Pola penggunaan anti tuberkulosis ekstra paru pasien BPJS di poli TB DOTS rumah sakit x Bekasi periode Januari – Desember 2023

Authors

  • Gading Ayu Sekar Ryanti Institut Kesehatan Hermina
  • Sylvi Adiana Institut Kesehatan Hermina
  • Varda Arianti Institut Kesehatan Hermina

DOI:

https://doi.org/10.54957/ijhs.v5i6.1759

Keywords:

Anti tuberkulosis, ekstra paru, penggunaan obat, Tuberkulosis

Abstract

Tuberkulosis Ekstra Paru salah satu penyakit yang terdiagnosis bakteriologis maupun klinis yang melibatkan organ selain paru. Penyakit ini disebabkan oleh Mycrobacterium tuberculosis yang rentan terjadi pada usia produtif karena tingginya mobilitas. Pemberian pengobatan secara lengkap dan sesuai dengan pedoman sangat diperlukan guna mengurangi angka kematian akibat tuberkulosis. Tujuan penelitian ini mengetahui pola penggunaan antituberkulosis ekstra paru pasien BPJS di Poli TB DOTS Rumah Sakit X Bekasi selama periode Januari-Desember 2023. Penelitian merupakan penelitian observasional dengan pendekatan kuantitatif yang diambil secara retrospektif. Penelitian ini menggunakan sampel resep pasien tuberkulosis ekstra paru di Rumah Sakit X  Bekasi yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 49 pasien. Hasil penelitian yang di peroleh berdasarkan karakteristik pasien yaitu usia remaja akhir dan dewasa awal 17-25 tahun dan 26-35 tahun sebanyak 13 pasien (26,53%) dan jenis kelamin laki laki sebanyak 30 pasien (61,22%). Pada penggunaan berdasarkan jenis obat tuberkulosis yang paling banyak yaitu adalah Paket OAT dewasa : Rifampisin 450 mg, isoniazid 300 mg, pirazinamid 500 mg, etambutol 250 mg sebanyak 24 (48,98%), berdasarkan aturan pakai yang paling banyak yaitu 1x sehari 1 sebanyak 21 (42,86%) dan berdasarkan lama pemberian yang paling banyak yaitu 14 hari sebanyak 23 (46,94%).

References

Dr. dr. Erlina Burhan, M. S. (K), Dr. dr. Arto Yuwono Soeroto SpPD, K.-P., & dr. Fathiyah Isbaniyah SpP(K). (2020). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Fitri, S. W., Munir, M. S., & Suyanto. (2014). Karakteristik Penderita Tuberkulosis Paru Relaps Yang Berobat Di Poliklinik Paru Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Provinsi Riau Tahun 2012-2013. 1, 1–14.

Fortuna, T. A., Rachmawati, H., Hasmono, D., & Karuniawati, H. (2022). Studi Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Tahap Lanjutan pada Pasien Baru BTA Positif The Study of Continuation Phase Anti Tuberculosis Drugs (OAT) in New Patient with Smear-Positive. Jurnal Farmasi Indonesia, 19(1), 62–71. http://journals.ums.ac.id/index.php/pharmacon

Haerunnisya, P. U., Wiriansya, P., Musa, I. M., Yanti, K. E., & Irsansady, F. (2024). KARAKTERISTIK PENDERITA PENYAKIT TUBERKULOSIS EKSTRA PARU DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT DAN RS IBNU SINA MAKASSAR TAHUN 2018-2022. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 234–243.

Kementerian Kesehatan RI. (2015). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indoneisa Tentang Formularium Nasional Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang Penanggulangan Tuberkulosis.

Nabilah, E. A., Yani Triyani, & Siti Annisa Devi Trusda. (2022). Gambaran Usia dan Jenis Kelamin Pasien Tuberkulosis Rifampisin Sensitif Berdasar Atas Tes Cepat Molekuler di RS Al-Islam Kota Bandung Tahun 2018−2019. Bandung Conference Series: Medical Science, 2(1). https://doi.org/10.29313/bcsms.v2i1.429

Rahmawati, N. A., Vionalita Gisely, Mustikawati, S. I., & Handayani, R. (2022). Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Pada Usia Produktif Di Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu Tahun 2021. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10 (5), 570–578. https://doi.org/10.14710/jkm.v%vi%i.35178

Resnawita, D., Rays, M., Iskandar, H., Muis, E., Ilyas, M., Tabri, A., Djaharuddin, I., Arief, E., Aman, A. M., & Bakri, S. (2018). Laporan Tiga Kasus Tuberkulosis Ekstra Paru. Indonesia Journal Chest & Critical Care Medical, 5(3), 23–29.

Saraswati, F., Zulfitriani Murfat, Rasfayanah, Pandu Wiriansya, E., Akib, M. N., Rusman, & Latief, R. (2022). Karakteristik Penderita Tuberkulosis Paru Yang Relaps Di RS Ibnu Sina Makassar. Fakumi Medical Journal, 319–328.

Syapitri, H., Amila, & Aritonang, J. (2021). Metodologi Penelitian Kesehatan (H. A. Nadana, Ed.). Ahlimedia Press.

Wahyuning SKom, S. (2021). Dasar-Dasar Dasar Statistik (A. I. Dianta SKom, Ed.). Yayasan Prima Agus Teknik.

World Health Organization. (2010). Treatment Of Tuberculosis. www.who.int/tb

Published

2025-12-13

How to Cite

Ryanti, G. A. S., Adiana, S., & Arianti, V. (2025). Pola penggunaan anti tuberkulosis ekstra paru pasien BPJS di poli TB DOTS rumah sakit x Bekasi periode Januari – Desember 2023. Indonesian Journal of Health Science, 5(6), 1331–1336. https://doi.org/10.54957/ijhs.v5i6.1759

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 > >>