Evaluasi Dan Outcome Terapi Penggunaan Antibiotik Profilaksis Pada Pasien Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring Jakarta

Penulis

  • Mutawalli Sjahid Latief Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal (ISTA) Jakarta
  • Lutfi Destian Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal (ISTA) Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.54957/ijhs.v4i1.732

Kata Kunci:

Cesarean Section, Gyssens, Prophylactic Antibiotics

Abstrak

Background: Penggunaan antibiotik profilaksis pada saat operasi sesar telah terbukti mengurangi risiko infeksi luka, Intensnya penggunaan dan penyalahgunaan antibiotik tidak diragukan lagi, merupakan faktor utama yang terkait dengan tingginya jumlah bakteri patogen, untuk mengurangi dampak dan membatasi penyebaran resistensi salah satunya dengan penggunaan obat antimikroba secara rasional, komplikasi yang paling sering terjadi pada operasi adalah sectio saesarea timbulnya demam diserta naiknya angka leukosit. Tujuan: untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien Sectio Caesarea secara kualitatif menggunakan metode gyssens dan untuk mengetahui outcome terapi penggunaan antibiotik profilaksis setelah operasi sesar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan pendekatan cross sectional, pengambilan data dilakukan secara retrospektif, berupa data rekam medis sebanyak 84 pasien di rumah sakit Muhammadiyah Taman Puring Jakarta. Hasil: evaluasi menggunakan gyssens menunjukkan bahwa penggunan antibiotik profilaksis pada pasien sectio caesarea di rumah sakit Muhammadiyah Taman Puring Jakarta sudah tepat obat dan dosis sesuai pedoman, namun terdapat penggunaan antibiotika profilaksis yang terlalu lama (III A)  68%, ada antibiotik yang lebih murah (IV C) 22%, ada antibiotik lain yang spektrumnya lebih sempit (IV D) 6% dan penggunaan antibiotik tidak tepat waktu (I) 4%, sedangkan berdasarkan outcome terapi setelah operasi sesar menunjukkan angka leukosit <11.000/mcL dan suhu tubuh <37,5°C sehingga cefazolin, cefuroxime, ceftriaxone, cefotaxime memiliki efektivitas yang sama. Kesimpulan: penggunaan obat yang terlalu lama perlu menjadi perhatian pada penggunaan antibiotika profilaksis pada pasien Sectio Caesarea.

Referensi

Abdel Jalil, M. H., Abu Hammour, K., Alsous, M., Awad, W., Hadadden, R., Bakri, F., & Fram, K. (2017). Surgical site infections following caesarean operations at a Jordanian teaching hospital: Frequency and implicated factors. Scientific Reports, 7(1), 12210. https://doi.org/10.1038/s41598-017-12431-2

ACOG. (2018). ACOG Guidance: Antibiotic Prophylaxis during Labor and Delivery. https://www.obgproject.com/2018/08/29/acog-guidance-antibiotic-prophylaxis-during-labor-and-delivery/

Dohou, A. M., Buda, V. O., Yemoa, L. A., Anagonou, S., Van Bambeke, F., Van Hees, T., Dossou, F. M., & Dalleur, O. (2022). Antibiotic Usage in Patients Having Undergone Caesarean Section: A Three-Level Study in Benin. Antibiotics, 11(5), 617. https://doi.org/10.3390/antibiotics11050617

Harwiyanti, N. T., Nugraha, D. P., & Amalia, A. (2022). Analisis Efektivitas Cefazoline dan Ceftriaxone sebagai Antibiotik Profilaksis Bedah Sesar di RSIA Trisna Medika Tulungagung Periode Oktober–Desember 2021. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 4(5), 500–510. https://doi.org/10.25026/jsk.v4i5.1272

Hedwige Saint Louis. (2023). Cesarean Delivery. Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/263424-overview?form=fpf

Kementerian Kesehatan. (2011). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1171/Menkes/Per/Iv/2011 Tahun 2011 Tentang Sistem Informasi Rumah Sakit. Sistem Informasi Rumah Sakit.

Kementerian Kesehatan. (2015). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2015 Program Pengendalian Resistensi Antimikroba Di Rumah Sakit.

Kementerian Kesehatan. (2023). Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Lakip) Direktorat Gizi Dan Kesehatan Anak (Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Tahun 2022). https://gizikia.kemkes.go.id/assets/file/pedoman/LAKIP GIKIA_TA 2022.pdf

Kementrian Kesehatan. (2011). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2406/Menkes/Per/Xii/2011.

Kementrian Kesehatan. (2024). Agar Ibu dan Bayi Selamat. Sehatnegeriku.Kemkes. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/blog/20240125/3944849/agar-ibu-dan-bayi-selamat/

Mank, V., Azhar, W., & Brown, K. (2024). Leukocytosis. In StatPearls. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32809717/

Maryuni, M. (2020). Hubungan Karakteristik Ibu Bersalin dengan Nyeri Persalinan. Journal of Health Science and Physiotherapy, 2(1), 116–122. https://doi.org/10.35893/jhsp.v2i1.42

NHSN. (2024). National Healthcare Safety Network (NHSN) Patient Safety Component Manual.

Rahmawati, M., & Wijayanti, Y. (2023). Hubungan Durasi Bermain Online Games dengan Gangguan Tidur pada Pelajar SMA Mardisiswa di Era Pandemi COVID-19. Media Gizi Kesmas, 12(1), 374–378. https://doi.org/10.20473/mgk.v12i1.2023.374-378

Raval, R., & Shrivastava, S. (2022). Comparison of single dose cefuroxime and multiple dose ceftriazone in elective caesarean section. International Journal of Reproduction, Contraception, Obstetrics and Gynecology, 11(5), 1408. https://doi.org/10.18203/2320-1770.ijrcog20221268

Reiff, E. S., Habib, A. S., Carvalho, B., & Raghunathan, K. (2020). Antibiotic prophylaxis for cesarean delivery: A survey of anesthesiologists. Anesthesiology Research and Practice. https://doi.org/10.1155/2020/3741608

Sukma, Dwi Rani, R. D. P. S. (2020). Pengaruh Faktor Usia Ibu Hamil Terhadap Jenis Persalinan di RSUD DR. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Medical Jurnal Of Lampung University, Vol 9, No.

Tan, X., Liu, S., Song, L., & Sun, A. (2020). Effects of antibiotics on prevention of infection, white blood cell counts, and C-reactive protein levels at different times in the perioperative period of cesarean section. Int. Journal of Clinical Pharmacology and Therapeutics, 58(06), 310–315. https://doi.org/10.5414/CP203647

Ulfa et.al. (2019). Analisis Efektifitas Cefazoline, Ceftriaxone, Cefotaxime Sebagai Antibiotik Profilaksis Pada Pasien Sectio Caesarea. As-Syifaa Jurnal Farmasi, Vol 11, No. https://doi.org/10.56711/jifa.v11i2.567

Wang, X., Zhang, Y.-Y., & Xu, Y. (2022). Pregnancy-induced leukocytosis: A case report. World Journal of Clinical Cases, 10(36), 13349–13355. https://doi.org/10.12998/wjcc.v10.i36.13349

WHO. (2021). WHO recommendation on prophylactic antibiotics for women undergoing caesarean section.

Zunnita, O., Sumarny, R., & Kumalawati, J. (2019). Pengaruh Antibiotika Profilaksis Terhadap Kejadian Infeksi Luka Operasi. Fitofarmaka: Jurnal Ilmiah Farmasi, 8(1), 39–44. Https://Doi.Org/10.33751/Jf.V8i1.1170

Unduhan

Diterbitkan

21-02-2024

Cara Mengutip

Sjahid Latief, M., & Destian, L. (2024). Evaluasi Dan Outcome Terapi Penggunaan Antibiotik Profilaksis Pada Pasien Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring Jakarta. Indonesian Journal of Health Science, 4(1), 28–39. https://doi.org/10.54957/ijhs.v4i1.732

Terbitan

Bagian

Articles