Penggunaan Baja Ringan Sebagai Pengganti Kayu Untuk Konstruksi Atap Rumah Sederhana
DOI:
https://doi.org/10.54957/pengmasku.v4i1.806Keywords:
Atap Rumah, Baja Ringan, MaterialAbstract
Dalam membangun bangunan tempat tinggal seperti rumah sederhana, keberadaan atap menjadi syarat utama yang harus ada. Salah satu kriteria atap rumah yang baik adalah bahannya bagus sehingga tahan terhadap cuaca, tahan lapuk, dan tidak mudah mengalami penyusutan (memuai atau melengkung). Umumnya atap rumah terbuat dari kayu yang dinilai lebih kuat, di sisi lain situasi yang terjadi saat ini adalah kondisi hutan sebagai kawasan penghasil kayu terus memburuk karena tereksploitasi penggunaannya. Hal ini juga berdampak pada kualitas kayu yang kuat sehingga semakin sulit didapat dan harganya pun melambung tinggi. Perkembangan teknologi di bidang bahan bangunan telah memungkinkan untuk menggunakan material baja ringan untuk atap rumah. Baja ringan semakin banyak digunakan untuk atap perumahan karena tahan cuaca, stabil secara dimensi, dan tidak mudah lapuk dimakan rayap. Dari segi ekonomi, harga atap rumah baja ringan relatif lebih murah jika dibandingkan dengan harga atap rumah kayu dengan spesifikasi sebanding. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengenalkan penggunaan baja ringan sebagai pengganti kayu pada konstruksi atap rumah kepada mahasiswa. Metode pelaksanaan PKM ini adalah pemberian materi terdiri dari pengenalan terkait dengan industri baja ringan, manfaat penggunaan baja ringan, dan tipe-tipe baja ringan. Hasil evaluasi dari PKM ini adalah dengan sesi tanya jawab antara mahasiswa dengan pemateri untuk memberikan pengetahuan yang lebih luas diluar materi yang telah diberikan. Dengan adanya kegiatan PKM ini diharapkan dapat memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai alternatif atap rumah kayu dan memberikan pengetahuan lebih dalam mengenai manfaat atap baja ringan.
References
Akmal, S. (2020). Potret Deforestasi Indonesia dalam Fotografi Konseptual.
Damayanti, J., Nelfia, L. O., & Irlan, A. O. (2022). Percontohan Pintu Beton Ringan Sebagai Alternatif Pengganti Pintu Kayu Di Kampung Adat Desa Sinar Resmi Cisolok Sukabumi. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Abdi Putra, 2(3), 138–150.
Hartono, W., & A, S. S. (2015). Pemilihan Alternatif Jenis Konstruksi Rangka Atap Dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process ( AHP ). 492–497.
Irpan, Mangontan, R., & Alpius. (2020). Pemanfaatan Batu Gunung Ambeso Pada Campuran AC-Base. Paulus Civil Engineering Journal, 2(1), 58–62. https://doi.org/10.52722/pcej.v2i1.122
Jasuli, D. (2014). Perbandingan Konstruksi Atap Kayu dengan Atap Beton Ditinjau dari Segi Biaya. 2(2), 15–21.
Pangaribuan, M. R. (2014). Baja Ringan sebagai Pengganti Kayu dalam Pembuatan Rangka Atap Bangunan Rumah Masyarakat. 2(4).
Purnomo, R. A. (2016). Ekonomi Kreatif Pilar Pembangunan Indonesia. Ziyad Visi Media.
Sharon, S. S., & Paranoan, S. (2020). Refleksi Rumah Adat Ammatoa dalam Akuntabilitas Organisasi. 11(1), 59–76.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Raafi Widyaputra Yulianyahya, Debby Syafriyandi, Christian Dwi Putra Widjaya, Ansadilla Niar Sitanggang, Arfilian Permana Putra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








