Liability for forest and land fires in Indonesia after the Job Creation Law and Supreme Court Regulation N0. 1 of 2023

National law, international law, and human rights perspectives

Authors

  • Muhammad Ammar Darmaputra Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.54957/jolas.v6i6.2450

Keywords:

Due Diligence, Forest and Land Fires, Serious Threat, Strict Liability, Supreme Court Regulation 1/2023

Abstract

Forest and land fires in Indonesia again sent haze across borders in August–September 2026, prompting Malaysia to declare an emergency in Sarawak. This article examines corporate liability for the fires after the Job Creation Law and Supreme Court Regulation (Perma) No. 1 of 2023, Indonesia’s responsibility for transboundary haze under the no-harm principle, and the state’s human rights obligations toward affected communities. Using normative legal research with statute, case, and conceptual approaches, it analyses the Environmental Law, Article 49 of the Forestry Law, Perma 1/2023, and the civil judgments against PT Kallista Alam, PT National Sago Prima, PT Jatim Jaya Perkasa, and PT Waringin Agro Jaya. The study finds that strict liability survives the Job Creation Law, because the Elucidation of Article 88 still defines it as liability without proof of fault, while Article 38(5) of Perma 1/2023 supplies criteria under which peatland clearing and drainage qualify as a serious threat. Article 49 of the Forestry Law retains concession holders’ responsibility for fires while adding a duty of prevention; the real weakness is execution, as most judgments remain unenforced. Internationally, the 2025 ICJ Advisory Opinion confirms that the ASEAN haze agreement does not displace the customary due diligence standard, which Indonesia has not met. Under Article 1(6) of the Human Rights Law and Article 28I(4) of the Constitution, recurring fires constitute violations by omission. The study recommends restoring an explicit no-fault clause, securing execution through attachment and a restoration fund, and giving the ASEAN haze centre a compliance mandate.

References

Afinnas, M. A. A. (2024). Signifikansi pengaturan strict liability dalam Peraturan Mahkamah Agung No. 1 Tahun 2023 tentang Pedoman Mengadili Perkara Lingkungan Hidup untuk mengatasi kerancuan konseptualnya dalam praktik. Prosiding Seminar Hukum Aktual Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, 2(6), 60–71. https://journal.uii.ac.id/psha/article/view/36973

Al Jazeera. (2026, September 5). Malaysia declares emergency in Sarawak as haze from Indonesia worsens. https://www.aljazeera.com/news/2026/9/5/malaysia-declares-emergency-in-sarawak-as-haze-from-indonesia-worsens

ANTARA. (2023a). ASEAN inaugurates ACC THPC to combat haze pollution. https://en.antaranews.com/news/292902/asean-inaugurates-acc-thpc-to-combat-haze-pollution

ANTARA. (2023b). PT KA bayar ganti rugi Rp57 miliar kasus karhutla di Aceh. https://www.antaranews.com/berita/3748809/pt-ka-bayar-ganti-rugi-rp57-miliar-kasus-karhutla-di-aceh

ANTARA. (2026, Mei 13). Satgas PKH serahkan 2,37 juta hektare lahan kawasan hutan ke negara. https://www.antaranews.com/berita/5566404/satgas-pkh-serahkan-237-juta-hektare-lahan-kawasan-hutan-ke-negara

ASEAN. (2002). ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution. ASEAN Secretariat.

ASEAN. (2012). ASEAN Human Rights Declaration. ASEAN Secretariat.

ASEAN. (2025). 18th ASEAN Ministerial Meeting on the Environment and the 20th Meeting of the Conference of the Parties to the ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution. https://asean.org/18th-asean-ministerial-meeting-on-the-environment-and-the-20th-meeting-of-the-conference-of-the-parties-to-the-asean-agreement-on-transboundary-haze-pollution/

Betahita. (2021, Oktober). Eksekusi lelang aset PT Kallista Alam masih jalan di tempat. https://www.betahita.id/berita/7353/eksekusi-lelang-aset-pt-kallista-alam-masih-jalan-di-tempat

DataIndonesia.id. (2026). Data luas karhutla di Indonesia 10 tahun terakhir hingga 2025. https://dataindonesia.id/varia/detail/data-luas-karhutla-di-indonesia-10-tahun-terakhir-hingga-2025

Detik. (2022, November 23). MA menangkan Jokowi, pemerintah lolos dari vonis melawan hukum karhutla. https://news.detik.com/berita/d-6412095/ma-menangkan-jokowi-pemerintah-lolos-dari-vonis-melawan-hukum-karhutla

Efendi, H. (2025). Peran ASEAN dalam penanganan pencemaran asap lintas batas dan tantangan pelaksanaannya dalam kerangka hukum internasional. PETITA, 7(1), 102–115. https://doi.org/10.33373/pta.v7i1.8384

Euronews. (2026, September 4). Malaysia declares air quality emergency as haze linked to Indonesia fires reaches critical level. https://www.euronews.com/2026/09/04/malaysia-declares-air-quality-emergency-as-haze-linked-to-indonesia-fires-reaches-critical

Fauzi, R. (2024). Perbuatan melawan hukum pemerintah dalam peristiwa kebakaran hutan: Kajian Putusan Nomor 118/PDT.G/LH/2016/PN.PLK. Jurnal Yudisial, 17(1), 61–80. https://doi.org/10.29123/jy.v17i1.611

GAPKI. (2026, April 27). RI sets up ASEAN center for transboundary haze control. https://gapki.id/en/news/2026/04/27/ri-sets-up-asean-center-for-transboundary-haze-control/

Gheana, S. (2023). Pertanggungjawaban Indonesia dalam menangani pencemaran asap lintas batas ditinjau dari ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP). LITRA: Jurnal Hukum Lingkungan, Tata Ruang, dan Agraria, 2(2), 170–188.

Gresnews. (2019, Oktober 3). KLHK bentuk tim khusus percepat eksekusi putusan karhutla. https://www.gresnews.com/artikel/117196/KLHK-Bentuk-Tim-Khusus-Percepat-Eksekusi-Putusan-Karhutla/

Hasim, A. (2026, Juni 11). Hukumnya membakar hutan untuk membuka lahan. Hukumonline. https://www.hukumonline.com/klinik/a/hukumnya-membakar-hutan-untuk-membuka-lahan-lt56a70dd6773cd/

Herdiyan. (2020, Maret 1). RUU Cipta Kerja: Karhutla di konsesi, tanggung jawab perusahaan. Bisnis.com. https://kabar24.bisnis.com/read/20200301/15/1207733/ruu-cipta-kerja-karhutla-di-konsesi-tanggung-jawab-perusahaan

Hukumonline. (2022, November). Koalisi: Putusan PK kasus karhutla Kalteng 2015 memprihatinkan. https://www.hukumonline.com/berita/a/koalisi--putusan-pk-kasus-karhutla-kalteng-2015-memprihatinkan-lt637b021d858d4/

Hukumonline. (2025, September 7). Vonis MK jamin perlindungan lingkungan hidup aman dari SLAPP. https://www.hukumonline.com/berita/a/vonis-mk-jamin-perlindungan-lingkungan-hidup-aman-dari-slapp-lt68be1b24ed649

Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Indonesia. (1999a). Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3886.

Indonesia. (1999b). Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3888.

Indonesia. (2005a). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2005 tentang Pengesahan International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4557.

Indonesia. (2005b). Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan International Covenant on Civil and Political Rights. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4558.

Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059.

Indonesia. (2011). Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234.

Indonesia. (2014a). Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2014 tentang Pengesahan ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (Persetujuan ASEAN tentang Pencemaran Asap Lintas Batas). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 258, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5592.

Indonesia. (2014b). Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 308, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5613.

Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6634.

Indonesia. (2023a). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6842.

Indonesia. (2023b). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6856.

Indonesia. (2024a). Peraturan Presiden Nomor 182 Tahun 2024 tentang Kementerian Lingkungan Hidup.

Indonesia. (2024b). Peraturan Presiden Nomor 183 Tahun 2024 tentang Kementerian Kehutanan.

Indonesia. (2025). Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2025 Nomor 8.

Indonesia. (2026). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2026 Nomor 1.

InfoPublik. (2024, Januari 16). KLHK percepat sita eksekusi kasus karhutla Riau PT Jatim Jaya Perkasa Rp491 miliar. https://infopublik.id/kategori/nasional-sosial-budaya/817172/klhk-percepat-sita-eksekusi-kasus-karhutla-riau-pt-jatim-jaya-perkasa-rp491-miliar

International Court of Justice. (1949). Corfu Channel (United Kingdom v. Albania), Merits, Judgment. I.C.J. Reports 1949, p. 4.

International Court of Justice. (2010). Pulp Mills on the River Uruguay (Argentina v. Uruguay), Judgment. I.C.J. Reports 2010, p. 14.

International Court of Justice. (2025). Obligations of States in respect of Climate Change, Advisory Opinion of 23 July 2025. https://www.icj-cij.org/case/187

International Law Commission. (2001a). Draft articles on responsibility of States for internationally wrongful acts. Yearbook of the International Law Commission, 2001, Vol. II, Part Two.

International Law Commission. (2001b). Draft articles on prevention of transboundary harm from hazardous activities, with commentaries. Yearbook of the International Law Commission, 2001, Vol. II, Part Two.

Jonaidi, D. P., & Wibisana, A. G. (2020). Landasan doktriner hak gugat pemerintah terhadap kerugian lingkungan hidup di Indonesia. Jurnal Bina Mulia Hukum, 5(1), 156–175. https://doi.org/10.23920/jbmh.v5i1.9

Jonaidi, D. P., & Wibisana, A. G. (2021). Konsep gugatan pemerintah atas pencemaran lingkungan: Komparasi antara Indonesia dan Amerika Serikat. Arena Hukum, 14(2), 268–292. https://doi.org/10.21776/ub.arenahukum.2021.01402.4

Kementerian Kehutanan. (2025). Apel kesiapsiagaan penanganan karhutla nasional 2025. https://www.kehutanan.go.id/news/article-37

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan [KLHK]. (2024, Juli 12). Digugat KLHK atas karhutla, PT NSP bayar ganti rugi lingkungan Rp160 M [Siaran pers]. https://www.menlhk.go.id/news/digugat-klhk-atas-karhutla-pt-nsp-bayar-ganti-rugi-lingkungan-rp160-m/

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup [KLH/BPLH]. (2025, Juli 1). KLH/BPLH menang gugatan ganti rugi lingkungan mencapai Rp721 miliar dan paksaan tindakan pemulihan lingkungan [Siaran pers]. https://kemenlh.go.id/news/detail/klhbplh-menang-gugatan-ganti-rugi-lingkungan-mencapai-rp721-miliar-dan-paksaan-tindakan-pemulihan-lingkungan

Kompas. (2019, Oktober 6). Eksekusi putusan perdata kasus karhutla lamban. https://www.kompas.id/artikel/baru-bmh-bayar-bayar-gugatan-rp-78-miliar-tiga-triliun-menyusul

Koplitz, S. N., Mickley, L. J., Marlier, M. E., Buonocore, J. J., Kim, P. S., Liu, T., Sulprizio, M. P., DeFries, R. S., Jacob, D. J., Schwartz, J., Pongsiri, M., & Myers, S. S. (2016). Public health impacts of the severe haze in Equatorial Asia in September–October 2015: Demonstration of a new framework for informing fire management strategies to reduce downwind smoke exposure. Environmental Research Letters, 11(9), Article 094023. https://doi.org/10.1088/1748-9326/11/9/094023

Lee, J. S. H., Jaafar, Z., Tan, A. K. J., Carrasco, L. R., Ewing, J. J., Bickford, D. P., Webb, E. L., & Koh, L. P. (2016). Toward clearer skies: Challenges in regulating transboundary haze in Southeast Asia. Environmental Science & Policy, 55(Part 1), 87–95. https://doi.org/10.1016/j.envsci.2015.09.008

Lembaga Kajian dan Advokasi Independensi Peradilan [LeIP]. (2020). Laporan kajian putusan perkara lingkungan hidup. LeIP. https://leip.or.id/wp-content/uploads/2021/01/Buku-LAPORAN-KAJIAN-PUTUSAN-PERKARA-LINGKUNGAN-HIDUP_ISBN.pdf

Mahendra, D. I., Hanifa, F. R., Sastika, J. A., Ni’mah, L., Aziza, F. F., & Nurdin, N. (2024). Analisis penerapan asas keadilan dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup (Dalam Putusan No. 727/PDT/2016/PT.DKI). Unizar Law Review, 7(2), 176–184. https://doi.org/10.36679/ulr.v7i2.78

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2015). Putusan Nomor 651 K/Pdt/2015 tanggal 28 Agustus 2015.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2017). Putusan Nomor 1 PK/Pdt/2017 tanggal 18 April 2017.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2018). Putusan Nomor 3067 K/Pdt/2018 tanggal 17 Desember 2018.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2019). Putusan Nomor 3555 K/Pdt/2018 tanggal 16 Juli 2019.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2020). Putusan Nomor 808 PK/Pdt/2020.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2022). Putusan Nomor 980 PK/Pdt/2022 tanggal 3 November 2022.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2023). Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pedoman Mengadili Perkara Lingkungan Hidup. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 453. https://peraturan.bpk.go.id/Details/265021/perma-no-1-tahun-2023

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2025). Putusan Nomor 119/PUU-XXIII/2025 tanggal 28 Agustus 2025.

Malay Mail. (2026, September 23). Malaysia calls for science-based cooperation and long-term Asean funding to tackle transboundary haze. https://www.malaymail.com/news/malaysia/2026/09/23/malaysia-calls-for-sciencebased-cooperation-and-longterm-asean-funding-to-tackle-transboundary-haze/236189

Mongabay. (2026, Agustus). Indonesia’s wildfire season surges as haze spreads into Malaysia. https://news.mongabay.com/2026/08/indonesias-wildfire-season-surges-as-haze-spreads-into-malaysia/

Muhammad, F. (2022). Environmental agreement under the non-interference principle: The case of ASEAN agreement on transboundary haze pollution. International Environmental Agreements: Politics, Law and Economics, 22(1), 139–155. https://doi.org/10.1007/s10784-021-09545-4

Nisa, A. N., & Suharno. (2020). Penegakan hukum terhadap permasalahan lingkungan hidup untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan (Studi kasus kebakaran hutan di Indonesia). Jurnal Bina Mulia Hukum, 4(2), 294–311. https://doi.org/10.23920/jbmh.v4i2.337

Nurhidayah, L., Alam, S., & Lipman, Z. (2015). The influence of international law upon ASEAN approaches in addressing transboundary haze pollution in Southeast Asia. Contemporary Southeast Asia, 37(2), 183–210. https://doi.org/10.1355/cs37-2b

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (2016a). Putusan Nomor 591/Pdt.G-LH/2015/PN.Jkt.Sel.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (2016b). Putusan Nomor 456/Pdt.G-LH/2016/PN.Jkt.Sel.

Pengadilan Negeri Meulaboh. (2014). Putusan Nomor 12/Pdt.G/2012/PN.Mbo tanggal 8 Januari 2014.

Pengadilan Negeri Palangka Raya. (2017). Putusan Nomor 118/Pdt.G/LH/2016/PN.Plk tanggal 22 Maret 2017.

Pengadilan Tinggi Banda Aceh. (2014). Putusan Nomor 50/PDT/2014/PT.BNA tanggal 15 Agustus 2014.

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. (2017). Putusan Nomor 540/Pdt/2017/PT.DKI.

Pengadilan Tinggi Palangka Raya. (2017). Putusan Nomor 36/PDT/2017/PT PLK tanggal 19 September 2017.

Periskop.id. (2026, Agustus 21). Karhutla Kalbar tembus 38.310 hektare, lampaui total sepanjang 2025. https://periskop.id/nasional/20260821/karhutla-kalbar-tembus-38310-hektare-lampaui-total-sepanjang-2025

Phuk, A. C., Rini, W. S. D., & Krustiyati, J. M. A. (2025). Dokumen Andal sebagai dasar pembuktian penyelesaian sengketa lingkungan hidup berdasarkan prinsip strict liability. Jurnal Pro Natura, 2(2), 102–119. https://journal.ugm.ac.id/v3/Pro-Natura/article/view/22489

Pradana, M. A. E. (2019). Pertanggungjawaban perdata korporasi dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup komparasi hukum positif dan hukum Islam (Studi kasus: Kebakaran hutan dan lahan PT. National Sago Prima (NSP) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau). Al-Mazaahib: Jurnal Perbandingan Hukum, 7(2), 145–165. https://doi.org/10.14421/al-mazaahib.v7i2.1881

Pratama, S. M., Putri, M. M., & Hafiz, M. (2022). Pembakaran hutan sebagai tindak pidana lingkungan: Analisis dalam perspektif hak asasi manusia. Jurnal Analisis Hukum, 5(1). https://journal.undiknas.ac.id/index.php/JAH/article/view/3157

Purnomo, H., Shantiko, B., Sitorus, S., Gunawan, H., Achdiawan, R., Kartodihardjo, H., & Dewayani, A. A. (2017). Fire economy and actor network of forest and land fires in Indonesia. Forest Policy and Economics, 78, 21–31. https://doi.org/10.1016/j.forpol.2017.01.001

Rachma, D. A., & Triwibowo, A. M. (2023). Penerapan prinsip strict liability dalam penegakan hukum lingkungan di Indonesia: Kajian Putusan Nomor 50/PDT/2014/PT.BNA jo. Nomor 12/PDT.G/2012/PN.MBO. Jurnal Yudisial, 16(1), 103–120. https://doi.org/10.29123/jy.v16i1.574

Radhova, S. S., Berutu, S. P., & Ardini, A. (2026). A legal analysis of the application of strict liability and the role of courts in civil litigation for environmental pollution. Al-Adalah, 11(2). https://doaj.org/article/2d3a4f4e4bf14c57938a3eeb16ae4f23

Rahadina, V. A., & Ratna, E. (2025). Penegakan hukum administrasi terhadap kebakaran hutan. Jurnal USM Law Review, 8(1). https://journals.usm.ac.id/index.php/julr/article/download/10931/6092

RiauPagi. (2026, Januari 22). Pemerintah gugat sejumlah perusahaan sebagai ganti rugi atas kerusakan bencana ekologis di Sumatera. https://riaupagi.com/news/pemerintah-gugat-sejumlah-perusahaan-dengan-sebesar-rp48-t-sebagai-ganti-rugi-atas-kerusakan-bencana-ekologis-di-sumatera-202601229156/

Satriawan, H. A., Islami, M. H., & Putra, Y. P. (2025). Judicial reasoning in applying strict liability principle in forest fire litigation. Jurnal Yudisial, 18(1), 1–23. https://doi.org/10.29123/jy.v18i1.750

Sia, D. A. (2022). Effectiveness of the ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution. Environmental Law Review, 24(4), 305–313. https://doi.org/10.1177/14614529221126335

Sinarpidie. (2022). Tuntut percepatan eksekusi putusan PT Kallista Alam, masyarakat Nagan Raya ajukan citizen lawsuit. https://sinarpidie.co/news/tuntut-percepatan-eksekusi-putusan-pt-kallista-alam-masyarakat-nagan-raya-ajukan-citizen-lawsuit/index.html

Singapore. (2014). Transboundary Haze Pollution Act 2014.

Singapore Institute of International Affairs [SIIA]. (2026, Juni 24). Haze Outlook 2026 [Laporan]. https://siiaonline.org/siia-haze-outlook-2026-media-release/

Tacconi, L. (2016). Preventing fires and haze in Southeast Asia. Nature Climate Change, 6(7), 640–643. https://doi.org/10.1038/nclimate3008

Tempo. (2019, Oktober 1). Gugatan perdata karhutla Rp 3,15 T, KLHK: Baru dibayar Rp 78 M. https://www.tempo.co/ekonomi/gugatan-perdata-karhutla-rp-3-15-t-klhk-baru-dibayar-rp-78-m-700656

Trail Smelter Arbitration (United States v. Canada). (1941). Reports of International Arbitral Awards (Vol. III, p. 1905). United Nations.

United Nations. (1972). Declaration of the United Nations Conference on the Human Environment (Stockholm Declaration).

United Nations. (1992). Rio Declaration on Environment and Development.

United Nations General Assembly. (2022). The human right to a clean, healthy and sustainable environment (A/RES/76/300).

United Nations Human Rights Council. (2018). Framework principles on human rights and the environment (A/HRC/37/59). United Nations.

United Nations Human Rights Council. (2021). The human right to a clean, healthy and sustainable environment (A/HRC/RES/48/13).

Validnews. (2023). KLHK gugat 22 perusahaan penyebab karhutla. https://validnews.id/nasional/klhk-gugat-22-perusahaan-penyebab-karhutla

Varkkey, H. (2016). The haze problem in Southeast Asia: Palm oil and patronage. Routledge.

Wibisana, A. G. (2016). Pertanggungjawaban perdata untuk kebakaran hutan/lahan: Beberapa pelajaran dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan vs. PT Bumi Mekar Hijau. Bina Hukum Lingkungan, 1(1), 36–58.

Wibisana, A. G. (2019). The many faces of strict liability in Indonesia’s wildfire litigation. Review of European, Comparative & International Environmental Law, 28(2), 185–196. https://doi.org/10.1111/reel.12284

Wibisana, A. G. (2021). Undang-Undang Cipta Kerja dan strict liability. Bina Hukum Lingkungan, 5(3), 494–522. https://bhl-jurnal.or.id/index.php/bhl/article/view/174

Widowaty, Y., Pratiwi, B., & Al Kautsar, I. (2022). Hak gugat pemerintah terhadap perbuatan melawan hukum di bidang lingkungan hidup. Diversi Jurnal Hukum, 8(1), 191–216. https://ejournal.uniska-kediri.ac.id/index.php/Diversi/article/download/1470/1562

Wongkar, E. E. L. T. (2024). Meninjau kembali strict liability: Perkembangan konseptual dan tantangannya dalam ajudikasi lingkungan di Indonesia. Jurnal Pro Natura, 1(1), 1–18. https://jurnal.ugm.ac.id/v3/Pro-Natura/article/view/13532

World Bank. (2016). The cost of fire: An economic analysis of Indonesia’s 2015 fire crisis (Indonesia Sustainable Landscapes Knowledge Note No. 1). World Bank Group.

Yusyanti, D. (2019). Tindak pidana pembakaran hutan dan lahan oleh korporasi untuk membuka usaha perkebunan. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 19(4), 455–478. https://doi.org/10.30641/dejure.2019.V19.455-478

Published

2026-11-02

How to Cite

Darmaputra, M. A. (2026). Liability for forest and land fires in Indonesia after the Job Creation Law and Supreme Court Regulation N0. 1 of 2023: National law, international law, and human rights perspectives. Journal of Law, Administration, and Social Science, 6(6), 493–517. https://doi.org/10.54957/jolas.v6i6.2450

Issue

Section

Articles