Implementasi cuti haid di Indonesia: Berhasilkah penerapannya?
DOI:
https://doi.org/10.54957/jolas.v4i6.633Kata Kunci:
Cuti menstruasi, Implementasi kebijakan, Menstruasi, Stigma menstruasiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengulas dampak negatif gangguan menstruasi yang dikaitkan dengan kesejahteraan pekerja perempuan. Ulasan dalam penelitian ini juga menyoroti perlunya implementasi kebijakan cuti menstruasi sebagai solusi yang potensial. Meskipun kebijakan ini memberikan peluang bagi perempuan untuk mendapatkan perawatan medis dan istirahat yang diperlukan, stigma negatif yang masih terkait dengan menstruasi dan kurangnya pemahaman tentang manfaatnya seringkali menghambat penggunaannya secara optimal. Penelitian ini menggunakan scoping review sebagai metode penelitian dengan mengumpulkan data yang bersumber dari artikel-artikel jurnal internasional maupun nasional yang selanjutnya digunakan sebagai dasar elaborasi pembahasan penelitian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa, rendahnya kesadaran tentang kebijakan cuti menstruasi baik di Indonesia dan negara lainnya menyebabkan banyak pekerja perempuan tidak menyadari hak-hak mereka sehingga kondisi ini membatasi akses mereka terhadap perawatan dan istirahat yang diperlukan. Selain itu, penelitian ini juga mengungkap bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia masih memiliki pemahaman yang minim terkait pengelolaan gangguan menstruasi. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan akan transformasi budaya kerja yang lebih inklusif dan peduli terhadap kesehatan perempuan. Upaya sosialisasi dan edukasi yang lebih intensif dari pemerintah dan perusahaan sangat diperlukan untuk mengubah pandangan masyarakat tentang menstruasi, mengurangi stigma negatif yang melekat, dan akhirnya menciptakan lingkungan kerja yang lebih mendukung kesejahteraan dan produktivitas pekerja perempuan. Dengan fokus pada pemahaman yang lebih baik tentang menstruasi dan peran penting kebijakan cuti menstruasi, dengan menggunakan metode scoping review penelitian ini mendorong perubahan positif dalam dunia kerja untuk mewujudkan hak-hak perempuan secara lebih efektif.
Referensi
Andhika S., C. (2023). Cuti haid: hak pekerja perempuan yang seolah ada dan tiada. https://www.dw.com/id/cuti-haid-hak-pekerja-perempuan-yang-seolah-ada-dan-tiada/a-64443863
Ariani, D. A. (2023). Di balik stigma menstruasi: pengalaman perempuan Indonesia. https://bincangperempuan.com/di-balik-stigma-menstruasi-pengalaman-perempuan-indonesia/
Barnack-Tavlaris, J. L., Kristina, H., Levitt, R. B., & Reno, M. (2019). Taking leave to bleed: perceptions and attitudes toward menstrual leave policy. Health Care for Women International,40(12), 1355–1373. https://doi.org/10.1080/07399332.2019.1639709.
Belliappa, J. L. (2018). Menstrual leave debate: opportunity to address inclusivity in Indian organizations. The Indian Journal of Industrial Relations, 53(4), 604-617. https://www.jstor.org/stable/26536484?oauth_data=eyJlbWFpbCI6ImFtcmllZmlybWFuc3lhaEB1cG52ai5hYy5pZCIsImluc3RpdHV0aW9uSWRzIjpbXSwicHJvdmlkZXIiOiJnb29nbGUifQ
Chang, C., Chen, F., Chang, C., & Hsu, C. (2011). A preliminary study on menstrual health and menstrual leave in the workplace in Taiwan. Taiwan Gong Gong Wei Sheng Za Zhi, 30(5), 436-450. https://www.proquest.com/scholarly-journals/preliminary-study-on-menstrual-health-leave/docview/1020694304/se-2
Dan, A. (1986). The law and women’s bodies: The case of menstruation leave in Japan. Healthcare for Women International, 7(1-2), 1–14. https://doi.org/10.1080/07399338609515719
Deluca, R. S. (2017). The hormone myth: How junk science, gender politics & lies about PMS keep women down. Oakland, CA: New Harbringer Publications, Inc.
Forbes, G. B., Adams-Curtis, L. E., White, K. B., & Holmgren, K. M. (2003). The role of hostile and benevolent sexism in women’s and men’s perceptions of the menstruating woman. Psychology of Women Quarterly, 27(1), 58-63. https://doi.org/10.1111/1471-6402.t01-2-00007
Grose, R. G. & Grabe, S. (2014). Sociocultural attitudes surrounding menstruation and alternative menstrual products: the explanatory role of self-objectification. Healthcare for Women International, 35(6), 677–94. https://doi.org/10.1080/07399332.2014.888721
Hadi, E. N., & Atiqa, U. D. (2021). Menstrual hygiene management of junior high school students in rural areas of indonesia (study in Tinambung Sub-District, Poliweli Mandar, West Sulawesi). Journal of International Dental and Medical Research, 14(3), 1230-1235. https://scholar.ui.ac.id/en/publications/menstrual-hygiene-management-of-junior-high-school-students-in-ru
Jabbour, H. N., Kelly, R. W., Fraser, H. M., & Critchley, H. O. (2006). Endocrine regulation of menstruation. Endocrine reviews, 27(1), 17–46. https://doi.org/10.1210/er.2004-0021
Kementerian Kesehatan RI (n.d.) Kelompok usia dewasa 19-59 tahun. https://ayosehat.kemkes.go.id/kategori-usia/dewasa
Kementerian Kesehatan RI. (2019). Laporan Nasional RISKESDAS 2018. https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/3514/1/Laporan%20Riskesdas%202018%20Nasional.pdf
Levitt, R. B. & Barnack-Tavlaris, J. L. (2020). Addressing menstruation in the workplace: the menstrual leave debate. In The Palgrave Handbook of Critical Menstruation Studies. https://doi.org/10.1007/978-981-15-0614-7_43
Masonbrink, A. R., Stancil, S., Reid, K. J., Goggin, K., Hunt, J. A., Mermelstein, S. J., Shafii, T., Lehmann, A. G., Harhara, H., & Miller, M. K. (2019). Adolescent Reproductive Health Care: Views and Practices of Pediatric Hospitalists. Hospital pediatrics, 9(2), 100–106. https://doi.org/10.1542/hpeds.2018-0051
Martiana, T., Rahman, F. S., Mahdang, P., Rahmawati, T., Jalaludin, J., & Jalaludin, J. (2019). The influence of work factors on reproductive health of female workers in Sidoarjo industrial area, Indonesia. Malaysian Journal of Medicine and Health Sciences, 15(4), 62-67. http://malrep.uum.edu.my/rep/Record/my.upm.eprints.76434
Pinkerton, J. V., Guico-Pabia, C. J., & Taylor, H. S. (2010). Menstrual cycle-related exacerbation of disease. American Journal of Obstetrics and Gynecology, 202(3), 221–231. https://doi.org/10.1016/j.ajog.2009.07.061
Roberts, T.-A., Goldenberg, J. L., Power, C., & Pyszczynski, T. (2002). “Feminine protection”: the effects of menstruation on attitudes towards women. Psychology of Women Quarterly, 26(2), 131-139. https://doi.org/10.1111/1471-6402.00051
Tanahitumeseng, Y. E. (2017). Makna menstruasi bagi perempuan suku naulu-dusun rohua Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku. Universitas Brawijaya. http://repository.ub.ac.id/id/eprint/171294/
Undang-Undang RI. (2003). Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. https://peraturan.bpk.go.id/Details/43013
Zahra, M. A., Aisyiah, & Nurani, I. A. (20230. Analisis faktor yang berhubungan dengan siklus menstruasi di SMK IT Raflesia Depok. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia, 7(1), 7-17. https://doi.org/10.52020/jkwgi.v6i3.5469
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Azkalina Diazani, Amrie Firmansyah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.








