Penatalaksanaan fisioterapi pada hemiparase dextra et causa stroke non hemoragic dengan new bobath concept di RS Hermina Jatinegara
DOI:
https://doi.org/10.54957/ijhs.v4i5.1060Kata Kunci:
Keseimbangan, New Bobath Concept, StrokeAbstrak
Stroke non hemoragic mengakibatkan kerusakan otak di mana pembuluh darah tersumbat sehingga menyebabkan otak kekurangan aliran darah, oksigen, dan nutrisi. Komplikasi umum setelah serangan Stroke adalah hemiparesis yang disebabkan akibat lesi pada sisi kontralateral otak. Intervensi fisioterapi yang dapat diberikan untuk mengurangi kecacatan dan memperbaiki fungsi motorik akibat Stroke yaitu dengan menggunakan New Bobath Concept merupakan terapi dengan pendekatan yang bersifat langsung dan individual, bertujuan untuk memaksimalkan pemulihan gerak untuk penyakit gangguan neurologis. Pada konsep bobath, informasi sensorik, postural kontrol, gerakan selektif, dan proses kognitif mempengaruhi gerakan fungsional. Untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi pada Hemiparese Dextra et causa Stroke Non Hemoragic dengan New Bobath Concept dalam memperbaiki postural kontrol, meningkatkan keseimbangan, dan memperbaiki pola jalan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus untuk mengetahui pengaruh suatu intervensi terhadap subjek peneliti, dengan intervensi dan evaluasi sebanyak 5 kali. Setelah dilakukan terapi selama 5 kali pertemuan didapatkan hasil adanya perubahan postur tubuh dengan berkurangnya associated reaction, pronasi forearm, dan wide BOS, peningkatan keseimbangan, dan berkurangnya gangguan berjalan. Penatalaksanaan Fisioterapi dengan New Bobath Concept dapat memperbaiki postur, meningkatkan keseimbangan, dan memperbaiki pola jalan pada pasien hemiparese dextra et causa Stroke non hemoragic.
Referensi
Aditya, P. E., Utami, M. N., & Multazam, A. (2022). Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Non-Hemorrhagic Stroke: Studi Kasus. Physiotherapy Health Science (PhysioHS), 4(1), 27–30. https://doi.org/10.22219/physiohs.v4i1.22126
Awad, L. N., Lewek, M. D., Kesar, T. M., Franz, J. R., & Bowden, M. G. (2020). These legs were made for propulsion: advancing the diagnosis and treatment of post-Stroke propulsion deficits. Journal of NeuroEngineering and Rehabilitation, 17(1), 1–16. https://doi.org/10.1186/s12984-020-00747-6
Gjelsvik, B., & Syre, L. (2016). The Bobath Concept Adult Neurology.
Gustin Rahayu, T. (2023). Analisis Faktor Risiko Terjadinya Stroke Serta Tipe Stroke. Faletehan Health Journal, 10(1), 48–95. www.journal.lppm-stikesfa.ac.id/ojs/index.php/FHJ
Hardika, B. D., Yuwono, M., & Zulkarnain, H. (2020). Faktor Risiko yang Mempengaruhi Terjadinya Stroke Non Hemoragik pada Pasien di RS RK Charitas dan RS Myria Palembang. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 9(2), 268. https://doi.org/10.36565/jab.v9i2.234
Hosoi, Y., Kamimoto, T., Sakai, K., Yamada, M., & Kawakami, M. (2023). Estimation of minimal detectable change in the 10-meter walking test for patients with Stroke: a study stratified by gait speed. Frontiers in Neurology, 14(July), 1–7. https://doi.org/10.3389/fneur.2023.1219505
IBITA. (2019). Bobath Concept – Definition. Retrieved April 9, 2024, from ibita.org: https://ibita.org/bobath-concept-definition/
Kent, D. (2019). Postural Analysis: A Professional Tool for Building Your Practice.
Lattouf, N. A., Tomb, R., Assi, A., Maynard, L., & Mesure, S. (2021). Eccentric training effects for patients with post-Stroke hemiparesis on strength and speed gait: A randomized controlled trial. NeuroRehabilitation, 48(4), 513–522. https://doi.org/10.3233/NRE-201601
Maratis, J., & Nisa, Q. (2016). Hubungan Keseimbangan Postural Dengan Kemampuan Berjalan Pada Pasien Stroke Hemiparesis. Jurnal Fisioterapi, 19(2), 83–89. https://shorturl.at/mrAD6
Moriyama, Y., Yamada, T., Shimamura, R., Ohmi, T., Hirosawa, M., Yamauchi, T., Tazawa, T., & Kato, J. (2022). Movement patterns of the functional reach test do not reflect physical function in healthy young and older participants. PLoS ONE, 17(3 March), 1–16. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0266195
Riskesdas. (2018). Stroke. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/620/Stroke
Shumway-Cook, A., & Woollacott, M. (2012). Motor Control Fourth Edition. http://www.lww.com.
Viani, I. R., Hasmar, W., & Sari, I. P. (2021). Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Post Stroke Hemiparese Sinistra Dengan Modalitas Stimulasi Taktil Dan Pelvic Tilting Untuk Meningkatkan Keseimbangan. Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan Dan Teknologi, 3(2), 17–24. https://doi.org/10.52674/jkikt.v3i2.49
Wang, Y., Mukaino, M., Ohtsuka, K., Otaka, Y., Tanikawa, H., Matsuda, F., Tsuchiyama, K., Yamada, J., & Saitoh, E. (2020). Gait characteristics of post-Stroke hemiparetic patients with different walking speeds. International Journal of Rehabilitation Research, 43(1), 69–75. https://doi.org/10.1097/MRR.0000000000000391
Wijianto, W., & Yuda, W. K. (2022). Hubungan Gaya Hidup Dengan Kejadian Stroke Di Rumah Sakit. Jurnal Fisioterapi Dan Rehabilitasi, 7(1), 47–52. https://doi.org/10.33660/jfrwhs.v7i1.192
Ziegler, J., Gattringer, H., & Müller, A. (2024). On the relation between gait speed and gait cycle duration for walking on even ground. Journal of Biomechanics, 164(February), 111976. https://doi.org/10.1016/j.jbiomech.2024.111976
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Cicilia Febriani, Andrew Wijaya, Adhina Nurachma, Agus Wiyono

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.







