Formulasi Dan Uji Aktivitas Antibakteri Pada Krim Ekstrak Etanol Daun Jelatang (Urtica Dioica L.) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes

Authors

  • Irma Purwanda Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

DOI:

https://doi.org/10.54957/ijhs.v4i1.583

Keywords:

Antibakteri, Ekstrak daun jelatang (Urtica dioica L.), Krim, Propionibacterium acnes

Abstract

Indonesia mempunyai ±7000 spesies tanaman yang berkhasiat sebagai bahan obat, salah satunya yaitu daun jelatang. Daun jelatang berpotensi sebagai aktivitas antibakteri penyebab jerawat salah satunya yaitu bakteri Propionibacterium acnes. Pravelensi jerawat berkisar antara 85% menderita jerawat ringan dan 15% menderita jerawat berat. Antibiotik dapat mengobati infeksi bakteri, namun dalam jangka panjang dapat menyebabkan resistensi kulit. Krim mampu mencegah maupun mengobati terjadinya jerawat. Daun jelatang memiliki kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin yang diketahui senyawa tersebut memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian dilakukan untuk mengetahui ekstrak daun jelatang dapat diformulasikan sebagai krim antijerawat dan mengetahui efektivitas konsentrasi terbaik pada formulasi sediaan krim ekstrak daun jelatang terhadap aktivitas bakteri Propionibacterium acnes. Metode yang digunakan adalah true eksperimental dan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram. Konsentrasi ekstrak yang digunakan dalam pembuatan krim adalah 5%, 10%, dan 15%. Hasil evaluasi fisik sediaan krim ekstrak daun jelatang yaitu bertekstur semi solid, berwarna hijau pekat, bau khas ekstrak daun jelatang dan greentea, rentang pH 5-7, rerata daya sebar 5 cm, rerata daya lekat 11-17 detik, dan termasuk dalam tipe emulsi Minyak dalam Air (M/A). Formulasi sediaan krim 5%, 10%, dan 15% mampu menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Hasil uji daya hambat aktivitas antibakteri pada krim ekstrak daun jelatang yang paling baik yaitu formulasi F3 dengan konsentrasi ekstrak 15% memiliki diameter zona hambat 16,3 mm yang berkategori daya hambat tinggi.

Indonesia mempunyai ±7000 spesies tanaman yang berkhasiat sebagai bahan obat, salah satunya yaitu daun jelatang. Daun jelatang berpotensi sebagai aktivitas antibakteri penyebab jerawat salah satunya yaitu bakteri Propionibacterium acnes. Pravelensi jerawat berkisar antara 85% menderita jerawat ringan dan 15% menderita jerawat berat. Antibiotik dapat mengobati infeksi bakteri, namun dalam jangka panjang dapat menyebabkan resistensi kulit. Krim mampu mencegah maupun mengobati terjadinya jerawat. Daun jelatang memiliki kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin yang diketahui senyawa tersebut memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian dilakukan untuk mengetahui ekstrak daun jelatang dapat diformulasikan sebagai krim antijerawat dan mengetahui efektivitas konsentrasi terbaik pada formulasi sediaan krim ekstrak daun jelatang terhadap aktivitas bakteri Propionibacterium acnes. Metode yang digunakan adalah true eksperimental dan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram. Konsentrasi ekstrak yang digunakan dalam pembuatan krim adalah 5%, 10%, dan 15%. Hasil evaluasi fisik sediaan krim ekstrak daun jelatang yaitu bertekstur semi solid, berwarna hijau pekat, bau khas ekstrak daun jelatang dan greentea, rentang pH 5-7, rerata daya sebar 5 cm, rerata daya lekat 11-17 detik, dan termasuk dalam tipe emulsi Minyak dalam Air (M/A). Formulasi sediaan krim 5%, 10%, dan 15% mampu menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Hasil uji daya hambat aktivitas antibakteri pada krim ekstrak daun jelatang yang paling baik yaitu formulasi F3 dengan konsentrasi ekstrak 15% memiliki diameter zona hambat 16,3 mm yang berkategori daya hambat tinggi.

References

Ariani, N., & Niah, R. (2020). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca formatypica) Mentah Secara in Vitro. Jurnal Ilmiah Manuntung. 5(2), 161–166.

Auliani, S., & Ridho, R. (2023). Formulasi Masker Gel Peel-Off Ekstrak Daun Meniran ( Phyllanthus niruri L .) dan Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Staphylococcus aureus. Jurnal Farmasi Dan Farmakoinformatika. 1(1), 42–59.

Clements, G., Yamlean, P. V. Y., & Lolo, W. A. (2020). Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Krim Ekstrak Etanol Herba Seledri (Apium graveolens L.) terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus. Pharmacon. 9(2), 226.

Cobra, L. S. (2018). Aktivitas Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma longa Linn) terhadap Bakteri Staphylococcus aureu. Skripsi. Tulungagung : Stikes Karya Putra Bangsa.

Erwiyani, A. R., Luhurningtyas, F. P., & Sunnah, I. (2017). Optimasi Formula Sediaan Krim Ekstrak Etanol Daun Alpukat (Persea Americana Mill ) dan Daun Sirih Hijau (Piper Betle Linn). Cendekia Journal of Pharmacy. 1(1), 77–86.

Fitri, K., Khairani, T. N., Andry, M., Rizka, N., & Nasution, M. A. (2023). Uji Aktivitas Anti Jerawat Ekstrak Etanol Daun Seroja (Nelumbo nucifera G.) terhadap Bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus. Jouurnal of Pharmaceutical and Sciences. 6(1), 37–45.

Fitrianti, L., Oktavilantika, & Melia, D. (2022). Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Krim Ekstrak Daun Kopasanda (Chromolaena Odorata L.) terhadap Bakteri Propionibacterium acnes. PhamaCine, 03(01), 46–63.

Maimunah, S., Nasution, Z., & Amila. (2020). Pemanfaatan Ekstrak Daun urtica dioica l Sebagai Anti-Aging Alami Dalam Sediaan Krim. Journal Penelitan saintek. 25(2), 124-134

Majid, N. S., Yamlean, P. V. Y., & Citraningtyas, G. (2019). Formulasi Dan Uji Efektivitas Krim Antibakteri Ekstrak Daun Nangka (Artocarpus Heterophyllus Lam.) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus. Pharmacon, 8(1), 225-233.

Masyithoh, S. (2022). Uji Sifat Fisik dan Uji Daya Antiseptik Gel Handsanitizer Ekstrak Etanolik Kulit Buah Kakao (Theobrama kakao L.) terhadap Escherichia coli ATCC 25922. Skripsi. Semarang : Universitas Islam Sultan Agung.

Nurhaini, R., Arrosyid, M., & Putri, H. (2022). Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Deodoran Krim dengan Variasi Minyak Atsiri Bunga Kenanga (Cananga odorata var. Macrophylla) Sebagai Penghilang Bau Badan. Jurnal Ilmu Farmasi, 13(1), 20–30.

Nurvianthi, R. Y., Asmal, A., & Djafar, T. (2023). Formulasi Krim Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan) dengan Lilin Lebah Sumbawa. Jurnal Kesehatan Luwu Raya, 9(2), 73–80.

Rumayar, R. C., Yamlean, P. V. Y., & Siampa, J. P. (2020). Formulasi Dan Uji Aktivitas Antijamur Sediaan Krim Ekstrak Metanol Ketepeng Cina (Cassia alata L.) Terhadap Jamur Candida albicans. Pharmacon, 9(3), 365.

Rahayu, N. (2019). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Pagoda (Clerodendrum paniculatum L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Skripsi. Medan : Institut Kesehatan Helvetia.

Safitri, O. M., Nurhamidah, N., & Amir, H. (2018). Potensi Sitotoksik dan Antibakteri Ekstrak Daun Lopertea interrupta (L.) Chew (Jelatang Ayam) terhadap Staphylococcus aureus. Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Kimia, 2(2), 175–183.

Sahuleka, A. S. G., Edi, H. J., & Abdullah, S. S. (2021). Formulasi Sediaan Krim Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus. Pharmacon, 10(4), 1162–1168.

Sari, M., Kartika, Y., & Syahrina. (2022). Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Krim Ekstrak Etanol Buah Salak ( Salacca Zalacca ) pada Propionibacterium Acne. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(3), 254–261.

Sarmira, M.-, Purwanti, S.-, & Yuliati, F. N. (2021). Aktivitas antibakteri ekstrak daun oregano terhadap bakteri Escherichia coli dan Stapylococcus aureus sebagai alternatif feed additive unggas. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran, 21(1), 40–49.

Sembiring, P., Amar, A. A., & Sianipar, M. P. (2022). Formulasi Sediaan Cream dan Uji Aktivitas Antibakteri pada Ekstrak Etanol Kombinasi Kulit Pisang (Musa paradisiaca) dan Kulit Nanas (Ananas comosus) terhadap Bakteri Penyebab Jerawat Propionibacterium acnes. Jurnal Farmasi Dan Herbal, 5(1), 122–129.

Tuloli, R., Edy, H. J., & Jayanto, I. (2020). Formulasi Sediaan Krim Kombinasi Eksrak Daun Seledri (Apium graveolens L.) dan Daun Jati (Tecteno grandis Linn.F) Sebagai Antibakteri Terhadap Staphylococcus aureus. Jurnal Pharmacon, 9(2), 259–267.

Tungadi, R., Pakaya, M. S., & Ali, P. D. A. (2023). Formulasi dan Evaluasi Stabilitas Fisik Sediaan Krim Senyawa Astaxanthin. Journal Of Pharmaceutical Education (e-Journal), 3(1), 117–124.

Villiya, D. M., & Maimunah, siti. (2021). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Jelatang (Urtica Dioica L.) terhadap Bakteri Escherichia Coli. Jurnal Kimia Saintek Dan Pendidikan, 68(1), 1–12.

Published

2024-03-09

How to Cite

Purwanda, I. (2024). Formulasi Dan Uji Aktivitas Antibakteri Pada Krim Ekstrak Etanol Daun Jelatang (Urtica Dioica L.) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes. Indonesian Journal of Health Science, 4(1), 76–83. https://doi.org/10.54957/ijhs.v4i1.583

Issue

Section

Articles