Eksplorasi potensi sari Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) sebagai pengganti Gentian Violet dalam pewarnaan bakteri gram positif Lactobacillus bulgaricus
DOI:
https://doi.org/10.54957/ijhs.v5i6.1867Kata Kunci:
antosianin, gram positif, lactobacillus bulgaricus, pigmen ungu, ubi jalar unguAbstrak
Latar Belakang : Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) sebagai pewarna dalam pewarnaan Gram bakteri Lactobacillus bulgaricus. Ubi jalar ungu tumbuh melimpah di Indonesia, dengan tanaman merambatnya yang mengandung antosianin tingkat tinggi, senyawa yang dapat mewarnai bakteri Gram-positif. Ubi jalar ungu, dengan daging dan kulit ungu, umumnya digunakan sebagai pewarna alami dan sintetis. Pigmen antosianin memberi pewarna warna ungu tua. Dalam pewarnaan Gram, zat kimia gentian violet digunakan, yang memiliki sifat karsinogenik dan digunakan untuk mewarnai bakteri Gram-positif menjadi ungu. Namun, penggunaan pewarna alami dalam pewarnaan bakteri masih kurang dieksplorasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah ekstrak ubi jalar ungu, dalam larutan pH basa, dapat menggantikan gentian violet untuk pewarnaan Lactobacillus bulgaricus, bakteri Gram-positif, berbentuk batang dengan warna ungu-merah. Metode penelitian: Metodologi penelitian yang diuraikan dalam tinjauan pustaka berfokus pada eksplorasi pewarna alami, khususnya ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.), dan potensi aplikasinya dalam pewarnaan Gram. Hasil: Hasil penelitian ini menegaskan bahwa ekstrak ubi jalar ungu memang dapat berfungsi sebagai pewarna dalam pewarnaan Gram Lactobacillus bulgaricus. Bakteri ini dipilih karena mudah diperoleh, mudah dikultur, dan tergolong Gram positif. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pewarna alami, seperti yang berasal dari ubi jalar ungu, dapat menjadi alternatif yang ramah lingkungan dan tidak beracun untuk pewarnaan bakteri, yang selanjutnya mendorong penggunaan material berkelanjutan dalam penelitian mikrobiologi.
Referensi
Afandy, M. A., Nuryanti, S., & Diah, A. W. M. (2017). Ekstraksi ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) menggunakan variasi pelarut serta pemanfaatannya sebagai indikator asam- basa. Jurnal Akademika Kimia, 6(2), 79–85.
Fatimatuzahro, D., Tyas, D. A., & Hidayat, S. (2019). Pemanfaatan ekstrak kulit ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) sebagai bahan pewarna alami. Journal of Biology and Applied Biology, 2(1), 1.
Grigoroff, S. (1905). Étude sur une lait fermentée comestible. Le “Kissélo mléko” de Bulgarie.
Revue Médicale de la Suisse Romande, 25, 714–720.
Hambali, M., Mayasari, F., & Noermansyah, F. (2020). Ekstraksi antosianin dari ubi jalar dengan variasi konsentrasi solven dan lama waktu ekstraksi. Teknik Kimia, 2025–2030.
Hendarto, D. R., Handayani, A. P., Esterelita, E., & Handoko, Y. A. (2019). Biochemistry mechanism and optimization Lactobacillus bulgaricus and Streptococcus thermophilus in processing quality yoghurt. J. Sains Dasar.
Joseph, H., Kunnaryo, B., Prima, D., & Wikandari, R. (2021). Antosianin dalam produksi fermentasi dan perannya sebagai antioksidan. UNESA Journal of Chemistry.
Marbun, R. W. S., Mardanif, F. N., & Aini, U. F. (2020). Pemanfaatan sari ubi jalar ungu (Ipomoea batatas poiret) sebagai zat pewarna pada pewarnaan Gram terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Klinikal Sains: Jurnal Analis Kesehatan, 8(2), 82–89.
Rohde, M. (2019). The Gram-positive bacterial cell wall. Microbiology Spectrum, 7(3). Salton, M. R. J. (1963). The relationship between the nature of the cell wall and the Gram stain.
Journal of General Microbiology.
Sukardi, S., Kiswaya, S. M., & Pranowo, D. (2018). Extract anthocyanin of dried purple sweet potato as electron donors in dye sensitized solar cell (DSSC). Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri, 7(3), 133–142. https://doi.org/10.21776/ub.industria.2018.007.03.1
Susanto, E. A. A. (2018). Asal mula ubi jalar ungu. Kopimentasi ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) dengan kopigmentasi Ek...i terhadap pemanasan. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 2, 121–127.
Yuniarti, T. R. S. M. (2016). Pemanfaatan sari ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L) sebagai zat pewarna pada pewarnaan Staphylococcus aureus. Pemanfaatan Sari Ubi Jalar Ungu, 5, 59–63.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Afifa Radhina, Chivani Prasinta Dewi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.









