Pelaksanaan Administrasi Kesiswaan Di MTs Negeri 2 Palembang
DOI:
https://doi.org/10.54957/jolas.v4i5.897Kata Kunci:
Administration, Implementation, StudentAbstrak
This research aims to identify issues in the implementation of student administration at MTs Negeri 2 Palembang, focusing on indicators of coordination, motivation, communication, and direction, as well as supporting and inhibiting factors. This study employs a qualitative descriptive approach, with the main informant being the Head of Administration and supporting informants including the School Principal, Vice Principal of Student Affairs, Teachers, and Students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data presentation, and verification techniques, and tested for validity through source and technique triangulation. The results show that student administration can be more effective and efficient by: 1) enhancing coordination not only through meetings but also in daily activities, 2) providing optimal motivation and building morale among administrative staff, 3) ensuring clear and effective communication, and 4) providing easily understandable guidance. Supporting factors for student administration include adequate facilities and infrastructure and good cooperation, while inhibiting factors include students frequently forgetting to bring required administrative documents and a decrease in human resources in the administrative department.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah dalam pelaksanaan administrasi kesiswaan di MTs Negeri 2 Palembang, dengan fokus pada indikator koordinasi, motivasi, komunikasi, dan pengarahan, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan informan utama Kepala Tata Usaha dan informan pendukung Kepala Sekolah, Waka Kesiswaan, Guru, dan Siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa administrasi kesiswaan bisa lebih efektif dan efisien dengan: 1) meningkatkan koordinasi tidak hanya melalui rapat tetapi juga dalam kegiatan sehari-hari, 2) memberikan motivasi yang optimal dan membangun kepada tenaga administrasi, 3) memastikan komunikasi yang jelas dan baik, dan 4) memberikan pengarahan yang mudah dimengerti. Faktor pendukung administrasi kesiswaan meliputi sarana dan prasarana yang memadai serta kerja sama yang baik, sedangkan faktor penghambatnya adalah siswa sering lupa membawa persyaratan administrasi yang diperlukan dan berkurangnya sumber daya manusia di bagian tata usaha.
Referensi
Ade, D. R. (2017). Mempersiapkan Generasi emas Indonesia Tahun 2045 Melalui Pendidikan Berkualitas. Jurnal Edik Informatika, 3(2), 73–87.
Adisasmita, R. (2011). Pengelolaan Pendapatan dan Anggaran Daerah. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Ali, I. (2012). Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.
Ardhi, M. I. (2015). Evaluasi Manajemen Penerimaan Peserta Didik Baru Sistem Real Time Online Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan, 8(1), 80–94. https://doi.org/10.21831/jpipfip.v8i1.4930
Arifin, Z. (2022). Manajemen Peserta Didik sebagai Upaya Pencapaian Tujuan Pendidikan. Dirasat: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam, 8(1), 71–89. https://doi.org/10.26594/dirasat.v8i1.3025
Darmawati, D. (2017). Tinjauan HAM terhadap Pemberantasan Kemiskinan Demi Mencapai Tujuan Millenium Development Goals. Jurnal Al Himayah, 1(2), 173–194. Diambil dari https://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/ah/article/view/566
Efiana, I. (2022). Manajemen Peserta Didik Untuk Meningkatkan Prestasi Peserta Didik MTs Negeri 2 Tanggamus. TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2(4), 378–385.
Fadhilah. (2018). Manajemen Kesiswaan di Sekolah. Pekalongan: NEM.
Firdaus, M. A., Awaliyah F, S. R., & Erihadiana, M. (2022). Manajemen Peserta Didik Pendidikan Islam. Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(1), 41–54. https://doi.org/10.30868/im.v5i01.1991
Hasana, W. (2022). Administrasi Kesiswaan di Sekolah dan Peran Guru di Dalamnya. Jurnal Ilmiah Penelitian dan Kependidikan, 6(2), 100–101.
Hermawan, A. (2019). Evaluasi Terhadap Pelaksanaan Administrasi Kesiswaan Pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu. Al-Ulum: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 5(2), 53–54.
Indrawan, I., Jauhari, & Pedinata, E. (2022). Manajemen Peserta Didik. Surabaya: Qiara Media.
Indy, R. (2019). Peran Pendidikan Dalam Proses Perubahan Sosial Di Desa Tumaluntung Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara. HOLISTIK: Journal Of Social and Culture, 12(4), 1–18. Diambil dari https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/holistik/article/view/25466
Irsalulloh, D. B., & Maunah, B. (2023). Peran Lembaga Pendidikan dalam Sistem Pendidikan Indonesia. PENDIKDAS: Jurnal Pendidikan Dasar, 4(2), 17–26.
Kusumawati, I., Lestari, N. C., Sihombing, C., Purnawanti, F., Soemarsono, D. W. P., Kamadi, L., … Hanafi, S. (2023). Pengantar Pendidikan. Batam: CV Rey Media Grafika.
Maulany, L. E., Firman, F., & Netrawati, N. (2022). Hubungan Dukungan Orang Tua Dengan Pemantapan Arah Pilihan Karir Siswa Dan Implikasinya Dalam Bimbingan Dan Konseling. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 4(6), 12396–12401. Diambil dari http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/view/10452%0Ahttp://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/download/10452/8022
Nugroho, A. K., & Yasin, M. (2024). Konsep Manajemen Kesiswaan Dan Sumber Daya Manusia Di Era Digital. Al Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2(1), 35–47. https://doi.org/10.57146/alwildan.v2i1.1986
Nursyifa, A. (2019). Transformasi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 6(1), 51. https://doi.org/10.32493/jpkn.v6i1.y2019.p51-64
Samino. (2009). Pengantar Manajemen Pendidikan. Kartasura: Fairuz Media.
Sari, I. P., & Hidayati, D. (2023). Strategi Sistem Informasi Manajemen Dalam Pelayanan Administrasi Kesiswaan. Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan, 7(2), 316–325. https://doi.org/10.24252/idaarah.v7i2.39841
Sugiarto, & Farid, A. (2023). Literasi Digital Sebagai Jalan Penguatan Pendidikan Karakter Di Era Society 5.0. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(3), 580–597. https://doi.org/10.37329/cetta.v6i3.2603
Sumitro, S. (2019). Keuntungan Dan Kelemahan Dari Setiap Jenis Struktur Organisasi. Jurnal Informatika, 2(2). https://doi.org/10.36987/informatika.v2i2.198
Trisnawati, S. N. I., Wahyudi, M., Hirawati, & Marasabessy, S. (2024). Dasar-dasar Administrasi Pendidikan. Surakarta: Tahta Media Group.
Wati, M. L. K., Subyantoro, & Wagiran. (2024). Peranan Guru dalam Manajemen Peserta Didik Untuk Meningkatkan Kualitas Peserta Didik. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 10(1), 1073–1090. https://doi.org/10.30605/onoma.v10i1.3436
Wijaya, C., & Rifa’i, M. (2016). Dasar-Dasar Manajemen. Medan: Perdana Publishing.
Yuliana, N., & Sholeha, L. K. (2024). Analisis Kinerja Guru Di SMK Bina Pemuda Cihampelas Kabupaten Bandung Barat. Manajemen: Jurnal Ekonomi, 6(1), 176–187.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Harisma Cahaya, Kris Setyaningsih, Asep Rohman, Rabial Kanada

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.








