From the P2SK Law to its amendment

A combined analysis of the legal politics of financial services supervision under Laws No. 4 of 2023 and No. 4 of 2026

Penulis

  • Theresia Septrina Tobing Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.54957/jolas.v6i5.2460

Kata Kunci:

Accountability, Financial services supervision, Independence, Legal politics, P2SK Law

Abstrak

This study examines the legal politics of financial-services supervision in Indonesia across Law No. 21 of 2011 on the Financial Services Authority (OJK), Law No. 4 of 2023 on Financial Sector Development and Strengthening, and its 2026 amendment. Using normative legal research with statutory, conceptual, and case approaches, it analyzes Constitutional Court Decisions No. 59/PUU-XXI/2023 and No. 85/PUU-XXII/2024, legislative materials, and official supervisory reports. The analysis identifies three phases: institution-building in 2011; expansion of regulatory and enforcement powers in 2023; and recalibration in 2026 through shared investigative authority, sector-specific restorative justice, an expanded supervisory perimeter, and parliamentary performance evaluation. The article develops an accountable-independence framework drawing on international standards for financial supervisors. It argues that accountability is legitimate when it concerns transparent reporting, aggregate performance, governance, and use of resources, but becomes problematic when binding recommendations or prior legislative approval can influence technical supervisory decisions or individual enforcement cases. The constitutional position of Bank Indonesia requires separate consideration under Article 23D of the 1945 Constitution, while OJK’s institutional design must be read alongside its statutory mandate and the constitutional economic framework. OJK data for 2024 illustrate supervisory activity but do not establish a causal improvement attributable to the 2023 law because comparable pre-2023 time-series data were not analyzed. The study concludes that the 2026 amendment reflects both constitutional correction and broader policy choices extending beyond the judgments that prompted legislative action. Sustainable supervision therefore requires clear competence allocation, transparent and meaningful legislative processes, judicial review, and safeguards against political interference in individual technical decisions.

Referensi

Bisnis.com. (2025a, October 2). RUU P2SK: Apa dampak evaluasi DPR ke BI, OJK, dan LPS? https://ekonomi.bisnis.com/read/20251002/9/1916896/ruu-p2sk-apa-dampak-evaluasi-dpr-ke-bi-ojk-dan-lps,

Bisnis.com. (2025b, January 4). Putusan MK: Menkeu tak berwenang intervensi anggaran LPS. https://finansial.bisnis.com/read/20250104/90/1828793/putusan-mk-menkeu-tak-berwenang-intervensi-anggaran-lps.

Fortune Indonesia. (2026). Revisi UU P2SK sah, ekonom sorot independensi BI dan kepercayaan pasar. https://www.fortuneidn.com/news/revisi-uu-p2sk-sah-ekonom-sorot-independensi-bi-dan-kepercayaan-pasar-00-6cmtl-16b623.

Hukumonline. (2026). Putusan MK dan implikasinya terhadap kewenangan penyidikan dalam RUU P2SK. https://www.hukumonline.com/berita/a/putusan-mk-dan-implikasinya-terhadap-kewenangan-penyidikan-dalam-ruu-p2sk-lt698ea07f4fe6e.

Ismaliyah, M. (2013). Makna keuangan negara dalam pasal-pasal UUD 1945 dan implikasinya terhadap pengelolaan keuangan negara. Jurnal Hukum Keuangan Negara, 1(2), 123–140. https://media.neliti.com/media/publications/557870-makna-keuangan-negara-dalam-pasal-pasal-e492d252.pdf.

Katadata. (2026). Revisi UU P2SK: Menambah tameng krisis atau risiko baru? https://katadata.co.id/indepth/telaah/6a3a6895596ce/revisi-uu-ppsk-menambah-tameng-krisis-atau-risiko-baru.

Kementerian Hukum Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. (2026). Tok! Pemerintah dan DPR sepakati perubahan UU P2SK. https://djpp.kemenkum.go.id/publikasi/indeks-berita/tok-pemerintah-dan-dpr-sepakati-perubahan-uu-p2sk.

Mahfud, M. D. (2001). Politik hukum di Indonesia. Pustaka LP3ES Indonesia.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2018). Putusan Nomor 102/PUU-XVI/2018 tentang pengujian Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2023). Putusan Nomor 59/PUU-XXI/2023 tentang pengujian Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2025). Putusan Nomor 85/PUU-XXII/2024 tentang pengujian Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.

Otoritas Jasa Keuangan. (2025). Siaran pers: Pengembangan dan penguatan sektor jasa keuangan untuk sektor jasa keuangan yang stabil dan berdaya tahan. https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/RDKB-Desember-2024.aspx.

Rahardjo, S. (2007). Ilmu hukum. Citra Aditya Bakti.

Rahmawati, D. (2023). Tugas dan kewenangan Otoritas Jasa Keuangan dalam pengawasan sektor jasa keuangan pasca UU P2SK. Mizan: Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah, 7(2), 101–120. https://ojs.daarulhuda.or.id/index.php/MHI/article/download/1555/1693.

Sari, N. P. (2018). Kewenangan pengaturan dan pengawasan perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia. Acta Diurna, 14(2), 150–168. https://jurnal.fh.unpad.ac.id/index.php/acta/article/download/158/116/.

Sinaga, R. (2023). Analisis tugas dan fungsi pengawasan Otoritas Jasa Keuangan dalam sistem keuangan Indonesia. Jurnal Hukum dan Pembangunan Ekonomi, 5(1), 55–78. http://scholar.unand.ac.id/486105/.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 111, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5253.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 4, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6845.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2026 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 7180.

Unduhan

Diterbitkan

27-10-2026

Cara Mengutip

Tobing, T. S. (2026). From the P2SK Law to its amendment: A combined analysis of the legal politics of financial services supervision under Laws No. 4 of 2023 and No. 4 of 2026. Journal of Law, Administration, and Social Science, 6(5), 412–432. https://doi.org/10.54957/jolas.v6i5.2460

Terbitan

Bagian

Articles