Studi etnozoologi pemanfaatan hewan yang digunakan oleh penyehat tradisional sebagai pengobatan di Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan
DOI:
https://doi.org/10.54957/ijhs.v5i6.1992Kata Kunci:
etnozoologi, Hewan Obat, Penyehat Tradisional, Pengobatan TradisionalAbstrak
Etnozoologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia, biota dan lingkungan sekitar yang meliputi tentang pengetahuan masyarakat mengenai sumber daya hewan yang dapat dimanfaatkan sebagai hewan obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data hewan apa saja yang digunakan oleh penyehat tradisional, bagian yang digunakan, cara pengolahan, cara penggunaan, aturan pakai, penyakit yang dapat diobati dan efek samping dari hewan obat sebagai alternatif pengobatan tradisional yang digunakan oleh penyehat tradisional di Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan pendekatan observasional deskriptif. Dari hasil wawancara yang sudah dilakukan terdapat sebanyak 24 jenis hewan obat yang digunakan sebagai pengobatan tradisional di Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan. Dari 17 orang penyehat tradisional yang ada di Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan didapatkan bagian-bagian hewan yang digunakan sebagai pengobatan tradisional, yaitu seluruh bagian dari hewan, lendir, air liur, daging, minyak dan juga hati. Cara pengolahannya direbus, dipanggang, disop, dan dimakan langsung. Cara penggunaannya ditempelkan langsung ke kulit, diminum, dimakan secara langsung. Penyakit yang dapat disembuhkan dengan menggunakan hewan obat tersebut meliputi sakit digigit lipan, untuk menyedot darah kotor, sesak nafas, kejang-kejang, malaria, malaria tipes, luka setelah operasi, batuk, batuk menahun, batuk disertai sesak nafas, bisul ditelapak kaki, anak-anak yang masih kencing dalam celana (ngompol), digigit ular, gatal-gatal, angin duduk, sakit mata, kekurangan gizi, kesat (terlambat tumbuh kembang anak), sulit hamil dan asma.
Referensi
Afriyansyah, B., Hidayati, N. A., & Aprizan, D. H. (2016). Pemanfaatan Hewan Sebagai Obat Tradisional oleh Etnik Lom di Bangka. Jurnal Penelitian Sains, 18(2), 66–74.
Asikin, A. N., & Kusumaningrum, I. (2017). Edible Portion dan Kandungan Kimia Ikan Gabus (Channa Striata) Hasil Budidaya Kolam di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Ziraa’ah Majalah Ilmiah Pertanian, 42(3), 158–163.
Asthami, N., Estiasih, T., & Maligan, J. M. (2016). Mie Instan Belalang Kayu (Melanoplus cinereus): Kajian Pustaka Instant Noodle from Wood Grasshopper (Melanoplus cinereus): A Review. Jurnal Pangan Dan Agroindustri, 4(1), 238–244.
Damayanti, N., Prasetyo, A. P., Safitri, N. F. A., Perdana, R., Setiawan, E., & Ujilestari, T. (2020). Analisis Lendir Bekicot Sebagai Obat Alternatif Bagi Manusia. NECTAR: Jurnal Pendidikan Biologi, 1(2), 9.
Dina, K. P., Anwari, M. S., & Riyono, J. N. (2021). Etnozoologi Suku Dayak Kantuk Untuk Pengobatan Di Desa Palapulau Kecamatan Putussibau Utara Kabupaten Kapuas Hulu. Jurnal Hutan Lestari, 8(4), 802. Dipa, F., Syafutra, R., Dalimunthe, N. P., & Priyansah, S. (2023). Pemanfaatan Satwa Liar Sebagai Obat Tradisional Di Desa Parit Padang, Kabupaten Bangka. Conserva, 1(1), 14–22.
Elfita, L. (2014). Analisis Profil Protein dan Asam Amino Sarang Burung Walet (Collocalia fuchiphaga)Asal Painan. Jurnal Kimia VALENSI, 4(1).
Failisnur dan Silfia et al., 2012. (1875). The Effect of Pre Treatment to The Macro Nutrient Content of Eel Rendang. 2(1), 19–26. 3.
Fatimatuzzahro, N., & Prasetya, R. C. (2021). Potensi Ekstrak Sutra Laba-Laba Argiope modesta 5% Sebagai Bahan Anti Inflamasi pada Luka Gingiva Tikus Wistar. Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students, 5(2), 133–139.
Febriani, D. A., & Indriyanti, N. (2024). Anti-Inflammatory And Analgesic Activity Reticulated Python Fat Oil In Vivo Evaluation. 6(1), 106–114.
Fitria, B., Wiwin Lastyana, Novia Zuriatun Sholehah, & Christine Angelica. (2023). Penerapan Lima Pilar Program Penanganan Stunting melalui Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DAHSAT) dengan Pemanfaatan Keberlimpahan Pangan Lokal Keong Sawah. JILPI : Jurnal Ilmiah Pengabdian Dan Inovasi, 2(1), 225–242.
Gunawan, S. (2023). Hukum Mengkonsumsi Daging Tupai (Studi Komparatif Metode Istinbath Mazhab Ḥanafī Dan Mazhab Al-Syāfi’ī).
Helida, A., Zuhud, E., Hardjanto, Purwanto, Y., & Hikmat, A. (2016). Traditional animals knowledge of Kerinci Community in Sumatera , Indonesia. International Journal of Sciences: Basic and Applied Research, 25(1), 227–242.
Kutlu, T. (2023). Pemanfaatan Hewan Sebagai Obat Tradisional Masyarakat Kecamatan HIiliran Gumanti Kabupaten Solok Sebagai Referensi Mata Kuliah Etnobiologi. 4(1), 88–100. (Vol. 13, Issue 1, pp. 104–116).
Lv, H., Li, Z., Xie, Z., Hu, X., Li, H., Sun, J., Chen, X., & Wen, C. (2020). Innovated formulation of TCM pangolin scales to develop a nova therapy of rheumatoid arthritis. Biomedicine & Pharmacotherapy, 126, 109872.
arulita, E., & Surakhman, G. (2019). A Novel Antibacterial Agent of Myrmeleon formicarius Extract for Diabetic Ulcer Infection. Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity, 3(2), 48–54.
Nuban, N. S., Wijaya, S. M., Rahmat, A. N., & Yuniarti, W. (2020). Makanan Tradisional dari Ulat Sagu sebagai Upaya Mengatasi Malnutrisi pada Anak. Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences, 1(1), 25–36.
Nukraheni, Y. N., Afriansyah, B., & Ihsan, M. (2019). The ethnozoology of Jering ethnic society in utilizing the animals for halal traditional medicine. Journal of Halal Product and Research, 2(2), 60.
Rahma, S. (2021). Pemanfaatan Kadal (Eutropis multifasciata) sebagai Obat Alergi Gatal Oleh Masyarakat Sumber, Kabupaten Cirebon. Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi, 8(2), 58–63.
Shelemo, A. A. (2023). Hadis Tentang Kesehatan Dan Pengobatan Menggunakan Katak. Nucl. Phys., 13(1), 104–116.
Siddiqui, S. A., Toppi, V., & Syiffah, L. (2024). A comparative review on Ayam Cemani chicken — A comparison with the most common chicken species in terms of nutritional values, LCA, price and consumer acceptance. In Tropical Animal Health and Production (Vol. 56, Issue 4). Springer Netherlands.
Singh, A. P. (2010). Medicinal leech therapy (Hirudotherapy) : A brief overview. Complementary Therapies in Clinical Practice, 16(4), 213–215.
Sumarni, S., & Fathurrachman, S. (2020). Studi Jenis Kelelawar (Chiroptera) Di Gua Kelelawar Pada Kawasan Bukit Beluan Kecamatan Hulu Gurung Kabupaten Kapuas Hulu. Piper, 15(29).
Suryaningsih, L., Gumilar, J., & Pratama, A. (2017). Respon Persentase Hati sapi Terhadap Kadar Protein, Kadar Lemak dan Susut Masak Sosis Daging Sapi. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran, 17(2), 77.
Syafutra, R., Fitriana, F., Kamal, A., Wulandari, F., Wulan, N. A. N., & Alamsyah, Z. (2021). Pemanfaatan Satwa Liar sebagai Obat Tradisional di Desa Terak dan Teru, Kabupaten Bangka Tengah. EKOTONIA: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi Dan Mikrobiologi, 6(2), 42–50.
Tackett, E. S., Kingston, T., Sadeghmoghaddam, N., & Rutrough, A. L. (2022). Global Medicinal Use of Bats: A Systematic Literature and Social Media Review. Diversity, 14(3).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Novita Rahma Dewi, Dwi Kurnia Putri, Samwilson Slamet, Ikhsan Ikhsan, Dian Handayani, Suci Rahmawati

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.








