Brain Gym, NDT Dan Play Therapy Pada Anak ADHD

Penulis

  • Vincencius Ganesha Pamungkas Politeknik Kesehatan Hermina
  • Nesi Nesi Politeknik Kesehatan Hermina

DOI:

https://doi.org/10.54957/ijhs.v2i2.171

Kata Kunci:

ADHD, Brain Gym, Play Therapy

Abstrak

ADHD is a behavioral disorder characterized by impaired concentration and concentration or impulsivity, which is to talk at will without thinking about the consequences and doing activities that do not have clear goals and are characterized by a hyperactive attitude so that this deficiency can significantly interfere with the child's academics. Thus, children with ADHD will find it difficult to learn and interact with other children. In addition, ADHD also causes cognitive function not to develop according to the age of normal children in general. This journal aims to explain the treatment of physiotherapy in cases of ADHD that occur in children. The research method used is descriptive qualitative by taking material based on literature review. From the results of the study, it was proven that the provision of play therapy and brain gym was effective in increasing motor skills in ADHD children because this method could attract the child's interest or attention to move and focus on the situation at hand.

ADHD adalah gangguan perilaku yang ditandai gangguan pemusatan perhatian dan gangguan konsentrasi atau impulsivitas, yaitu bicara semaunya tanpa memikirkan akibat dan melakukan aktivitas yang tidak mempunyai tujuan yang jelas dan ditandai dengan sikap hyperaktif sehingga kekurangan ini bisa secara signifikan mengganggu akademik anak tersebut. Dengan demikian, anak ADHD akan kesulitan untuk belajar dan berinteraksi dengan anak lain. Selain itu, ADHD juga mengakibatkan fungsi kognitif tidak berkembang sesuai usia anak normal pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penanganan fisioterapi pada kasus ADHD yang terjadi pada anak-anak. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan pengambilan materi berbasis literatur review. Dari hasil penelitian terbukti dengan pemberian play therapy dan brain gym tersebut efektif dalam meningkatkan motorik pada anak ADHD karena dengan metode ini dapat menarik minat atau perhatian anak untuk bergerak dan memusatkan perhatian pada situasi yang sedang dihadapi.

Referensi

Ikatan Fisioterapi Indonesia. (2016). Pengertian Fisioterapi. (https://ifi.or.id/Pengertian%20FT.html). Mengunjungi 29 Desember 2021

Amalia, R. (2018). Intervensi terhadap Anak Usia Dini yang Mengalami Gangguan ADHD Melalui Pendekatan Kognitif Perilaku Dan Alderian Play Therapy. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 27-33. (https://www.obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/4). Diakses pada 10 Juni 2018

Atika Dhiah. (2018). Effectiveness of brain gym and writing therapy in behavioral hyperactivity on pre school-age children with ADHD. Jurnal Ilmu Keperawatan Anak, 1-6. (https://journal.ppnijateng.org/index.php/jika/article/view/163). Mengunjungi 6 Desember 2021

Bernard Biermann. (2014). Diagnosis and management of ADHD in children. American Family Physician Journal. 457. (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25369623/). Mengunjungi 26 Maret 2022

Burtch, J. J. (1999). The Use of Play Therapy in The Private Clinical Setting: Counseling Mental Health. A Research Paper of American Psychological Association (APA), 42. (https://www.semanticscholar.org/paper/The-use-of-play-therapy-in-the-private-clinical-Burtch/fadc7797f263f244bb9b206b22a77e64826bad7c). Mengunjungi 21 Desember 2021

Diah Noviana Dwi Putri. (2019). Penatalaksanaan Fisioterapi Brain Gym Dan Play Therapy Untuk Meningkatkan Gross Motor Pada Kasus Autism Spectrum Disorder (ASD) di Pusat Layanan Autis Sragen. 3-5. (http://eprints.ums.ac.id/75349/). Diakses pada 6 Agustus 2019

Hall, T. M. (2002). Fifteen Effective Play Therapy Techniques. Profesional Psychology: Research and Practies, 515-522.

Harini, D. (2010). Pengaruh Senam Otak terhadap Perubahan Perilaku Anak Attention Defifict Hyperactive Disorder (ADHD) Penelitian Quasy Experimental di Sekolah Anak Bermasalah (SAB) Harapan Aisyiyah Mojokerto. Jurnal Hospital Majapahit, 1-12. (http://ejournal.stikesmajapahit.ac.id/index.php/HM/article/view/10). Mengunjungi 6 Desember 2021

Hatiningsih, N. (2013). Play Therapy Untuk Meningkatkan Konsentrasi Pada Anak Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD). Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 324-342. (https://ejournal.umm.ac.id/index.php/jipt/article/view/1586/1692). Diakses pada 28 April 2016

Nugroho, Y. (2009). Efek Brain Gym dalam Meningkatkan Perhatian Anak Attention Deficit Disorder (ADD). Jurnal Psikohumanika Universitas Setia Budi. (https://adoc.pub/efek-brain-gym-dalam-meningkatkan-perhatian-anak-attention-d.html). Diakses 1 Juni 2016

Ray, C. D. (2008). Impact of Play Therapy on Parent-Child Relationship Stress A Mental Health Training Setting. British Journal of Guidance & Conselling. (https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/03069880801926434). Diakses pada 19 Maret 2008

Searight H. R., B. J. (2000). Adult ADHD: Evaluation and Treatment in Family Medicine. Am Fam Physicia. (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11087189/). Mengunjungi 27 Desember 2021

Setiadi & Swastika. (2015). Efektifitas Senam Otak (Brain Gym) Dalam Meningkatkan Konsentrasi Belajar Anak Autis di Terapis Anak Terang Kedung Seroko. Surabaya: Stikes Hang Tuah Surabaya. (https://adoc.pub/efektifitas-senam-otak-brain-gym-dalam-meningkatkan-konsentr.html). Mengunjungi 21 Desember 2021

Susanti, H. Y. (2019). Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kondisi Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) Dengan Metode Neuro Senso Motor Reflex Development dan Play Therapydi YPAC Surakarta. Jurnal Pena Vol.33 No.1. (https://jurnal.unikal.ac.id/index.php/pena/article/view/841)

Widya Lestari. (2020). Efektivitas Terapi Gerak dan Brain Gym untuk Meningkatkan Konsentrasi Anak ADHD. Jurnal Eksistensi, 42. (http://openjurnal.unmuhpnk.ac.id/index.php/Eksis/article/view/2208). Mengunjungi 27 Desember 2021

Wimbarti, B. N. (2019). Program Intervensi Musik terhadap Hiperaktivitas Anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Gadjah Mada Journal Of Professional Psychology (GAMAJPP), 15-16. (https://jurnal.ugm.ac.id/gamajpp/article/view/48584). Diakses pada 5 Mei 2019

Yanuarita. (2012). Memaksimalkan Otak Melalui Senam Otak (Brain Gym). Yogyakarta: Teranova Books.

Yayasan Pusat Kemandirian Anak. (2018, Juni 21). Siapakah Yang Berpotensi Sebagai Penyandang ADHD. Retrieved from pusatkemandiriananak.com/siapakah-yang-berpotensi-sebagai-penyandang-adhd/: https://pusatkemandiriananak.com/siapakah-yang-berpotensi-sebagai-penyandang-adhd/

Unduhan

Diterbitkan

09-07-2022

Cara Mengutip

Pamungkas, V. G., & Nesi, N. (2022). Brain Gym, NDT Dan Play Therapy Pada Anak ADHD. Indonesian Journal of Health Science, 2(2), 28–32. https://doi.org/10.54957/ijhs.v2i2.171

Terbitan

Bagian

Articles