Faktor–faktor yang berhubungan dengan tindakan Sectio Caesarea pada ibu bersalin di RSUD Kayu Agung tahun 2023
DOI:
https://doi.org/10.54957/ijhs.v5i3.1447Kata Kunci:
Berat bayi lahir, Riwayat section caesarea, Sectio caesarea, Usia kehamilanAbstrak
Menurut World Health Organization (WHO), pada tahun 2021, Sectio Caesarea secara global mencakup lebih dari 1 dari 5 seluruh kelahiran atau sekitar 21%. Pada tahun 2020 di Indonesia angka persalinan Sectio Caesarea sebanyak 20%. Pada tahun 2021 mencapai 24.6% dan pada tahun 2022 meningkat menjadi 28.2%. Faktor yang menyebabkan persalinan Sectio Caesarea yaitu terdiri dari faktor janin dan faktor ibu. Faktor janin terdiri dari bayi terlalu besar, kelainan letak, ancaman gawat janin, janin abnormal, faktor plasenta, kelainan tali pusat dan bayi kembar. Sedangkan faktor ibu terdiri dari usia, jumlah anak yang dilahirkan (paritas), keadaan panggul, penghambat jalan lahir, kelainan kontraksi rahim, ketuban pecah dini (KPD), dan Preeklampsia. Tujuan penelitian Diketahui hubungan usia kehamilan, berat bayi lahir dan riwayat Sectio Caesarea secara simultan dengan tindakan sectio caesarea di RSUD Kayu Agung tahun 2023. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin di RSUD Kayu Agung tahun 2023 yang berjumlah 882 orang. Teknik sampling menggunakan Systematoc Random sampling. Jumlah sampel 90 responden. Hasil uji chi square diperoleh tidak ada hubungan usia kehamilan secara parsial dengan tindakan Sectio Caesarea (p = 0.912), ada hubungan berat bayi lahir secara parsial dengan tindakan Sectio Caesarea (p = 0.043) dan ada hubungan riwayat Sectio Caesarea secara parsial dengan tindakan Sectio Caesarea (p = 0.000). Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk meningkatkan upaya mendeteksi kemungkinan tindakan persalinan dengan Sectio Caesarea yang ditinjau dari usia kehamilan, tafsiran berat janin dan riwayat Sectio Caesarea.
Referensi
Aisyah, Cahyani, N., Cahyani, A. N., Ki, J., Dewantara, H., & 10 Kentingan, N. (2023). Penerapan Mobilisasi Dini terhadap Penurunan Intensitas Nyeri pada Ibu Post Sectio Caesarea Maryatun Universitas ’Aisyiyah Surakarta. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES), 2(2), 58–73. https://doi.org/10.55606/jurrikes.v2i2.1688
Arda, D., & Hartaty, H. (2021). Penerapan Asuhan Keperawatan Post Op Section Caesarea dalam Indikasi Preeklampsia Berat. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(2), 447–451. https://doi.org/10.35816/jiskh.v10i2.631
Daniyati, A., & Mawaddah, S. (2021). Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Persalinan Dengan Tindakan Sectio Caesarea di Ruang Bersalin Rumah Sakit Tingkat IV Wira Bhakti Mataram. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Farmasi, 9(2), 14–18. https://doi.org/10.51673/jikf.v9i2.872
Fatma, H., Sulistyowati, P., & Ajiningtiyas, E. S. (2021). Pengaruh Teknik Relaksasi Napas Dalam Terhadap Intensitas Nyeri Pada Post Operasi Sectio Caesarea. Journal of Nursing & Health, 6(1), 15–24. http://jurnal.politeknikyakpermas.ac.id/index.php/jnh/article/view/142%0A
Febiantri, N., & Machmudah, M. (2021). Penurunan Nyeri Pasien Post Sectio Caesarea Menggunakan Terapi Teknik Relaksasi Benson. Ners Muda, 2(2), 31. https://doi.org/10.26714/nm.v2i2.6239
Fristika, Y. O. (2023). Analisa faktor yang berhubungan dengan tindakan persalinan Sectio Caesarea (SC) di Rumah Sakit Bhayangkara (Moh. Hasan) Palembang tahun 2022. Journal of Public Health Innovation, 3(02), 107–114. https://doi.org/10.34305/jphi.v3i02.732
Henniwati, H., Dewita, D., & Idawati, I. (2022). Pengaruh Foot Hand Massage Terhadap Nyeri Post Sectio Caesarea Di Blud Rsud Kota Langsa. Femina: Jurnal Ilmiah Kebidanan, 1(2), 30. https://doi.org/10.30867/fjk.v1i2.781
Jumatrin, N. F., Herman, H., & Pane, M. D. (2022). Gambaran Indikasi Persalinan Sectio Caesarea di RSUD Kota Kendari Tahun 2018. Jurnal Keperawatan, 6(01), 01–05. https://doi.org/10.46233/jk.v6i01.870
Kristanti, A. N., & Faidah, N. (2022). Tingkat Kecemasan Pada Pasien Preoperasi Sectio Caesarea di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR), 5(2), 110–116. https://doi.org/10.35473/ijnr.v5i2.1461
Lestari, P., Haniah, S., Utami, T., Studi Keperawatan Program Diploma III, P., Kesehatan, F., & Harapan Bangsa, U. (2021). Asuhan Keperawatan pada Ny. S dengan Masalah Risiko Infeksi Post-Operasi Sectio Caesarea di Ruang Bougenvile RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Seminar Nasional Penelitian Dan Pengabdia Kepada Masyarakat (SNPPKM), 462–470.
NAPISAH, P. (2022). Intervensi Untuk Menurunkan Nyeri Post Sectio Caesarea. HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 1(2), 92–100. https://doi.org/10.51878/healthy.v1i2.1113
Nasari, R. R. & dkk. (2022). Hubungan Komunikasi Terapeutik dengan Kecemasan Pasien Pre Operasi Sectio Caesarea (SC) di RSIA Ummu Hani Purbalingga. Jurnal Pengabdian Mandiri, 1(9), 1583–1592.
Rangkuti, N. A., Zein, Y., Batubara, N. S., Harahap, M. A., & Sodikin, M. A. (2023). Hubungan Mobilisasi Dini Post Sectio Caesarea Dengan Proses Penyembuhan Luka Operasi Di Rsud Pandan. Jurnal Education and Development, 11(1), 570–575. https://doi.org/10.37081/ed.v11i1.4563
Rejeki, S., Retno Santi, Y., Hidayati, E., & Rozikhan, R. (2022). Efektivitas Terapi Spritual Emotional Freedom Technique (Seft) Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Sectio Caesarea. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 13(2), 543–548. https://doi.org/10.26751/jikk.v13i2.1515
Sakti, W., Irianto, G., Widiyaningtyas, T., Afnan, M., Syah, A. I., Hadi, A. A., Fuadi, A., & Malang, U. N. (2023). Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Tindakan Persalinan Sectio Caesarea (SC) di Rsud Banyuasin Tahun 2024. 3(2), 2019–2024.
Santoso, A. I., Firdaus, A. D., & Mumpuni, R. Y. (2022). Penurunan Skala Nyeri Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Dengan Teknik Mobilisasi Dini. Jurnal Ilmiah Media Husada, 11(1), 97–104. https://ojs.widyagamahusada.ac.id/index.php/JIK/article/view/280/217
Solehati, T., Sholihah, A. R., Rahmawati, S., Marlina, Y., & Kosasih, C. E. (2022). Terapi Non-Farmakologi untuk Mengurangi Nyeri Persalinan Sectio Caesarea: Systematic Review. Jurnal Ilmiah Stikes Kendal, 14(Januari), 75–82.
Solekhudin, A. I., Ma’rifah, A. R., & Utami, T. (2022). Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik pada Pasien Post Sectio Caesarea. Journal of Management Nursing, 2(1), 177–183. https://doi.org/10.53801/jmn.v2i1.79
Suciawati, D. D. E., & Nuryani. (2021). The Relationship of Husband Support with Pre-sectio Caesarea Wife Anxiety in Hospital in 2020. Nusantara Hasana Journal, 1(2), 99–103.
Susanti, N. M. D., & Utama, R. P. (2022). Status Paritas dengan Tingkat Kecemasan Pada Ibu Pre Operasi Sectio Caesarea. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11, 297–307. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i2.752
Umum, S., Sinaga, H., Etty, C. R., Damanik, E., & Nababan, G. J. (2023). FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN TERHADAP PERSALINAN DENGAN KEJADIAN SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT UMUM DR.HADRIANUS SINAGA PANGURURAN. Jurnal Health Reproductive, 8(2), 13–23.
Yulianti, E., & Mualifah, L. (2022). Terapi Musik untuk Penurunan Nyeri Pada Pasien Post Op Sectio Ceasarea : : Literature Review. Jurnal Indonesia Sehat: Healthy Indonesian Journal, 1(2), 140–150. https://jurnal.samodrailmu.org/index.php/jurinse/article/view/44/32
Zuleikha, A. T., Sidharti, L., & Kurniawaty, E. (2022). Efek Samping Sectio Caesarea Metode ERACS (Literature Review). Medula, 11(1), 34.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Dhea Ananda, Erma Puspita Sari, Intan Sari, Arie Anggraini

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.








