data survey. Rural and Remote Health, 25(1), 1–9.

Fatimah, A., & Purwaningsih, D. (2022). Pengaruh Intervensi Oral Motor (Piomi) Terhadap Kemampuan Reflek Hisap Bayi Prematur. Jurnal Kesehatan Siliwangi, 2(3), 841–850. https://doi.org/10.34011/jks.v2i3.759

Fristalia, M. D., Inayah, I., Nurjanah, N., Mediani, H. S., Wulandari, S., (2024). Pengaruh Stimulus Motoric Oral Massage Terhadap Kemampuan Minum Pada Bayi Prematur Di Ruangan. 12(3), 558–565.

Gardner, S. ., Carter, B. S., Enzman-Hines, M. I., & Niermeyer, S. (2020). Merenstein & Gardner’s Handbook of Neonatal Intensive Care-E-Book. In Elsevier health sciences.

Geopal, J. R., & Priambodo, W. S. (2025). Asfiksia Neonatorum Pada Bayi Dengan Berat Badan Lahir Rendah: Literature Review. Literature Review, 10(November), 33–37.

Hammer, N. C., Koch, J. J., & Hopkins, H. C. (2021). Neonatal Resuscitation: Updated Guidelines from the American Heart Association. American Family Physician, 104(4), 425–428.

Haryani, Hardiani, S., & Thoyibah, Z. (2021). Asuhan Keperawatan Pada Bayi Dengan Risiko Tinggi. CV. Trans Info Media.

Hernawati, & Kamila. (2017). Buku Ajar Bidan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal. Trans Info Media.

Institute for Health Metrics and Evaluation. (2018). Indonesia Basic Health Research 2018. https://ghdx.healthdata.org/record/indonesia-basic-health-research-2018

Jiang, H. (2023). Prediction of Cardiorespiratory Events in Preterm Infants by Haimin Jiang Bachelor of Biotechnology ( Science ) Master of Biotechnology ( Science ) Bachelor of Biomedical Engineering ( Honour ) School of Engineering.

Jihan, T. P. B., Syarif, H., & Fajri, N. (2022). Penerapan Asuhan Perkembangan Dan Transfusi Pada Bayi Di NICU : Suatu Studi Kasus. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan, 1(1), 83–90.

Khoiriyah, U. H., Aini, I., & Purwanti, T. (2021). Hubungan Preeklampsia dengan Kejadian Persalinan Preterm. Jurnal Kebidanan, 11(1), 33–45. https://doi.org/10.35874/jib.v11i1.857

Madlinger-Lewis, L., Reynolds, L., Zarem, C., Crapnell, T., Inder, T., & Pineda, R. (2014). The effects of alternative positioning on preterm infants in the neonatal intensive care unit: A randomized clinical trial. Research in Developmental Disabilities, 35(2), 490–497. https://doi.org/10.1016/j.ridd.2013.11.019

Nair, V., Loganathan, P., Lal, M. K., & Bachman, T. (2022). Automated Oxygen Delivery in Neonatal Intensive Care. Frontiers in Pediatrics, 10(June), 1–8. https://doi.org/10.3389/fped.2022.915312

Purwastuti, N. (2021). Studi Kasus Penggunaan Nesting dan Side Lying Terhadap Saturasi Oksigen Frekuensi Nadi Bayi BBLR di NICU Rumah Sakit Bethesda Yogjakarta Naskah Publikasi http://repo.stikesbethesda.ac.id/1552/1/NINIK PURWASTUTI.pdf

Riman, E. Y., Tombeg, Z., Hadi, A. J., Ahmad, H., & Alwi, F. (2023). Mask-Wearing Behavior towards COVID-19 Prevention. Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(2), 319–324. https://doi.org/10.30604/jika.v8i2.1788

Sartelli, M., Marini, C. P., McNelis, J., Coccolini, F., Rizzo, C., Labricciosa, F. M., & Petrone, P. (2024). Preventing and Controlling Healthcare-Associated Infections: The First Principle of Every Antimicrobial Stewardship Program in Hospital Settings. Antibiotics, 13(9). https://doi.org/10.3390/antibiotics13090896

Sasmal, S., Shetty, A. P., & Saha, B. (2020). Effect of Prefeeding Oromotor Stimulation on Preterm Infants: A Systematic Review. International Journal of Health Sciences and Research, 10(December), 12. www.ijhsr.org

Sukarni, I. (2014). Patologi kehamilan, persalinan, nifas dan neonatus resiko tinggi. Nuha Medika.

Sulistyowati, D. E. (2023). Pengaruh Posisi Side Lying Pada Neonatus Terpasang Continuos Positive Airway Pressure ( Cpap ) Terhadap Kualitas Tidur Di Ruang Nicu on Positive Airway Pressure ( Cpap ) in the Sleep Quality. 013, 1–10. https://eprints.ukh.ac.id/id/eprint/4196/1/NASPUB Endar Dyah S ST211012.pdf

Sweet, D. G., Carnielli, V. P., Greisen, G., Hallman, M., Klebermass-Schrehof, K., Ozek, E., Te Pas, A., Plavka, R., Roehr, C. C., Saugstad, O. D., Simeoni, U., Speer, C. P., Vento, M., Visser, G. H. A., & Halliday, H. L. (2023). European Consensus Guidelines on the Management of Respiratory Distress Syndrome: 2022 Update. Neonatology, 120(1), 3–23. https://doi.org/10.1159/000528914

Tiurlina, Z., & Risdiana, R. (2023). Pengaruh Pemberian Posisi Pronasi Terhadap Oksigenisasi Pada Bayi Bblr Dengan Ventilasi Mekanik Di Ruang Nicu Bunda Aliyah. 5, 2105–2119.

Tölle, W., Yasner, J., & Pieper, M. (2022). Study and Research Guide in Computer Science Rice University, 56–57. https://doi.org/10.1007/978-3-642-77393-8_20

UNICEF. (2021). Levels & Trends in. file:///C:/Users/User/Downloads/UNICEF-IGME-2021-Child-Mortality-Report.pdf

UNICEF. (2023). Low birthweight. https://data.unicef.org/topic/nutrition/low-birthweight/

Wahyuni, S., & Wiwin, N. W. (2020). Hubungan Usia Ibu dan Asfiksia Neonatorum dengan Kejadian Respiratory Distress Syndrome (RDS) pada Neonatus Di Rsud Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Borneo Student Research, 1(3), 1824–1833.

WHO. (2023). Preterm Birth. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/preterm-birth

Published

2025-09-23

How to Cite

Faliani, I., & Fajri, N. (2025). Asuhan keperawatan pada bayi dengan Prematuritas-Berat Badan Lahir Sangat Rendah (BBLSR) dan Resipratory Distress Syndrom (RDS): Studi kasus . Indonesian Journal of Health Science, 5(5), 1142–1151. https://doi.org/10.54957/ijhs.v5i5.1735

Issue

Section

Articles