Mengurangi dampak fast fashion melalui sinergi UMKM, pemerintah, dan swasta
DOI:
https://doi.org/10.54957/jolas.v5i3.1620Kata Kunci:
Capsule wardrobe, Green fashion, Slow fashion, Sustainable environment, Sustainable fashionAbstrak
Melonjaknya permintaan pasar akan tren busana terbaru dan perilaku impulsif masyarakat dalam membeli produk busana, mendorong industri garmen terus menyuplai produk untuk menigkatkan keuntungannya. Berbagai jenis busana mengikuti tren dengan cepat dan dengan jumlahyang masif. Inilah fenomena yang kita sebut dengan fast fashion yang memiliki dampak negatif bagi lingkungan hidup masyarakat terutama dalam pencemaran air, udara, dan penumpukan di TPA. Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi dan membahas mengenai peran pemerintah yang bekerja sama dengan swasta terutama pelaku UMKM dalam mengurangi dampak negatif fast fashion dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah scooping review dengan mengidentifikasi jurnal artikel yang relevan dengan fast fashion dan sustainable fashion. Analisis atas artikel dan jurnal yang diperoleh berhubungan dengan dampak negatif dari fast fashion dan apa saja upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah bersama masyarakat dalam mendukung sustainable fashion. Hasil penelitian memberikan simpulan bahwa walaupun pemerintah belum memiliki kebijakan khusus mengenai penanganan fast fashion, sudah ada gerakan dari pemerintah dengan mendorong pelaku UMKM untuk menghasilkan produk yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi. UMKM pun juga dibantu oleh pihak swasta dalam memasarkan produknya. Perlu adanya kebijakan pemerintah yang mengatur aktivitas seluruh pelaku usaha di industri fashion, bimbingan teknis, membuat suatu sertifikasi nasional terkait sustainable fashion, penetapan insentif pajak atas penerapan sustainable fashion, dan bekerja sama dengan influencer untuk mengkampanyekan sustainable fashion. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah serta pelaku UMKM dalam mengurangi dampak negatif fast fashion dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.
Referensi
Aishwariya, S. (2019, November). Fast fashion vs slow fashion. Fibre2Fashion. https://www.fibre2fashion.com/industry-article/8460/fast-vs-slow-fashion
Arksey, H., & O’Malley, L. (2005). Scoping studies: towards a methodological framework. International Journal of Social Research Methodology, 8(1), 19–32. https://doi.org/10.1080/1364557032000119616
Asy’ari, M. F., & Yolanda T. A. (2022). Sisi gelap multinational corporation (MNC) fast fashion: Implikasi terhadap keamanan lingkungan. Jurnal Multidisiplin West Science, 1(2), 164-189. https://doi.org/10.58812/jmws.v1i02.41
Ayuningtyas, A. N., & Wahyuni, I. I. (2022). Analisis bauran komunikasi pemasaran HI Jack Sandals (Analisis komunikasi pemasaran HI Jack Sandals). Prolistik: Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(1), 53–60. https://ojs.uninus.ac.id/index.php/ProListik/article/view/2366
Basiroen, V. J., Wahidiyat, M. B., & Kalinemas, A.. (2023). Dampak lingkungan dari fast fashion: Meningkatkan kesadaran di kalangan milenial melalui media sosial. Jurnal Dimensi DKV: Seni Rupa Dan Desain, 8(1), 113–128. https://doi.org/10.25105/jdd.v8i1.16694
Buzzo, A., & Abreu, M. J. (2019). Fast fashion, fashion brands & sustainable consumption (pp. 1–17). Springer. https://doi.org/10.1007/978-981-13-1268-7_1
CNBC Indonesia. (2022). Tak terduga! Jutaan limbah tekstil ternyata berasal dari sini. CNBC Indonesia. CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/news/20221019164842-4-381003/tak-terduga-jutaan-limbah-tekstil-ternyata-berasal-dari-sini
Defitri, M. (2023, August 11). Fast fashion: Pengertian, dampak, dan tips menghindarinya. Waste4Change. https://waste4change.com/blog/fast-fashion-pengertian-dampak-dan-tips-menghindarinya/
Elkington, J. (1997). Cannibals with forks: The triple bottom line of twentieth-century business. Capstone Publishing Limited. https://www.sdg.services/uploads/9/9/2/1/9921626/cannibalswithforks.pdf
Endrayana, J. P. M., & Retnasari, D. (2021). Penerapan sustainable fashioin dan ethical fashion dalam menghadapi dampak negatif fast fashion. Prosiding Pendidikan Teknik Boga Busana, 16(1), 1-6. https://journal.uny.ac.id/index.php/ptbb/article/view/44683
Fashion Revolution. (2021). COP26 and fashion: What happens next? Fashion Revolution. https://www.fashionrevolution.org/cop26-and-fashion-what-happens-next/
Fatmarani, S. (2022). Kanagoods: Melangkah dengan produk fashion berkelanjutan. UKM Indonesia. https://ukmindonesia.id/baca-deskripsi-program/kanagoods-melangkah-dengan-produk-fashion-berkelanjutan/
Gunawan, A. D. (2023). Sustainable fashion in fast fashion world and its consumers [Universitas Pakuan]. https://eprints.unpak.ac.id/7205/
Hakim, A. L., & Rusadi, E. Y. (2022). Kritik globalisasi: Fenomena fast fashion sebagai budaya konsumerisme pada kalangan pemuda kota Surabaya. Al Ma’arief: Jurnal Pendidikan Sosial Dan Budaya, 4(2), 59–67.
Harususilo, Y. E. (2022). Kunang Jewelry Shop: Sulap sampah logam jadi produk berdaya jual. Kompas. https://money.kompas.com/read/2022/10/14/180000626/kunang-jewelry-shop--sulap-sampah-logam-jadi-produk-berdaya-jual?page=all
Humas Pemkot Pekalongan. (2022). Upaya tekan limbah fesyen, Dinparbudpora buka lomba mix and match sustainable fashion 2022. Pekalongankota.Go.Id. https://pekalongankota.go.id/berita/upaya-tekan-limbah-fesyen-dinparbudpora-buka-lomba-mix-and-match-sustainable-fashion-2022-.html
INSC. (2021). Eco/green: 12 reasons why sustainable fashion matters. TheInscriberMag. https://theinscribermag.com/eco-green-12-reasons-why-sustainable-fashion-matters/
Itsnaini, F. M. dan Pristiandaru, D. L. (2024). Pelaku ekonomi kreatif diminta terapkan “sustainable fashion.” Kompas. https://lestari.kompas.com/read/2024/02/29/180000386/pelaku-ekonomi-kreatif-diminta-terapkan-sustainable-fashion-
Jennaira. (2024). Pembangunan berkelanjutan, Pertamina gandeng 66 ribu pelaku UMKM perempuan dan produk ramah lingkungan. Kabar BUMN. https://www.kabarbumn.com/rilis-bumn/114568445/pembangunan-berkelanjutan-pertamina-gandeng-66-ribu-pelaku-umkm-perempuan-dan-produk-ramah-lingkungan
Jonas, C. (2021). How “fast fashion” became a phenomenon and why it’s bad for you and the planet. La Voce Di New York. https://lavocedinewyork.com/en/lifestyles/2021/06/10/how-fast-fashion-became-a-phenomenon-and-why-its-bad-for-you-and-the-planet/
Juliyanto, D., & Firmansyah, A. (2024). Menuju sustainable fashion: rencana aksi untuk mengatasi dampak negatif fast fashion. Journal of Law, Administration, and Social Science, 4(3), 352–362. https://doi.org/10.54957/jolas.v4i3.669
Laut Sehat. (2022). Konferensi biodiveristas PBB (COP15), saatnya pemerintah untuk menempatkan manusia, spesies, dan planet sebelum laba. Laut Sehat. https://lautsehat.id/flora-fauna/lautsehat/konferensi-biodiveristas-pbb-cop15-saatnya-pemerintah-untuk-menempatkan-manusia-spesies-dan-planet-sebelum-laba/
Makki, S. (2022). Sepotong nostalgia dari keringat para pemburu baju bekas. CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20221008185324-277-858079/sepotong-nostalgia-dari-keringat-para-pemburu-baju-bekas
Marlianti, M., & Kurniawan, H. (2024). Konsep sustainable fashion pada perancangan karya busana. In Bookchapter ISBI Bandung. ISBI Bandung.
McCarthy, A. (2018). Are our clothes doomed for the landfill? Remake. https://remake.world/stories/news/are-our-clothes-doomed-for-the-landfill/
Muazimah, A. (2020). Pengaruh fast fashion terhadap budaya konsumerisme dan kerusakan lingkungan di Indonesia. Jom Fisip, 7(2), 1–15. https://digilib.unri.ac.id/index.php?p=show_detail&id=92583&keywords=
Mukendi, A., Davies, I., Glozer, S., & McDonagh, P. (2020). Sustainable fashion: current and future research directions. European Journal of Marketing, 54(11), 2873–2909. https://doi.org/10.1108/EJM-02-2019-0132
Nababan, L. Y. (2024). Konsumerisme pakaian: Bahaya limbah tekstil dan kerusakan lingkungan. Kompasiana. https://www.kompasiana.com/lisandyyunitanababan3316/66f3e5a5ed641576c721cc92/konsumerisme-pakaian-bahaya-limbah-tekstil-dan-kerusakan-lingkungan?page=1&page_images=1
Nikmatur, B. (2025, March 22). 10 merek fast fashion dengan limbah tertinggi: ZARA hingga Nike. Tulungagung Times. https://tulungagung.jatimtimes.com/baca/333919/20250322/123900/10-merek-fast-fashion-dengan-limbah-tertinggi-zara-hingga-nike
Nogueira, E., Gomes, S., & Lopes, J. M. (2023). Triple bottom line, sustainability, and economic development: What binds them together? A bibliometric approach. Sustainability, 15(8), 6706. https://doi.org/10.3390/su15086706
Noyes, L. (2021). Fast fashion 101: Everything you need to know. EcoWatch. https://www.ecowatch.com/fast-fashion-guide-2655084121.html
Nugraheni, M. F. O., Windiani, R., & Wahyudi, F. E. (2022). Tanggung jawab kapitalis: Strategi H&M menanggulangi dampak negatif industri fast fashion. Journal of International Relations Diponegoro, 8(3), 396–407. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/jirud.v8i3.34486
Pratitis, R. W., & Yumarnis, R. A. A. (2024). Dampak fast fashion terhadap lingkungan dan masyarakat: Studi kasus brand H&M. Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, Dan Humaniora, 2(1), 327–334. https://jurnal.kolibi.org/index.php/kultura/article/view/929
Purbaya, G. F. (2021). Aktivis protes di atas Runway Paris Fashion Week 2021. Validnews. https://validnews.id/kultura/aktivis-protes-di-atas-runway-paris-fashion-week-2021
Purnama, Y. I. (2024). Implementation of the triple bottom line concept to improve sustainable marketing performance. Journal of Economics and Business Letters, 4(2), 40–50. https://doi.org/10.55942/jebl.v4i2.284
Ramadani, P. N. R. (2022, November 2). Fast fashion waste, limbah yang terlupakan. ITS News. https://www.its.ac.id/news/2022/11/02/fast-fashion-waste-limbah-yang-terlupakan/
Respati, S. (2023). UMKM lokal ini pasarkan produk ramah lingkungan untuk mendukung gaya hidup berkelanjutan. Kompas. https://www.kompas.com/parapuan/read/533708720/umkm-lokal-ini-pasarkan-produk-ramah-lingkungan-untuk-mendukung-gaya-hidup-berkelanj…
Ribeiro, F., Okoffo, E. D., O’Brien, J. W., Fraissinet-Tachet, S., & Thomas, K. V. (2020). Quantitative analysis of selected plastics in high-commercial-value Australian seafood by pyrolysis gas chromatography mass spectrometry. Environmental Science & Technology, 54(15), 9408–9417. https://doi.org/https://doi.org/10.1021/acs.est.0c02337
Rukhaya, S., Yadav, S., Rose, N. M., Grover, A., & Bisht, D. (2021). Sustainable approach to counter the environmental impact of fast fashion. The Pharma Innovation Journal, 10(8S), 517–523. https://www.thepharmajournal.com/special-issue?year=2021&vol=10&issue=8S&ArticleId=7336
Santika, E. F. (2023, October 13). Proporsi kontribusi UMKM Indonesia terhadap PDB tahun 2019. Databoks. https://databoks.katadata.co.id/keuangan/statistik/3dd0a9aa20bb9be/kontribusi-usaha-mikro-ri-untuk-pdb-hampir-menyamakan-perusahaan-besar#:~:text=Meminjam%20data%20Kementerian%20Koperasi%20dan%20Usaha%20Kecil,dan%20menyerap%20sekira%2097%25%20tenaga%20kerja%20lokal.
Sendari, A. A. (2023). Thrift shop adalah bagian dari penghematan, ketahui manfaat membeli pakaian bekas. Liputan6. https://www.liputan6.com/hot/read/5283478/thrift-shop-adalah-bagian-dari-penghematan-ketahui-manfaat-membeli-pakaian-bekas
Shukla, N. (2022). Fast fashion pollution and climate change. Earth.Org. https://earth.org/fast-fashion-pollution-and-climate-change/
Sinar Mas. (2023). Eco Fashion Humbang Kriya, UMKM binaan Asuransi Sinar Mas, bersinar di gelaran Lake Toba Fashion Week 2023. LTFW 2023. https://www.sinarmas.co.id/read/press-release/eco-fashion-humbang-kriya-umkm-binaan-asuransi-sinar-mas-bersinar-di-gelaran-lake-toba-fashion-week-2023-ltfw-2023
Sulistyawati, A. (2022). Tokopedia Hijau ajak UMKM dan masyarakat usung produk ramah lingkungan. Espos Bisnis. https://bisnis.espos.id/tokopedia-hijau-ajak-umkm-dan-masyarakat-usung-produk-ramah-lingkungan-1499768-1499768#:~:text=Tokopedia%2C bagian dari Grup GoTo%2C meluncurkan gerakan,berkelanjutan demi memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Tahalele, Y., & Widyakirana, R. (2020). Analisa produk fesyen berkelanjutan: Tantangan dan penentu keberhasilan. Seminar Nasional Envisi 2020: Industri Kreatif. https://www.ciputra.ac.id/envisi/wp-content/uploads/publikasifpd/ENVISIFPD-2020-P032-YOANITA%20TAHALELE,%20RENJANA%20WIDYAKIRANA-ANALISA%20PRODUK%20FESYEN%20BERKELANJUTAN%20TANTANGAN%20DAN%20PENENTU%20KEBERHASILAN.pdf
UNEP. (2018). Putting the brakes on fast fashion. UNEP. https://www.unep.org/news-and-stories/story/putting-brakes-fast-fashion
Wei, Z., & Zhou, L. (2013). E-commerce case study of fast fashion industry (pp. 261–270). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-642-31656-2_39
Widari, T., Aliffianti, & Indra, M. (2023). Fast fashion: Consumptive behavior in fashion industry Generation Z in Yogyakarta. IAS Journal of Localities, 1(2), 104–113. https://doi.org/https://doi.org/10.62033/iasjol.v1i2.18
Wildan, A. A., & Nurfebiaraning, S. (2021). Strategi komunikasi pemasaran sustainable fashion brand IAMECCU melalui media sosial Instagram. MEDIALOG: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(2), 1–12. https://doi.org/10.35326/medialog.v4i2.1058
Yoon, N., Lee, H. K., & Choo, H. J. (2020). Fast fashion avoidance beliefs and anti-consumption behaviors: The cases of Korea and Spain. Sustainability, 12(17), 6907. https://doi.org/10.3390/su12176907
Yunita, F. D. (2023). 10 brand fashion Indonesia yang mengusung konsep sustainable fashion. Zonaebt. https://zonaebt.com/10-brand-fashion-indonesia-yang-mengusung-konsep-sustainable-fashion
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Safira Pasha, Amrie Firmansyah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.








