Reconstructing the boundary between business loss and state financial loss in state-owned enterprise management
Good corporate governance and directors' fiduciary duty after Law Number 16 of 2025
DOI:
https://doi.org/10.54957/jolas.v6i6.2464Keywords:
Business judgment rule, Fiduciary duty, Good corporate governance, State financial loss, State-owned enterprisesAbstract
Law Number 1 of 2025 and Law Number 16 of 2025 reshape the relationship between state-owned enterprise (SOE) losses and state finances. Article 4B treats gains or losses as those of the SOE, while Article 9F codifies a conditional business judgment rule (BJR). Yet the criminal-law boundary remains unsettled where a business decision causes loss. This normative legal study uses statutory, conceptual, and case approaches to develop a six-parameter fiduciary loss attribution test: informed process, loyalty, legality of authority, good faith and corporate purpose, mitigation, and loss qualification. It examines Constitutional Court Decisions Nos. 48/PUU-XI/2013 and 62/PUU-XI/2013, Decision No. 28/PUU-XXIV/2026, and cases concerning Karen Agustiawan’s BMG investment, the LNG Corpus Christi transaction, Hotasi Nababan, and the 2025 ASDP acquisition. The central doctrinal argument is that Article 36(2) of the Criminal Code permits punishment for negligence only where legislation expressly provides for it, whereas Articles 603 and 604 do not formulate negligence as a punishable mode; Article 604 also requires an intention to obtain an unlawful benefit. Accordingly, a serious procedural failure alone cannot replace proof of the statutory mens rea. The test is proposed as an interpretation of unlawfulness and culpability, not as an additional element of an offence. It differentiates ordinary procedural defects, acts beyond authority, and abuse of authority for an improper purpose, while preserving civil and administrative accountability where criminal elements are not established.
References
Alimudin, G. C. (2025). Pertanggungjawaban pidana direksi dan komisaris BUMN pasca revisi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(4), 4822–4833. https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4446
Antara. (2025, November 26). President Prabowo grants rehabilitation in ASDP corruption case. Antara News. https://mataram.antaranews.com/berita/508417/president-prabowo-grants-rehabilitation-in-asdp-corruption-case
Arfiani. (2026). Kewenangan Badan Pemeriksa Keuangan dalam penentuan kerugian keuangan negara pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 28/PUU-XXIV/2026. Jurnal Sakato Ekasakti Law Review, 5(1), 137–148. https://doi.org/10.31933/2zc9g795
Bainbridge, S. M. (2004). The business judgment rule as abstention doctrine. Vanderbilt Law Review, 57(1), 83–130.
Budi, M. (2025, October 30). MK tak terima 4 gugatan uji materi UU BUMN, ini alasannya. detikNews. https://news.detik.com/berita/d-8185931/mk-tak-terima-4-gugatan-uji-materi-uu-bumn-ini-alasannya
Dahoklory, M. V. (2020). Dinamika pengelolaan keuangan BUMN perihal "dilema" antara kerugian negara ataukah kerugian bisnis. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 9(3), 349–365. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v9i3.457
Fatkhurohman, & Kurniawan, N. (2017). Pergeseran delik korupsi dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 25/PUU-XIV/2016. Jurnal Konstitusi, 14(1), 1–21. https://doi.org/10.31078/jk1411
Fuady, M. (2002). Doktrin-doktrin modern dalam corporate law dan eksistensinya dalam hukum Indonesia. Citra Aditya Bakti.
Harahap, H., Nasution, B., Juwana, H., & Siregar, M. (2021). The dilemma of managing limited liability state-owned enterprises in applying the business judgment rule. In Proceedings of the 2nd International Conference on Law, Economic, Governance (ICOLEG 2021). EAI. https://doi.org/10.4108/eai.29-6-2021.2312616
Harefa, B., & Siswanto. (2026). Konstruksi hukum unsur mens rea dan kerugian keuangan negara dalam tindak pidana korupsi pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dialogia Iuridica, 18(1), 1–27. https://doi.org/10.28932/di.v18i1.13869
Hayyi, M. A. S., Karim, M. S., & Ilmar, A. (2021). Urgensi penerapan doktrin business judgment rule terhadap direksi BUMN dalam perkara tindak pidana korupsi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 6(1), 72–81. https://doi.org/10.17977/um019v6i1p72-81
Hukumonline. (2014, May 9). MA batalkan vonis bebas eks Dirut Merpati. Hukumonline. https://www.hukumonline.com/berita/a/ma-batalkan-vonis-bebas-eks-dirut-merpati-lt536cebe5083bd/
Hukumonline. (2025, November 24). Eks pimpinan KPK sayangkan putusan ASDP, perhitungan kerugian negara dinilai tak rasional. Hukumonline. https://www.hukumonline.com/berita/a/eks-pimpinan-kpk-sayangkan-putusan-asdp--perhitungan-kerugian-negara-dinilai-tak-rasional-lt692414d016340
Investor Trust. (2025, November 21). Eks Dirut PT ASDP dihukum 4,5 tahun penjara, ketua majelis hakim beda pendapat. Investor Trust. https://www.investortrust.id/national/86160/eks-dirut-pt-asdp-dihukum-4-5-tahun-penjara-ketua-majelis-hakim-beda-pendapat
Isfardiyana, S. H. (2015). Tanggung jawab direksi perseroan terbatas dalam pelanggaran fiduciary duty. Padjadjaran Jurnal Ilmu Hukum, 2(1), 168–191. https://doi.org/10.22304/pjih.v2n1.a10
Juliani, H. (2018). Legal implication of the Audit Board of Indonesia on management audit and financial liability of the state against state-owned enterprises. Diponegoro Law Review, 3(1), 75–83. https://doi.org/10.14710/dilrev.3.1.2018.75-83
Kamilah, A., & Handayani, T. (2021). The application of business judgment rule principles: The protection for state-owned enterprises directors to business risk failure. Unifikasi: Jurnal Ilmu Hukum, 8(1), 18–27. https://doi.org/10.25134/unifikasi.v8i1.3927
Kementerian Badan Usaha Milik Negara. (2023). Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-2/MBU/03/2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan Badan Usaha Milik Negara.
Komisi Pemberantasan Korupsi. (2026, April 9). Memahami jenis korupsi pasca penyesuaian KUHP terbaru. Anti-Corruption Learning Center. https://aclc.kpk.go.id/aksi-informasi/Eksplorasi/20260409-memahami-jenis-korupsi-pasca-penyesuaian-kuhp-terbaru
Komite Nasional Kebijakan Governansi. (2021). Pedoman umum governansi korporat Indonesia (PUG-KI) 2021. KNKG.
Kraakman, R., Armour, J., Davies, P., Enriques, L., Hansmann, H., Hertig, G., Hopt, K., Kanda, H., Pargendler, M., Ringe, W.-G., & Rock, E. (2017). The anatomy of corporate law: A comparative and functional approach (3rd ed.). Oxford University Press.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2014a). Putusan Nomor 417 K/Pid.Sus/2014 (Hotasi D. P. Nababan).
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2015). Putusan Nomor 41 PK/Pid.Sus/2015 (Hotasi D. P. Nababan).
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2016). Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2016 sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas bagi Pengadilan.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2020). Putusan Nomor 121 K/Pid.Sus/2020 (Karen Galaila Agustiawan).
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2025). Putusan Nomor 1076 K/Pid.Sus/2025 (Galaila Karen Kardinah alias Karen Agustiawan). https://putusan3.mahkamahagung.go.id/direktori/putusan/11f031348b33a198b339303933303139.html
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2014a). Putusan Nomor 48/PUU-XI/2013.
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2014b). Putusan Nomor 62/PUU-XI/2013.
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2017). Putusan Nomor 25/PUU-XIV/2016.
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2025, October 13). UU BUMN berubah, bagaimana nasib uji materinya di MK? https://www.mkri.id/berita/uu-bumn-berubah,-bagaimana-nasib-uji-materinya-di-mk%3F-23909
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2026). Putusan Nomor 28/PUU-XXIV/2026. https://s.mkri.id/public/content/persidangan/putusan/putusan_mkri_13927_1772423911.pdf
Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum (Edisi revisi). Kencana.
Nurhalimah, S. (2022). Menyoal "kerugian BUMN" dalam PP Nomor 23 Tahun 2022 tentang Pendirian, Pengurusan, Pengawasan, dan Pembubaran BUMN. ADALAH: Buletin Hukum dan Keadilan, 6(2), 67–88. https://doi.org/10.15408/adalah.v6i2.26945
OECD. (2024). OECD guidelines on corporate governance of state-owned enterprises 2024. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/18a24f43-en
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. (2012). Putusan Nomor 36/Pid.B/TPK/2012/PN.JKT.PST (Hotasi D. P. Nababan).
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. (2024). Putusan Nomor 12/Pid.Sus-TPK/2024/PN Jkt.Pst (Karen Galaila Agustiawan).
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. (2025). Putusan Nomor 68/Pid.Sus-TPK/2025/PN Jkt.Pst (Ira Puspadewi, Muhammad Yusuf Hadi, dan Muhammad Adhi Caksono).
Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. (2024). Putusan Nomor 41/PID.SUS-TPK/2024/PT DKI (Karen Galaila Agustiawan).
Prasetyo, A. (2023, October 13). Melihat doktrin BJR dalam pertimbangan pengadilan. Hukumonline. https://www.hukumonline.com/berita/a/melihat-doktrin-bjr-dalam-pertimbangan-pengadilan-lt6527e79dd6aab/
Pudjoharsoyo, A. S. (2026, April 25). Keseimbangan pasca Putusan MK Nomor 28/PUU-XXIV/2026. MARINews. https://marinews.mahkamahagung.go.id/berita/keseimbangan-pasca-putusan-mk-nomor-28puu-xxiv2026-0beo
Rahman, F. Z. (2026). Batasan pertanggungjawaban pidana direksi BUMN dalam perspektif business judgment rule pasca revisi UU BUMN. Semarang Law Review, 7(1), 327–350. https://doi.org/10.26623/slr.v7i1.13983
Ramadhanty, N. N. (2026, September 2). PP 38/2026 serahkan kendali BUMN ke BP BUMN dan Danantara. Veritask. https://veritask.ai/id/artikel/pp-38-2026-serahkan-kendali-bumn-ke-bp-bumn-dan-danantara
Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.
Republik Indonesia. (2001). Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.
Republik Indonesia. (2003a). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Republik Indonesia. (2003b). Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara.
Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.
Republik Indonesia. (2006). Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan.
Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.
Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Republik Indonesia. (2025a). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2025 Nomor 25.
Republik Indonesia. (2025b). Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2025 Nomor 162.
Republik Indonesia. (2026). Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Badan Usaha Milik Negara.
Setiawati, A. D., & Gisa Vitrana, M. (2025). Doktrin business judgment rule dalam UU BUMN: Batas tanggung jawab direksi dalam tindak pidana korupsi. Jurnal Rechtens, 14(1), 155–170. https://doi.org/10.56013/rechtens.v14i1.4256
Shokat Ali, M. H. (2025). Status keuangan BUMN sebelum dan sesudah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025: Reorientasi hubungan keuangan negara–korporasi. AL WASATH Jurnal Ilmu Hukum, 6(2), 95–106. https://doi.org/10.47776/alwasath.v6i2/1797
Simabura, C., Alia, M. I., & Fajar, H. F. (2026). Konstitusionalitas BPI Danantara: Studi komparatif model sovereign wealth fund di ASEAN. Jurnal Konstitusi, 23(3), 553–588. https://doi.org/10.31078/jk2332
Syaflizar, L. P. (2023). Business judgment rule: Sebuah prinsip tanggung jawab direksi atas kerugian dalam pengelolaan BUMN (Persero). Jurnal Privat Law, 11(1), 140–152. https://doi.org/10.20961/privat.v11i1.45950
Wibisana, A. W. (2022). Can business judgment rule be a justification reason in corruption cases in state-owned enterprises in the form of limited liability companies? International Journal of Research in Business and Social Science, 11(6), 560–571. https://doi.org/10.20525/ijrbs.v11i6.1975
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Javas Mesa Briantama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








