Perceptual Motor Program Pada Autistic Disorder
DOI:
https://doi.org/10.54957/ijhs.v2i1.137Kata Kunci:
Autistic Disorder, Perceptual Motor Program, SensorikAbstrak
Autistic disorder is a complex developmental disorder that includes communication, social interaction, and imaginative activity. Autistic disorder is a condition characterized by impaired speech and reciprocal social skills, as well as repetitive and abnormal behavior. Autistic disorder has a different mindset and sensory dysregulation. This disorder can affect their ability to live independently. This journal aims to explain the perceptual motor program in autistic disorder. The research method used is descriptive qualitative with retrieval of material based on literature review. The results showed that giving a perceptual motor program could increase concentration, improve balance (vestibular) sensory abilities, improve visual (visual) sensory abilities, and increase proprioceptive sensory abilities in autistic disorder.
Autistic disorder adalah suatu gangguan perkembangan kompleks meliputi komunikasi, interaksi sosial, dan aktivitas imajinasi. Autistic disorder memiliki pola pikir dan disregulasi sensorik yang berbeda. Gangguan ini dapat mempengaruhi kemampuannya untuk hidup mandiri. Jurnal ini bertujuan untuk menjelaskan tentang perceptual motor program pada autistic disorder. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan pengambilan materi berbasis literatur rivew. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian perceptual motor program dapat meningkatkan konsentrasi, meningkatkan kemampuan sensorik keseimbangan (vestibular), meningkatkan kemampuan sensorik penglihatan (visual), dan meningkatkan kemampuan sensorik proprioceptive pada autistic disorder.
Referensi
Arifadhi, T., & Susanti, N. (2019). Pengaruh Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Anak Kondisi Autisme Dengan Modalitas Play Exercise (Perceptual Motor Program) Dan Hidroterapi (Balance and Coordination) Di YPAC Surakarta. Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, 33(2), 53-62.
Moonik, P., Lestari, H., & Wilar, R. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan perkembangan anak taman kanak-kanak. e-CliniC, 3(1).
Nugroho, K. A., Widodo, A., & Fis, S. (2019). Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Autis Di Pusat Layanan Autis Kab. Sragen (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Prevalensi Autisme. (2018). (https://kemenpppa.go.id/index.php/page/read/31/1682/hari-peduli-autisme-sedunia-kenali-gejalanya-pahami-keadaannya) Mengunjungi 7 Desember 2021
Rahmayani, N., Wijianto, S. S., & Or, M. (2018). Penatalaksanaan Fisioterapi pada
Kasus Autism Spectrum Disorder (ASD) dengan Modalitas Massage Therapy dan Play Therapy di Pusat Layanan Autism Sragen (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Standar Kompetensi Fisioterapi Indonesia. (2020).
Widiantara, I. M. A., Purnawati, S., Irfan, M., Lesmana, C. B. J., Wihandani, D. M., & Tirtayasa, K. (2020). Perceptual Motor Approach lebih baik daripada Specific Balance Training dalam meningkatkan keseimbangan dinamis pada anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) derajat 1 di Pusat layanan autis kota Denpasar.
Yatim, F. L. (2002). Autisme: suatu gangguan jiwa pada anak-anak. Yayasan Obor Indonesia.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Danisa Nurul Fatimah, Nesi Nesi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.









