Implementasi Kebijakan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Pada Sekolah Menengah Kejuruan: Studi Kasus Di Provinsi Banten
DOI:
https://doi.org/10.54957/jolas.v4i5.880Kata Kunci:
BLUD, Fleksibilitas, Pengelolaan Keuangan, Sekolah Menengah Kejuruan, TransparansiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai kesiapan implementasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Banten. Tujuan utama dari implementasi BLUD adalah untuk meningkatkan fleksibilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan sekolah, serta menciptakan kemandirian sekolah dalam memberikan layanan pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus kualitatif, melibatkan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Wawancara dilakukan dengan berbagai pemangku kepentingan seperti kepala sekolah, guru, staf administrasi, dan mitra industri untuk mengumpulkan data tentang kesiapan implementasi BLUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting di Provinsi Banten dinilai mendukung penerapan BLUD. Studi ini juga menjelaskan kriteria penerapan BLUD berdasarkan Permendagri 79 tahun 2018, yang mengklasifikasikan sekolah-sekolah ke dalam cluster A, B, dan C berdasarkan tingkat kesiapan mereka. Beberapa sekolah telah diidentifikasi sebagai sekolah rujukan untuk rencana implementasi BLUD di Provinsi Banten. Sekolah-sekolah rujukan ini dikategorikan berdasarkan kondisi eksisting mereka untuk memandu proses implementasi bertahap.
Referensi
Abdullah, F. (2021). Meningkatkan Kompetensi peserta didik melalui model pembelajaran Teaching Factory dalam mata pelajaran produktif SMK di Aceh Timur. Journal of Education Science, 6(2), 157–164.
Amany, T. S., Maharani, D. P., & Firmansyah, A. (2020). PERAN PENDAPATAN DAN UKURAN BADAN LAYANAN UMUM TERHADAP AKREDITASI BADAN LAYANAN UMUM PENDIDIKAN DI INDONESIA. Jurnal Pajak Dan Keuangan Negara (PKN), 2(1), 78–89. https://doi.org/10.31092/jpkn.v2i1.1004
Bala, R. P. (2023). FLEKSIBILITAS BADAN LAYANAN UNIT DAERAH (BLUD) DAN IMPLEMENTASINYA UNTUK MUTU DAN DAYA SAING. JANAKA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KEWIRAUSAHAAN INDONESIA, 4(2), 40–46. https://doi.org/https://doi.org/10.36600/janaka.v4i2.349
Baskoro, F., Rohman, M., Muslim, S., Anifah, L., Buditjahjanto, I. A., & Suprianto, B. (2022). Teaching Factory Management in the Edutel Sector at SMK Negeri 1 Surabaya. In Proceeding Series of International Conference on Arts and Humanities (Vol. 2).
Creswell, W. J. (2015). Penelitian Kualitatif & Desain Riset. Pustaka Belajar.
Godda, H. (2018). Free Secondary Education and the Changing Roles of the Heads of Public Schools in Tanzania: Are They Ready for New Responsibilities? Open Journal of Social Sciences, 06(05), 1–23. https://doi.org/10.4236/jss.2018.65001
Kristanto, K., Kuat, T., & Noor, B. (2023). The Contribution Teaching Factory On Practical Learning Process, Production Process And Vocational School Quality. Journal of Social Science (JoSS), 2(5), 446–455. https://doi.org/10.57185/joss.v2i5.72
Mahfuda, A. N. (2022). Studentpreneur pada Pembelajaran Kemandirian Wirausaha Siswa-siswi Kelas XII Agribisnis dan Holtikultura di SMK Negeri 5 Jember. Jurnal Pengabdian Masyarakat Manage, 3(2), 98–111.
Mayasari, S. (2020). INDONESIAN LANGUAGE EDUCATION POLICY IN RELATION TO THE NATIONAL EDUCATION GOALS: A THEORETICAL PERSPECTIVE. The Journal of English Literacy Education: The Teaching and Learning of English as a Foreign Language, 6(2), 81–93. https://doi.org/10.36706/jele.v6i2.10076
Nugrahani, F. (2014). Metode penelitian kualitatif. Cakra Books.
Nuryanto, A., & Eryandi, K. Y. (2020). The 21st Century Ideal Skills for Vocational High Schools. Proceedings of the International Conference on Educational Research and Innovation (ICERI 2019). https://doi.org/10.2991/assehr.k.200204.026
Prianto, A. (2022). The effect of the implementation of teaching factory and its learning involvement toward work readiness of vocational school graduates.
Saputro, I. N. (2024). Literature Review of The Development of a Green Campus Teaching Factory-Based Learning Model in Vocational Schools in Indonesia. QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Agama, 16(1), 65–76. https://doi.org/10.37680/qalamuna.v16i1.3438
Shaturaev, J. (2021). Indonesia: superior policies and management for better education (Community development through Education). Архив Научных Исследований, 1(1).
Si’lang, I. L. S., Hasid, Z., & Priyagus, P. (2019). Analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap indeks pembangunan manusia. Jurnal Manajemen, 11(2), 159–169. https://doi.org/https://doi.org/10.30872/jmmn.v11i2.5953
Sudiyono, S., Fajarini, C. D., Parwanto, P., Perdana, N. S., & Waspodo, R. M. (2019). Teaching factory: upaya peningkatan mutu lulusan dan strategi pendanaan di SMK.
Suharno, Pambudi, N. A., & Harjanto, B. (2020). Vocational education in Indonesia: History, development, opportunities, and challenges. Children and Youth Services Review, 115, 105092. https://doi.org/10.1016/j.childyouth.2020.105092
Suriani, N., Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Konsep Populasi dan Sampling Serta Pemilihan Partisipan Ditinjau Dari Penelitian Ilmiah Pendidikan. Jurnal IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 24–36. https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2.55
Yin, R. K. (2009). Case study research: Design and method (edisi ke-4). Sage Publication.
Yulius Hari, Darmanto, D., Paramitha, M. P., & Minny Elisa Yanggah. (2023). Design of a Mini Bank Service System for Regional Public Service Agencies (BLUD) in Vocational High Schools. Indonesian Journal of Society Development, 2(2), 81–88. https://doi.org/10.55927/ijsd.v2i2.3084
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Akhmad Amirudin, Akil Fitra Sholakodin, Dewi Ariyanti Sofie, Dea Avriliya Maharani, Aissyah Nabila Anjani, Catherine Eugene Natasha, Markus Mario Rolas Patiar Batuara, Eva Fadilah Ramadhani

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.








