Corporate liability of crypto asset trading operators after the transfer of supervision to the Indonesian Financial Services Authority

Authors

  • Mozza Octarita Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.54957/jolas.v6i6.2458

Keywords:

Consumer Protection, Corporate Liability, Crypto Assets, Custody, Financial Services Authority

Abstract

Since 10 January 2025, crypto asset trading in Indonesia has been supervised by the Financial Services Authority (OJK) rather than the Commodity Futures Trading Regulatory Agency (Bappebti). This normative study, using statutory, conceptual, and event-based case approaches, examines what the transfer actually changed, how corporate liability for consumer losses is constructed, and how OJK supervision and enforcement protect consumers. No civil court or alternative dispute resolution decision is analysed; the 2024 Indodax hack, the Botxcoin collapse, and the 2022 Zipmex freeze serve as test scenarios. A provision-by-provision comparison shows that the layered architecture, fund segregation at the clearing house, and custodian liability for loss already existed under Bappebti; the genuinely new elements are statutory status under Law No. 4 of 2026, controller liability, and integrated prudential and market conduct supervision. Consumer assets are intangible property held in a deposit-like relationship, but omnibus wallets registered to traders weaken that claim in insolvency, a gap that capital market rules on custodial accounts can fill by analogy through implementing regulation. The statutory fault-based rule in Article 221A and the custodian loss rule in OJK Regulation No. 27 of 2024 can be read as general and special regimes, but true strict liability requires statutory footing. Administrative fines for consumer protection breaches reach IDR 15 billion, Article 221D carries no criminal sanction of its own, and OJK’s institutional lawsuit under Regulation No. 38 of 2025 is not a class action. It recommends per-consumer segregation, an explicit non-estate rule, mandatory loss reserves, and statutory custodian liability.

References

Badan Pengawas Pasar Modal [Bapepam]. (1997). Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor Kep-48/PM/1997 tentang Rekening Efek pada Kustodian (Peraturan Nomor VI.A.3). https://ojk.go.id/Files/regulasi/pasar-modal/bapepam-pm/lembaga-penunjang/kustodian/VI.A.3.pdf

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi [Bappebti]. (2021). Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. (2022). Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 13 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka.

Bisnis.com. (2023, Juli 20). Sah! Bappebti resmikan bursa kripto, kliring, dan pengelola tempat aset. https://market.bisnis.com/read/20230720/94/1676642/sah-bappebti-resmikan-bursa-kripto-kliring-dan-pengelola-tempat-aset

Bloomberg Technoz. (2026, Juni 22). UU PPSK: Kewenangan pengajuan pailit OJK meluas ke sektor kripto. https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/112590/uu-ppsk-kewenangan-pengajuan-pailit-ojk-meluas-ke-sektor-kripto

CNN Indonesia. (2022, Agustus 15). Kemendag pastikan nasabah Zipmek sudah bisa cairkan aset. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20220815180451-92-834952/kemendag-pastikan-nasabah-zipmek-sudah-bisa-cairkan-aset

Detik. (2024, September 23). Bos Indodax ungkap fakta di balik peretasan, kerugian Rp 300 M. https://finance.detik.com/fintech/d-7554640/bos-indodax-ungkap-fakta-di-balik-peretasan-kerugian-rp-300-m

European Securities and Markets Authority [ESMA]. (2026). Statement on the end of transitional periods under MiCA (ESMA75-113276571-1679). https://www.esma.europa.eu/sites/default/files/2026-04/ESMA75-113276571-1679_Statement_on_the_end_of_transitional_periods_under_MiCA.pdf

European Union. (2023). Regulation (EU) 2023/1114 of the European Parliament and of the Council of 31 May 2023 on markets in crypto-assets. https://eur-lex.europa.eu/eli/reg/2023/1114/oj

FXStreet. (2025, November 25). Japan FSA crypto liability reserves: 2026 rules. https://www.fxstreet.com/amp/cryptocurrencies/news/japan-fsa-crypto-liability-reserves-2026-rules-202511250906

Hadjon, P. M. (1987). Perlindungan hukum bagi rakyat di Indonesia. Bina Ilmu.

Hariyanto. (2022). Bitcoin sebagai aset debitor pailit dalam hukum kepailitan di Indonesia. Masalah-Masalah Hukum, 51(3), 299–313. https://doi.org/10.14710/mmh.51.3.2022.299-313

Hendriana, D. Y. (2026, September 17). Implikasi KUHP Nasional terhadap praktik kejahatan korporasi. MARINews Mahkamah Agung Republik Indonesia. https://marinews.mahkamahagung.go.id/artikel/implikasi-kuhp-nasional-terhadap-praktik-kejahatan-korporasi-0bxf

Hondro, M. L. P. C., & Yudhantaka, L. (2026). Kedudukan aset digital berupa cryptocurrency sebagai harta pailit dalam hukum kepailitan Indonesia dan Inggris. Amanna Gappa, 34(1), 55–65. https://journal.unhas.ac.id/index.php/agjl/article/view/49948

Ikatan Konsultan Pajak Indonesia [IKPI]. (2026). Tak hanya kripto, OJK berwenang awasi seluruh aset keuangan digital. https://ikpi.or.id/en/tak-hanya-kripto-ojk-berwenang-awasi-seluruh-aset-keuangan-digital/

Indonesia. (1847). Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek voor Indonesië). Staatsblad 1847 Nomor 23.

Indonesia. (1995). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.

Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.

Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Indonesia. (2010). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Indonesia. (2011). Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan.

Indonesia. (2022). Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.

Indonesia. (2023a). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Indonesia. (2023b). Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.

Indonesia. (2024). Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2024 tentang Peralihan Tugas Pengaturan dan Pengawasan Aset Keuangan Digital Termasuk Aset Kripto serta Derivatif Keuangan.

Indonesia. (2026). Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2026 Nomor 26.

Kementerian Keuangan. (2025). Peraturan Menteri Keuangan Nomor 50 Tahun 2025 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penghasilan atas Transaksi Perdagangan Aset Kripto.

Khairandy, R. (2014). Hukum perseroan terbatas. FH UII Press.

Kharisma, D. B., & Uwais, I. (2023). Studi komparasi regulasi aset kripto di Indonesia, Amerika Serikat, dan Jepang. Perspektif, 28(3), 141–153. https://doi.org/10.30742/perspektif.v28i3.881

Kompas.com. (2026, Agustus 27). OJK catat transaksi kripto Rp 20,52 triliun, pengguna capai 22,93 juta. https://money.kompas.com/read/2026/08/27/134800026/ojk-catat-transaksi-kripto-rp-20-52-triliun-pengguna-capai-22-93-juta

Kompas.id. (2024, September 20). Indodax ganti kerugian pencurian kripto dengan aset cadangan. https://www.kompas.id/baca/ekonomi/2024/09/20/indodax-ganti-kerugian-pencurian-kripto-dengan-aset-cadangan

Krisnayanti, D. A. I., & Suhirman. (2018). Peranan class action dalam penyelesaian sengketa perlindungan konsumen di Indonesia. Kertha Wicara, 7(2), 1–5. https://ojs.unud.ac.id/index.php/kerthawicara/article/view/38660

Kumparan. (2026). Membedah hasil revisi Undang-Undang P2SK, apa saja pasal yang berubah? https://kumparan.com/kumparanbisnis/membedah-hasil-revisi-undang-undang-p2sk-apa-saja-pasal-yang-berubah-27e4NkDPLKY

Leks&Co. (2024). Peralihan rezim: Menavigasi pergeseran otoritas regulasi kripto di Indonesia. https://blog.lekslawyer.com/peralihan-rezim-menavigasi-pergeseran-otoritas-regulasi-kripto-di-indonesia/

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2002). Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2002 tentang Acara Gugatan Perwakilan Kelompok.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2016). Peraturan Mahkamah Agung Nomor 13 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penanganan Perkara Tindak Pidana oleh Korporasi.

Moneter.id. (2026, Agustus 27). OJK: Jumlah konsumen bertransaksi aset kripto di Indonesia tembus Rp20,52 triliun hingga Juli 2026. https://moneter.id/ojk-jumlah-konsumen-bertransaksi-aset-kripto-di-indonesia-tembus-rp2052-triliun-hingga-juli-2026/

Otoritas Jasa Keuangan. (2020). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 53/POJK.04/2020 tentang Rekening Efek pada Kustodian. https://ojk.go.id/id/regulasi/Documents/Pages/Rekening-Efek-pada-Kustodian/summary%20pojk%2053%20-%2004%20-%202020.pdf

Otoritas Jasa Keuangan. (2023). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan.

Otoritas Jasa Keuangan. (2024). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 27 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Aset Keuangan Digital Termasuk Aset Kripto. https://ojk.go.id/id/regulasi/Pages/POJK-27-2024-AKD-AK.aspx

Otoritas Jasa Keuangan. (2025a). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 23 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 27 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Aset Keuangan Digital Termasuk Aset Kripto. https://ojk.go.id/id/regulasi/Pages/POJK-23-2025-Perubahan-POJK-27-Tahun-2024-tentang-Penyelenggaraan-Perdagangan-Aset-Keuangan-Digital-Termasuk-Aset-Kripto.aspx

Otoritas Jasa Keuangan. (2025b). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 38 Tahun 2025 tentang Gugatan oleh Otoritas Jasa Keuangan untuk Pelindungan Konsumen di Sektor Jasa Keuangan.

Otoritas Jasa Keuangan. (2026, Januari 20). POJK 38 Tahun 2025 gugatan oleh OJK untuk pelindungan konsumen di sektor jasa keuangan (Siaran Pers SP 12/OJK/GKPB/I/2026). https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/POJK-38-Tahun-2025-Gugatan-oleh-OJK-untuk-Pelindungan-Konsumen-di-Sektor-Jasa-Keuangan.aspx

Otoritas Jasa Keuangan [OJK] & Bappebti. (2025, Januari 10). Siaran pers bersama: Bappebti Kemendag alihkan tugas pengaturan dan pengawasan aset keuangan digital termasuk aset kripto serta derivatif keuangan kepada OJK dan BI. https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/Bappebti-Kemendag-Alihkan-Tugas-Aset-Keuangan-Digital-termasuk-Aset-Kripto-serta-Derivatif-Keuangan-kepada-OJK-dan-BI.aspx

Ramadhani, Z. S. M. C. (2024, September 12). Indodax akui dugaan peretasan, Bappebti minta investor tidak panik. Investortrust. https://investortrust.id/market/40585/indodax-akui-dugaan-peretasan-bappebti-minta-investor-tidak-panik

Ruscoe & Moore v Cryptopia Ltd (in liquidation), [2020] NZHC 728 (2020). https://www.justice.govt.nz/jdo_documents/workspace_SpacesStore_e58d36af_d708_45cb_a474_6b08bd75ace9.pdf

Samudra, T. B., & Rahadiyan, I. (2025). Legal protection for crypto asset customers in Indonesia against investment losses in Botxcoin. Journal of Private and Commercial Law, 2(1), 1–25. https://doi.org/10.20885/JPCOL.vol2.iss1.art1

Saputra, A. (2025, Januari 22). Tok! MA lipatgandakan vonis penipu kripto jadi 9 tahun penjara. Dandapala. https://dandapala.com/article/detail/tok-ma-lipatgandakan-vonis-penipu-kripto-jadi-9-tahun-penjara

Solichin, A. B. (2025). Implikasi hukum atas peralihan kewenangan pengaturan dan pengawasan aset kripto dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi kepada Otoritas Jasa Keuangan pasca Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023. Lex Prospicit, 3(1), 29–41. https://doi.org/10.19166/lp.v3i1.7762

Taylor, M. (1995). Twin peaks: A regulatory structure for the new century. Centre for the Study of Financial Innovation.

Urath, I., Tjoanda, M., & Haliwela, N. S. (2026). Financial Services Authority’s responsibility for supervision of market conduct in financial services. PAMALI: Pattimura Magister Law Review, 6(2), 249–264. https://doi.org/10.47268/pamali.v6i2.3377

Utama, R. A., Ginting, B., & Robert. (2025). Perlindungan hukum terhadap konsumen dalam perdagangan aset kripto di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Journal of Science and Social Research, 8(3), 4000–4008. https://jurnal.goretanpena.com/index.php/JSSR/article/view/4122

Published

2026-11-02

How to Cite

Octarita, M. (2026). Corporate liability of crypto asset trading operators after the transfer of supervision to the Indonesian Financial Services Authority. Journal of Law, Administration, and Social Science, 6(6), 518–538. https://doi.org/10.54957/jolas.v6i6.2458

Issue

Section

Articles