Perbandingan standarisasi ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis L.) dengan pelarut yang berbeda

Penulis

  • Arya Yudha Pratama Institut Kesehatan Hermina
  • Varda Arianti Institut Kesehatan Hermina
  • Dimas Adrianto Institut Kesehatan Hermina
  • Krismayadi Krismayadi Universitas Binawan

DOI:

https://doi.org/10.54957/ijhs.v4i6s.1176

Kata Kunci:

Extract, Green Tea, Screening, Solvent, Standardization

Abstrak

Teh hijau (Camellia sinensis L. Kuntze) adalah salah satu tanaman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Teh hijau dikenal sebagai minuman herbal berkhasiat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai parameter spesifik dan non spesifik serta kandungan metabolit sekunder pada ekstrak etanol dan aquadest teh hijau. Ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan aquadest. Jenis penelitian eksperimental. Hasil ekstrak didapatkan  rendemen etanol 31% dan aquadest 28%. Pada hasil penetapan parameter spesifik dan non spesifik menunjukkan bahwa ekstrak teh hijau  pada pengujian organoleptik didapatkan hasil berbentuk kental, warna coklat, bau khas, rasa pahit sepat. kadar sari larut etanol pada ekstrak etanol 42%, ekstrak aquadest 45,4% dan kadar sari larut aquadest esktrak etanol 49% dan aquadest 50,1%. Hasil kandungan senyawa metabolit sekunder pada teh hijau mengandung flavonoid, tannin, saponin dan alkoloid. Hasil standarisasi parameter non spesifik pada ekstrak teh hijau, kadar air ekstrak etanol 2,0% ekstrak aquadest 2,2%, Kadar abu ekstrak etanol 6,4% ekstrak aquadest 8,6%, susut pengeringan ekstrak etanol 0,14% ekstrak aquadest 0,19%, sisa pelarut ekstrak etanol 0,9574, bobot jenis ekstrak etanol 0,97, ekstrak aquadest 0,96. Hasil dari standarisasi ekstrak teh hijau  dalam penelitian ini memenuhi persyaratan.

 

Referensi

Artanti, L. O. J. P. N. F. S. (2019). Pengaruh jenis pelarur pada ekstraksi daun kumis kucing (Orthosiphon stamineus benth) terhadap kadar kalium). Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy, 3(1), 01. https://doi.org/10.21111/pharmasipha.v3i1.3292

Departemen Kesehatan RI. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat.

Ifmalinda, Andasuryani, & Lubis, R. H. (2019). Jurnal Teknik Pertanian Lampung Volume Lampung Desember 2019 Published by : Jurusan Teknik Pertanian , Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 8(4), 256–264.

Lindawati, N. Y., & Anggraini, R. (2020). Pemanfaatan Ekstrak Etanol Teh Hijau (Camellia sinensis L.) sebagai Chelating Agent Logam Berat Cu dengan Metode SSA. Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal), 6(2), 295–302. https://doi.org/10.22487/j24428744.2020.v6.i2.15198

Malik, A., Edward, F., & Waris, R. (2014). Flavonoid Total Ekstrak Metanolik Herba. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 1(1), 1–5.

Maryam, F., Taebe, B., & Toding, D. P. (2020). Pengukuran Parameter Spesifik Dan Non Spesifik Ekstrak Etanol Daun. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 6(1), 1–12.

Meirina. (2018). Pengaruh berbagai jenis teh terhadap kualitas teh kombucha. UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG 1439.

Najib, A., Malik, A., Ahmad, A. R., Handayani, V., Syarif, R. A., & Waris, R. (2018). Standardisasi Ekstrak Air Daun Jati Belanda dan Daun Jati Hijau. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 4(2), 241–245.

Nugraheni, Z. V., Rachman, T. M., & Fadlan, A. (2022). Ekstraksi Senyawa Fenolat dalam Daun Teh Hijau (Camellia Sinensis). Akta Kimia Indonesia, 7(1), 69. https://doi.org/10.12962/j25493736.v7i1.12557

Rahmadiah. (2019). Penetapan Beberapa Parameter Spesifik dan Non Spesifik Ekstrak Etanol Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.). Universitas Indonesia.

Rosyidah, H. (2016). Standarisasi ekstrak etil asetat anting anting (Acalypha indica Linn) sebagai herba antimalaria. Jurnal Skripsi Kimia UIN Maliki, 85(1), 2071–2079.

Sagita., P. . (2021). Karakteristik simplisia standar daun teh (camellia sinensis L) dan uji kandungan metabolit sekunder. 3(1), 1–95.

Samodra, G. (2019). Standarisasi parameter spesifik dan non spesifik ekstrak etanol buah asam gelugur. Viva Medika: Jurnal Kesehatan, Kebidanan, Dan Keperawatan, 11(02), 50–63.

Sulistyarini, I., Sari, D. A., & Wicaksono, T. A. (2019). Skrining Fitokimia Senyawa Metabolit Sekunder Batang Buah Naga (Hylocereus polyrhizus). Jurnal Ilmiah Cendekia Eksakta, 56–62.

Supriningrum, R., Fatimah, N., & Purwanti, Y. E. (2019). KARAKTERISASI SPESIFIK DAN NON SPESIFIK EKSTRAK ETANOL DAUN PUTAT (Planchonia valida). Al Ulum Jurnal Sains Dan Teknologi, 5(1), 6. https://doi.org/10.31602/ajst.v5i1.2468

Utami, Y. P. (2020). PENGUKURAN PARAMETER SIMPLISIA DAN EKSTRAK ETANOL DAUN PATIKALA (Etlingera elatior (Jack) R.M. Sm) ASAL KABUPATEN ENREKANG SULAWESI SELATAN. Majalah Farmasi Dan Farmakologi, 24(1), 6–10. https://doi.org/10.20956/mff.v24i1.9831

Unduhan

Diterbitkan

06-11-2024

Cara Mengutip

Pratama, A. Y., Arianti, V., Adrianto, D., & Krismayadi, K. (2024). Perbandingan standarisasi ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis L.) dengan pelarut yang berbeda. Indonesian Journal of Health Science, 4(6s), 785–794. https://doi.org/10.54957/ijhs.v4i6s.1176

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2 3 4