Penentuan Biaya Detox Xylene Karsinogen Pada Pekerja Di Industri Sepatu Di Surabaya
DOI:
https://doi.org/10.54957/ijhs.v4i2.502Kata Kunci:
Biaya detox, CYP2E1, Glukuronat, Dosis efektif detoxAbstrak
Pendahuluan: xylene merupakan senyawa pelarut organic berbahaya yang sering ditemukan di perusahaan home industry sepatu yang digunakan sebagai salah satu bahan dalam penggunaan lem sepatu. Untuk mengurangi dan menghilangkan toksin Xylene dari dalam tubuh, dapat dilakukan melalui proses detoksifikasi. Salah satu pendekatan proses detoksifikasi adalah menggunakan makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung asupan makanan dan penentuan biaya detox pada makanan yang mengandung enzim CYP2E1 dan asam glukuronat yang dibutuhkan untuk mendetoksifikasi xylene. Metode: jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah 12 pekerja. Lokasi penelitian ini adalah di home industry sepatu Oso Wilangun, Surabaya. Variabelnya adalah berat badan, lama kerja (tahun), waktu kerja setiap hari (jam), dan waktu kerja dalam seminggu (hari) serta pengukuran konsentrasi. Setelah mendapatkan semua variabel di atas, intake xylene, massa detox dan biaya detox per responden dapat dihitung. Kemudian, dosis efektif dan biaya yang diperlukan untuk makanan yang mengandung enzim CYP2El dan asam glukuronat akan diperoleh. Hasil: Semua responden yang berada di tempat kerja menunjukkan konsentrasi Xylene di bawah Nilai Ambang Batas (NAB). Responden dengan biaya detox xylene paling tinggi adalah responden dengan konsentrasi paparan tertinggi serta masa kerja dan waktu kerja yang lama. Kesimpulan: Tingkat kecukupan enzim masing-masing responden berbeda. Tingkat biaya detox masing-masing responden tergantung pada dosis efektif, harga makanan, konsentrasi xylene, masa kerja dan waktu kerja. Setiap responden dapat memilih makanan tergantung pada kebutuhan dan selera mereka.
Referensi
Adams, J. B. (2011). Nutritional and metabolic status of children with autism vs neurotypical children and the association with autism severity. Journal Nutrition and Metabolism, 8,
Agency of Toxic Substance and Disease Registry, ATSDR. (2007), Toxicology Profile of Xylene. U.S. Department Of Health And Human Services. Public Health Service Agency for Toxic Substances and Disease Registry
Amien, M. S. M., Suwando, A. dan Jayanti, S. 2015. Hubungan Paparan Toluene Dengan Gangguan Fungsi Hati Pada Pekerja Bagian Pengecatan Sebuah Industri Karoseri Di Magelang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Vol 3 (1) : 395-404.
Cahyana, G.H., Sukrisna, A., dan Mulyani, T. 2015. Hubungan Paparan Xylene Dan Methyl Hippuric Acid Pada Pekerja Informal Pengecatan Mobil Di Karasak, Bandung. CR Journal | Volume 1 No. 1 : 79-94
Jacobson, G, A. and McLean S. 2003. Biological Monitoring of Low Level Occupational Xylene Exposure and the Role of Recent Exposure. British Occupational Hygiene Society. Vol. 47 (4) : 331–336
Kirkeleit, J., Riise, T., Gjertsen, B.T., Moen, B.E., Bratveit, M. and Bruserud. 2008. Effects of benzene on human hematopoiesis. The Open Hematology Journal. Vol 2 : 87-102
Lisnawati, R.M., Lestari, U., dan Amin, M. 2016. Analisis Profil Protein Autis Berbasis Bioinformatika Sebagai Bahan Sosialisasi Bagi Masyarakat Di Kota Malang Tentang Potensi Penyebab Autis. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia. Vol 2 (3) : 292-299
Morimoto, M., Zern, M. A., Hagbjork, A. L., Ingelman-~Undber, M., and French, S. W. 1994. Fish Oil, Alcohol, and Liver Pathology: Role of Cytochrome P450 2E1. P.S.E.B.M., Vol 207 : 197-205
Tualeka, A. R., dan Nadhiroh, S. R. 2019. Detoxifying of Nicotine in Smoker with Consumption of Food Containing CYP 2A6 Enzyme from Beef Liver. Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology. Vol. 13 (1) : 350-154
Tualeka, A. R., Rahmawati, P., Ahsan, Russeng, S. S., Sukarmin, Wahyu, A. 2020. Prediction of The Needs for Benzene Detox with Foods Intake Containing CYP2El Enzyme, Sulfation, and Glutathione at Gas Stations Pancoranmas Depok, Indonesia. Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology. Vol. 14 (1) : 118-123
Wahyuni, S. 2019. Analisis Pendapatan Usahatani Alpukat Di Kecamatan Banding Agung Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. JASEP, Vol. 5(1) : 69-73
Wibisono, F. J. dan Solfaine, R. 2015. Insiden Hewan Qurban Sebagai Vektor Penular Penyakit Cacing Hati (Fasciolosis) Di Surabaya. Jurnal Kajian Veteriner Desember 2015 Vol. 3 No. 2 : 139-146
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Riza Irianingtyas

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.







