Edukasi Emotional Demonstration dalam meningkatkan pengetahuan dan tindakan kepatuhan medikasi lansia hipertensi
DOI:
https://doi.org/10.54957/ijhs.v5i2.1411Keywords:
Kepatuhan Medikasi, Keperawatan Komunitas, Pencegahan TersierAbstract
Latar Belakang: Kepatuhan medikasi pada lansia dengan hipertensi sangat penting untuk mencegah komplikasi dan menurunkan hospitalisasi, namun tingkat kepatuhan medikasi pada pasien hipertensi khususnya lansia masih rendah sehingga diperlukan suatu upaya untuk mengatasi hal tersebut melalui pendidikan kesehan. Penulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran peningkatan pengetahuan dan tindakan kepatuhan medikasi melalui edukasi Emotional Demonstration (Emo Demo) pada lansia hipertensi di Aceh Besar. Metode: Metode kegiatan dimulai dengan pengumpulan data melalui Focus Group Discussion (FGD) pada sepuluh lansia hipertensi serta wawancara pada bidan desa dan kader posyandu lansia. Kegiatan implementasi berupa edukasi Emo-Demo, evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Analisa data menggunakan analisa univariat dan uji Paired T Test. Hasil: Hasil uji univariat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan dari 63,15 % menjadi 78,95 % serta peningkatan tindakan kepatuhan dari 36,8% menjadi 57,8%. Hasil uji Paired T Test didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan yang sebelum dan sesudah dilakukan Emo-Demo dengan nilai pengetahuan sebesar 0.016 serta tindakan kepatuhan 0,011. Rekomendasi: Metode Emo Demo ini direkomendasikan untuk terus digunakan dalam program edukasi kesehatan, terutama bagi lansia, guna meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam pengobatan penyakit kronis.
References
James, P. A., dkk. (2014). 2014 Evidence-based guideline for the management of high blood pressure in adults: Report from the panel members appointed to the Eighth Joint National Committee (JNC 8). JAMA (Vol. 311, No 5, hlm. 507–520). American Medical Association. https://doi.org/10.1001/jama.2013.284427
KEMENKES RI. (2019). Hipertensi Penyakit Paling Banyak Diidap Masyarakat. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20190517/5130282/hipertensi-penyakit-paling-banyak-diidap-masyarakat/
Mamoto, T. (2015). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kotobangon Kecamatan Kotamobagu Timur Kota Kotamobagu. Kesmas. 2015;4(1):56–66. .
Mehdinia, A., Loripoor, M., Dehghan, M., & Heidari, S. (2020). The Effect of Pillbox Use on Medication Adherence Among Elderly Patients: A Randomized Controlled Trial. International Electronic Journal of Medicine, 9(1), 38–43. https://doi.org/10.34172/iejm.2020.07
Rahajeng, & Tuminah. (2016). Prevelensi Hipertensi dan Determinannya di Indonesia.
Siregar, D. (2020). Keperawatan Keluarga. Yayasan Kita Menulis.
SKI. (2023). SKI 2023 Dalam Angka.
Toulasik, Y. A. (2019). Hubungan Antara Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Hipertensi di RSUD Prof DR.WZ. Johannes Kupang-NTT.
Tremblay, R. (2023). How Social Learning Theory Work. Dacebo. https://www.docebo.com/learning-network/blog/social-learning-theory/
Whelton, K., dkk (2017). 2017 Focused Update of the 2016 ACC Expert Consensus Decision Pathway on the Role of Non-Statin Therapies for LDL-Cholesterol Lowering in the Management of Atherosclerotic Cardiovascular Disease Risk: A Report of the American College of Cardiology Task Force on Expert Consensus Decision Pathways. Journal of the American College of Cardiology, 70(14), 1785–1822. https://doi.org/10.1016/j.jacc.2017.07.745
WHO. (2013). A global brief on Hypertension: silent killer, global public health crises.
WHO. (2023). Hypertension. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rina Pertiwi, Maulina Maulina, Asniar Asniar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









