Formulasi Dan Uji Tingkat Kesukaan Gummy Candy Dari Puree Terong Ungu (Solanum melongena) Sebagai Suplemen Makanan
DOI:
https://doi.org/10.54957/ijhs.v4i4.943Keywords:
Evaluasi gummy candy, Formulasi Gummy candy, Puree terong ungu, Uji tingkat kesukaanAbstract
Gizi buruk di Indonesia masih menjadi polemik utama. Ketidaksukaan masyarakat terhadap buah dan sayur menjadi faktor meningkatnya angka gizi buruk. Terong ungu merupakan tanaman yang memiliki kandungan gizi berlimpah namun tingkat kesukaan masyarakat masih sangat kurang, supaya kandungan gizi yang dimiliki dalam terong ungu dapat bermanfaat bagi masyarakat maka perlu diolah menjadi suatu sediaan yang cukup populer di semua umur yaitu gummy candy. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kesukaan responden dan evaluasi sediaan gummy candy puree terong ungu. Formulasi gummy candy puree terong ungu terdiri dari 4 formula yaitu 0%, 10%, 15%, dan 20%. Hasil penilaian uji tingkat kesukaan menunjukkan bahwa formula 1 gummy candy dengan konsentrasi puree terong ungu 10% merupakan formula terbaik dengan perolehan skor warna 7,77, rasa 6,87, aroma, 6,93, dan tekstur 7,43. Evaluasi sifat fisik gummy candy menghasilkan aroma khas buah, rasa manis sedikit asam, warna kuning, dan tekstur kenyal. Evaluasi kimia gummy candy memiliki kadar air rentang 18,58 sampai 19,92 dan nilai pH 5,00 sampai 5,90 memenuhi syarat SNI 3547.2-2008. Hasil uji stabilitas ± 1 bulan pada suhu dingin atau kontrol 4℃ cenderung stabil. Analisis data menggunakan SPSS versi 16 dengan uji Kruskal -Wallis (p>0,05) dan uji lanjutan Mann-Whitney (p<0,05).
References
Andriani, E. F., Luliana, S., & Siska, D. (2021). Formulasi Sediaan Gummy Candies Ekstrak Herba Meniran (Phyllanthus niruri Linn). Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran, 5(1), 1–11.
ASEAN. (2005). Asean Guideline On Stability Study Of Drug Product. ASEAN Tahun 2005, 21-24.
Badan Standarisasi Nasional. (2008). Standar Nasional Indonesia-Kembang Gula Bagian 2: Lunak. Kembang Gula-Bagian 2:Lunak, 1.
BPOM. (2019). Persyaratan Mutu Suplemen Kesehatan. Perka Bpom 17 No 17 Tahun 2019, 1–5.
Daud, A., Suriati, S., & Nuzulyanti, N. (2020). Kajian Penerapan Faktor yang Mempengaruhi Akurasi Penentuan Kadar Air Metode Thermogravimetri. Lutjanus, 24(2), 11–16. https://doi.org/10.51978/jlpp.v24i2.79
Wijayanti D. (2019). Budidaya terong. Desa Pustaka Indonesia. Digital. Temanggung; Jawa
Ekawati, M. Wibowo, Y., & Chily Arum Dalu, K. (2019). Determinasi Diversifikasi Vertikal Produk Olahan Jambu Merah. Jurnal Agroteknologi, 13(02), 195–202.
Koswara, S. (2009). Ebook Pangan : Teknologi Pembuatan Permen. Ebookpangan, 2(1), 60.
Loka, lola vita, Martini, Margaretha, & Relina, S. (2018). Hubungan Pola Pemberian Makan dengan Perilaku Sulit Makan pada Anak Usia Pra Sekolah (3-6). Keperawatan Suaka Intan (JKSI), 3(2), 1–10.
Oktavia, S., Widajanti, L., & Aruben, R. (2017). Faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi buruk pada balita di kota semarang tahun 2017 (studi di rumah pemulihan gizi banyumanik kota semarang). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5, 2356–3346. http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm
Sugiyono, D. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. In Penerbit Alfabeta (19th ed.).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Alifa Fajar Khairunnisa, Dimas Adrianto, Krismayadi Krismayadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








