Identifikasi kandungan boraks pada sediaan bakso sapi kemasan di Pasar Kecamatan Koja dengan menggunakan kertas turmerik dan spektrofotometer Uv-Vis

Penulis

  • Andina Reza Amelia Institut Kesehatan Hermina
  • Devi Maulina Institut Kesehatan Hermina
  • Dimas Adrianto Institut Kesehatan Hermina
  • Krismayadi Krismayadi Universitas Binawan

DOI:

https://doi.org/10.54957/ijhs.v4i6.1113

Kata Kunci:

Bakso, boraks, kertas turmerik, spektrofotometer UV-VIs

Abstrak

Sediaan bakso sapi kemasan adalah salah satu produk makanan beku yang digemari oleh masyarakat. Namun, konsumsi makanan beku dapat meningkatkan risiko kesehatan. Hal ini disebabkan banyaknya jenis pengawet yang digunakan oleh para produsen dan penjual. Boraks merupakan senyawa kimia yang sering digunakan sebagai pengawet dan pengenyal dari berbagai macam jenis makanan. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No 033 tahun 2012 tentang bahan tambahan pangan, boraks merupakan salah satu dari jenis bahan tambahan pangan yang dilarang digunakan dalam produk makanan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi adanya boraks pada bakso sapi kemasan yang dijual di Pasar Kecamatan Koja. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan kertas turmerik dan kuantitatif menggunakan Spektrometer UV-Vis pada sampel bakso sapi kemasan di pasar Kecamatan Koja. Uji validasi yang dilakukan adalah uji akurasi, dan uji presisi. Hasil analisa boraks dengan kertas turmerik menunjukan adanya perubahan warna pada sampel A, B, dan E sedangkan hasil analisa dengan spektrofotometer UV-Vis menunjukan bahwa 3 dari 5 sampel bakso sapi kemasan yang diuji positif mengandung boraks. Kadar tertinggi yang teridentifikasi pada sampel terdapat pada terdapat pada sampel E dengan kadar 82,26 ± 0,573 ppm ppm. Kadar yang terukur pada sampel A yaitu 28,798 ± 0,314 ppm dan sampel B mencapai 18,080 ± 0,446 ppm.

Referensi

Aeni, S., Bujawati, E., Habibi, & Mahdiyah, D. (2019). Determinan Kejadian Penyakit Diare PadaSantri Di Pesantren Modern Kota MakassarTahun 2018. Higiene, 5(2), 92–99.

Gandjar, I. G., & Rohman, A. (2020). Spektroskopi Molekuler untuk Analisis Farmasi. Gadjah Mada University Press, 1(September), 1–6.

Khaldun, I. (2018). Kimia Analisa Instrumen (1st ed.). Syiah Kuala University Press.

Nasution, H., Alfayed, M., Helvina, -, F, S., Ulfa, R., & Mardhatila, A. (2018). Analisa Kadar Formalin Dan Boraks Pada Tahu Dari Produsen Tahu Di Lima (5) Kecamatan Di Kota Pekanbaru. Photon: Jurnal Sain Dan Kesehatan, 8(2), 37–44. https://doi.org/10.37859/jp.v8i2.714

Nurhidayah, N., Wahyuningsih, S., & Nisaatun, K. (2023). Quantitative analysis of borax in sape crackers in Soro Village, Lambu District, Bima Regency. Jurnal Pijar Mipa, 18(6), 976–980. https://doi.org/10.29303/jpm.v18i6.5973

Parhan. (2018). Penetapan Kadar Na-Siklamat Pada Minuman Serbuk Instan Dan Minuman Kemasan Kaleng Yang Diperdagangkan Di Delitua Dengan Metode Alkalimetri. Jurnal Farmasimed (JFM), 1(1), 11–15.

Rahma, D. A., Sari, E. M., & Nurfaj. (2023). Identifikasi Kandungan Boraks Pada Bakso Yang Beredar Di Pasar Tradisional Kecamatan Tambun Selatan. Journal of Research and Education Chemistry, 5(1), 59. https://doi.org/10.25299/jrec.2023.vol5(1).12502

Sari, M. M., Nurmansyah, J., & Supriati, R. (2020). Uji Kandungan Boraks Pada Bakso Di Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu. Konservasi Hayati, 16(1), 39–45. https://doi.org/10.33369/hayati.v16i1.11568

Sudjarwo, S., S, P., & N, A. (2021). Validation Of Spectrophotometry-Visble Method On The Determination Of Borax Levels In Meatballs. Berkala Ilmiah Kimia Farmasi, 8(2), 41. https://doi.org/10.20473/bikfar.v8i2.31337

Suharyani, I., Rohadi, D., Kunaedi, A., Tomi, T., Arisandi, D., Fauziah, R. S., Julinar, S., & Hasim, I. (2022). Review: Berbagai Metode Analisis Kualitatif Dan Kuantitatif Boraks Dalam Sampel Makanan. Journal of Pharmacopolium, 4(3), 174–179. https://doi.org/10.36465/jop.v4i3.808

Suseno, D. (2019). Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Kandungan Boraks Pada Bakso Menggunakan Kertas Turmerik, FT – IR Spektrometer dan Spektrofotometer Uv -Vis. Indonesia Journal of Halal, 2(1), 1. https://doi.org/10.14710/halal.v2i1.4968

Tiadeka, P., Solikhah, D. M., & Karimah, M. (2022). Identifikasi Kimia Serta Gambaran Pengetahuan Siswa Terhadap Boraks, Formalin dan Rhodamine-B Pada Jajanan Di SMA Muhammadiyah 1 Gresik. Ghidza: Jurnal Gizi Dan Kesehatan, 6(1), 80–93. https://doi.org/10.22487/ghidza.v6i1.487

Umar, C. B. P. (2022). Penyuluhan Mengenai Zat Berbahaya Boraks Pada Makanan Di Desa Waimital. Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan, 2(1), 56–59. 10.55606/jpikes.v2i1.1401

Wahyudi, J. (2017). Mengenali Bahan Tambahan Pangan Berbahaya : Ulasan. Jurnal Litbang, 13(1), 3–12. https://doi.org/10.33658/jl.v13i1.88

Zain Sarnoto, A. (2023). Pelatihan Literasi Numerasi Kelas Awal di Jakarta Selatan. SABAJAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(3), 7–13. https://doi.org/10.59561/sabajaya.v1i3.34

Unduhan

Diterbitkan

17-09-2024

Cara Mengutip

Amelia, A. R., Maulina, D., Adrianto, D., & Krismayadi, K. (2024). Identifikasi kandungan boraks pada sediaan bakso sapi kemasan di Pasar Kecamatan Koja dengan menggunakan kertas turmerik dan spektrofotometer Uv-Vis. Indonesian Journal of Health Science, 4(6), 666–675. https://doi.org/10.54957/ijhs.v4i6.1113

Terbitan

Bagian

Articles