Hubungan asupan lemak, karbohidrat, zat besi (Fe) dan Kurang Energi Kronik (KEK) dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 1 Parigi Kabupaten Muna
DOI:
https://doi.org/10.54957/ijhs.v4i5.1011Kata Kunci:
Anemia, Karbohidrat, KEK, Lemak, Zat besi (Fe)Abstrak
Anemia is a nutritional problem that often occurs in developing countries, one of which is Indonesia, which is most often experienced by young women. The aim of this study was to determine the relationship between fat intake, carbohydrate intake and KEK with the incidence of anemia in adolescent girls at SMAN 1 Parigi. The type of research used is quantitative with a cross sectional approach. The population in this study were all young women at SMAN 1 Parigi in grades X and XI, totaling 113 female students. The sample size was determined based on the Slovin formula so that a sample of 88 female students was obtained. The sampling technique used was proportionate random sampling with inclusion and exclusion criteria. Data analysis used the chi square test. The results of the study showed that there was no relationship between fat and carbohydrates and the incidence of anemia with a p value = 0.109; 0.296 (p>0.05), and there is a relationship between the mineral Fe and KEK and the incidence of anemia in female students at SMAN 1 Parigi with a value of p=0.000; 0.000 (p<0.05). It is hoped that female students can pay attention to the intake they consume, especially foods high in fat, carbohydrates, Fe minerals, and also maintain their diet so as to avoid anemia and CED.
Anemia merupakan masalah gizi yang banyak terjadi di Negara-negara berkembang salah satunya Indonesia yang paling banyak dialami oleh remaja putri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan asupan lemak, asupan karohidrat dan KEK dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 1 Parigi Kabupaten Muna. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh remaja putri SMAN 1 Parigi dengan jenjang kelas X dan XI yang berjumlah 113 siswi. Besar sampel ditetapkan berdasarkan rumus Slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 88 siswi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate random sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat hubungan antara lemak serta karbohidrat dengan kejadian anemia dengan nilai p=0,109; 0,296 (p>0,05), serta terdapat hubungan antara mineral Fe dan KEK dengan kejadian anemia pada siswi di SMAN 1 Parigi dengan nilai p=0,000; 0,000 (p<0,05). Diharapkan agar siswi dapat memperhatikan asupan yang mereka konsumsi terutama makanan tinggi zat lemak, karbohidrat, mineral Fe, dan serta menjaga pola makan sehingga terhindar dari anemia dan KEK.
Referensi
Abby, S. O., Arini, F. A., Sufyan, D. L., & Ilmi, I. M. B. (2023). Hubungan Kepatuhan Konsumsi TTD, Asupan Zat Gizi, dan Status Gizi Terhadap Kejadian Anemia pada Remaja Putri Di SMPN 1 Gunungsari. Amerta Nutrition, 7(2SP), 213–223. https://doi.org/10.20473/amnt.v7i2sp.2023.213-223
Aisyaroh, N., Kusumaningsih, M. R., & Rahman, R. N. (2023). Review, Malnutrisi Menjadi Indikasi Anemia pada Remaja Putri : Literature. The Indonesian Journal of Health Promotion, 6(6), 1057–1064.
Andriani. (2021). Hubungan Pola Menstruasi dengan Kejadian Anemia pada Remaja di Pesantren Teknologi Riau. Health Care Media, 5(1), 23–28.
Astini, N. N. A. D., & Gozali, W. (2021). Body Image Sebagai Faktor Penentu dalam Meningkatkan Status Gizi Remaja Putri. International Journal of Natural Science and Engineering, 5(1), 1–7. https://doi.org/10.23887/ijnse.v5i1.31382
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Muna. (2023). Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Muna 2023. Dinas Kesehatan Kabupaten Muna.
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. (2019). Profil Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara 2018. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Anemia Pada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur (WUS). Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Khofifah, F. N., Rahma, A., & Supriatiningrum, D. N. (2023). Hubungan Asupan Protein dan Vitamin A Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Di SMA Muhammadiyah 10 GKB. Indonesian Journal of Midwifery Today 2023, 3(1), 21–26. https://doi.org/10.30587/ijmt.v3i1.6848
Kristo, A. S., Gültekin, B., Öztaǧ, M., & Sikalidis, A. K. (2020). The effect of eating habits’ quality on scholastic performance in Turkish adolescents. Behavioral Sciences, 10(1), 1–17. https://doi.org/10.3390/bs10010031
Kurniasih, E., Kuswari, M., & Nuzrina, R. (2022). Hubungan Asupan Zat Gizi Makro (Protein, Lemak, Karbohidrat) Dan Zat Gizi Mikro (Zat Besi, Asam Folat, Vitamin B12) Dengan Kadar Hemoglobin Atlet Futsal Putri Universitas Pendidikan Indonesia Bandung. Jurnal Gizi Dan Kesehatan Manusia, 2(1), 28–35.
Mutmainnah, Patimah, S., & Septiyanti. (2021). Hubungan Kurang Energi Kronik (Kek) Dan Wasting Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di Kabupaten Majene. Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI , 1(01), 107–115.
Nabilla, F. S., Muniroh, L., & Rifqi, M. A. (2022). Hubungan pola konsumsi sumber zat besi, inhibator, dan enhancer besi dengan kejadian anemia pada satriwati pondok pesantren Al-Mizan Muhammadiyah Lamongan. Media Gizi Indonesia, 17(1), 56–61.
Putriwati, A. K., Purwaningtyas, D. R., & Iswahyudi, I. (2024). Hubungan asupan gizi dan konsumsi pangan inhibitor zat besi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 6 Tambun Selatan. Ilmu Gizi Indonesia, 7(2), 137. https://doi.org/10.35842/ilgi.v7i2.455
Salsabil, I. S., & Nadhiroh, S. R. (2023). Literature Review: Hubungan Asupan Protein, Vitamin C, dan Zat Besi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri. Media Gizi Kesmas, 12(1), 516–521. https://doi.org/10.20473/mgk.v12i1.2023.516-521
Sari, P., Herawati, D. M. D., Dhamayanti, M., & Hilmanto, D. (2022). Anemia among Adolescent Girls in West Java, Indonesia: Related Factors and Consequences on the Quality of Life. Nutrients, 14(18), 1–13. https://doi.org/10.3390/nu14183777
Sholicha, C. A., & Muniroh, L. (2019). Hubungan Asupan Zat Besi, Protein, Vitamin C dan Pola Menstruasi dengan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri di SMAN 1 Manyar Gresik. Media Gizi Indonesia, 14(2), 147. https://doi.org/10.20473/mgi.v14i2.147-153
Suandika, M., Cahyaningrum, E. D., Ru-Tang, W., Muti, R. T., Triliani, Y., & Astuti, D. (2023). Description of The Knowledge Level of Adolescent Women About Anemia. Jurnal Inovasi Penelitian, 3(9), 7733–7740.
Wirawanti, I. W. (2022). Kurang Energi Kronik (KEK) Berhubungan dengan Kejadian Anemia Remaja Putri. Svasta Harena: Jurnal Ilmiah Gizi, 3(1), 1–6. https://doi.org/10.33860/shjig.v3i1.1427
World Health Organization. (2019). Anaemia in Women and Children. https://www.who.int/data/gho/data/themes/topics/anaemia_in_women_and_children
Yunita, F. A., Parwatiningsih, S. A., Hardiningsih, M., Nurma Yuneta, A. E., Kartikasari, M. N. D., & Ropitasari, M. (2020). The Relationship between Young Women ’s Knowledge About Iron Consumption and The Incidence of Anemia in Junior High School 18 Surakarta. PLACENTUM: Jurnal Ilmiah Kesehatan Dan Aplikasinya, 8(1), 36. https://jurnal.uns.ac.id/placentum/article/view/38632/26838
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Marlin Rahim, Yusuf Sabilu, Irma Yunawati

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.







