Evaluasi Pemberian Komunikasi, Informasi Dan Edukasi (KIE) Obat Terhadap Tingkat Kepuasan Konsumen Di Apotek Nusa Cendana Jatirogo
DOI:
https://doi.org/10.54957/jolas.v3i2.541Kata Kunci:
Apotek, Kepuasan, KIEAbstrak
Komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) merupakan pelayanan yang diberikan kepada konsumen yang. Apotek merupakan tempat pelayanan kefarmasian yang digunakan sebagai tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh seorang apoteker. Komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) merupakan pelayanan yang diberikan kepada konsumen yang bertujuan untuk menyampaikan informasi dan mengedukasi dalam penggunaan obat dalam mencegah medication error (kesalahan dalam penggunaan obat). Pengukuran tingkat kepuasan konsumen menggunakan skala likert diharapkan hasil identifikasi dalam penelitian ini dapat membantu memperbaiki kualitas pelayanan khususnya pemberian KIE kepada konsumen. Dikarenakan belum ada penelitian yang dilakukan mengenai evaluasi pemberian KIE obat terhadap tingkat kepuasan konsumen di Apotek Nusa Cendana Jatirogo, maka perlu dilakukan penelitian. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Nusa Cendana setelah diberikan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE). Desain penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif, dengan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling (sampel yang kebetulan ada) dan instrumen penelitan menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilakukan kurang lebih 2 bulan April-Mei dengan mendapatkan responden sebanyak 100 orang. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah menggunakan SPSS dan Microsoft Excel. Penelitian ini ditunjukkan menggunakan 5 parameter tingkat kepuasan yaitu, bukti langsung, keandalan, ketanggapan, jaminan dan kepedulian. Tingkat kepuasan konsumen di Apotek Nusa Cendana Jatirogo Tahun 2023 terhadap pelayanan KIE obat oleh petugas apotek didapatkan hasil Sangat Puas 72 orang (72%), Puas 28 orang (28%). Uji karakteristik responden yaitu berdasakan usia, jenis kelamin dan pekerjaan responden tidak mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen di Apotek Nusa Cendana Jatirogo Tahun 2023.
Referensi
Abdullah dan Tantri. (2015). Manajemen Pemasaran. 2.
Arifiyanti, A. L. dan Djamaludin, R. (2017). Upaya Peningkatan Kepuasan Pasien di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Surabaya. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo, 3, 1.
Atta NS., D. (2016). Kekuatan Pembuktian Rekam Medis Konvensional dan Elektronik. Magister Hukum Kesehatan., Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.
Depkes RI Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47. (2016). Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Glantaria, Y., Arie, B. (2018). Evaluasi Pelayanan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) Obat di Apotek Shen Jaya Donomulyo. Akademi Farmasi Putra Indonesia Malang, March, 1–10.
Jayanti, N. D. (2016). Kualitas Pelayanan (Reliability, Responsiveness, Assurance, Emphaty, Tangibles ) Di Legend Premium Coffee Yogyakarta. Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Untuk, 1–97.
Nuryati. (2017). Farmakologi. Jakarta: Kementrian Kesehatan Repubik Indonesia.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
Tuwongena, B. M., Karauwan, F. A., Lumy, D. R., & Saroinsong, Y. F. (2021). Penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Di Kecamatan Tobelo Kota Kabupaten Halmahera Utara. Biofarmasetikal Tropis, 4(2), 15–24. https://doi.org/10.55724/j.biofar.trop.v4i2.340
Yuniar, Y., & Handayani, R. S. (2016). Kepuasan Pasien Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional terhadap Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 6(1), 39–48. https://doi.org/10.22435/jki.v6i1.5468.39-48
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Isa Maf’ula, Ainu Zuhriyah, Abdul Basith

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.








