Determinan Penerimaan Pajak Daerah Di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.54957/jurnalku.v4i2.696Kata Kunci:
Inflasi, Investasi, Pajak Daerah, Produk Domestik Regional BrutoAbstrak
The local tax is one of the sources of regional income used to finance various local government activities through the Regional Revenue and Expenditure Budget (APBD). The larger the revenue from local taxes, the greater the original regional income can finance the APBD. This research analyses the influence of inflation, Gross Regional Domestic Product (PDRB), and investment on local tax revenue. The study uses the Ordinary Least Square (OLS) model to analyze cross-sectional data from 34 provinces in Indonesia in 2018. The research results find that PDRB has a significant favourable influence on local tax revenue. In contrast, inflation and investment growth do not have a significant influence on the growth of local tax revenue. It implies that the government needs to formulate appropriate policies to increase PDRB so that local tax revenue can be increased.
Pajak daerah adalah salah satu sumber pendapatan asli daerah yang digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan pemerintah daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Semakin besar penerimaan pajak daerah, semakin besar pula pendapatan asli daerah yang dapat digunakan untuk membiayai APBD. Penelitian ini menganalisis pengaruh inflasi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dan investasi terhadap penerimaan pajak daerah. Penelitian menggunakan model Ordinary Least Square (OLS) untuk menganalisis data cross-section dari 34 Provinsi di Indonesia pada tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDRB berpengaruh signifikan positif terhadap pertumbuhan penerimaan pajak daerah. Sedangkan inflasi dan pertumbuhan investasi tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan penerimaan pajak daerah. Hal ini mengimplikasikan pemerintah perlu merumuskan kebijakan yang tepat untuk meningkatkan PDRB agar penerimaan pajak daerah dapat dinaikkan.
Referensi
Adisasmita, R. (2013). Teori-Teori Pembangunan Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi dan Pertumbuhan Wilayah. Yogyakarta: Graha Ilmu
Aji, F. B. & Nugroho, S. B. M. (2021). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pajak Daerah Kota Semarang. Diponegoro Journal of Economics, Vol. 10, No. 1.
Akbar, D. B. M. (2022). Pengaruh PDRB, Jumlah Penduduk, Investasi dan Belanja Modal Terhadap Penerimaan Pajak Daerah di Provinsi Kalimantan Timur. Jakarta: Universitas Pembangunan Nasional Veteran.
Artha, Y. D. (2016). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Daerah Kabupaten Jember. Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Jember.
Badan Pusat Statistik. (2023). Data dan Informasi Tingkat Inflasi 2018. Jakarta: Badan Pusat Statistik Indonesia.
Badan Pusat Statistik. (2023). Data dan Informasi Produk Domestik Regional Bruto 2018. Jakarta: Badan Pusat Statistik Indonesia.
Batik, K. (2013). Analisis Pengaruh Investasi, PDRB, Jumlah Penduduk, Penerimaan Pembangunan, dan Inflasi Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Ekonomi Pembangunan, Vol. 11, No. 01.
Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. (2023). Data dan Informasi Realisasi Pajak Daerah 2018. Jakarta: Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Fitri, N. (2021). Pengaruh Jumlah Penduduk dan Inflasi Terhadap Penerimaan Pajak Daerah di Provinsi Aceh. Banda Aceh: Program Studi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.
Herdiana Rachman, E. (2014). Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Tingkat Inflasi Terhadap Penerimaan Pajak (Survei Pada Provinsi Jawa Barat Periode 2008-2012). Diploma thesis, Universitas Komputer Indonesia.
Indonesia. (2022). Undang-Undang nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Lembaran Negara RI Tahun 2022, No. 4. Jakarta: Sekretariat Negara.
Lumy, D. G., Kindangen, P., & Engka, D. S. (2018). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Daerah Pada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal Pembanguan Ekonomi dan Keuangan Daerah, Vol.19, No.2.
Mankiw, N. G. (2016). Macroeconomics: Ninth Edition. United States: Worth Publishers
Mardiasmo. (2013). Perpajakan Edisi Revisi 2013. Yogyakarta: Andi.
National Single Window for Investment. (2023). Data dan Informasi Investasi 2018. Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal.
Nicola, R. N. & Saleh, M. (2023). Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Belanja Modal dan Jumlah Penduduk Terhadap Penerimaan Pajak Daerah di Kabupaten Banjar. JIEP: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan, Vol. 6, No. 2, 995-1007.
Nurrohman, A. (2010). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Daerah di Kota Surakarta (Tahun 1994-2007). Surakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret.
Palupi, S. P. G., Muchtar, M., & Sihombing, P. R. (2023). Pengaruh Pajak Karbon, Penggunaan Bahan Bakar Fosil, Dan Pertumbuhan PDB Terhadap Emisi Karbon. Jurnalku, 3(2), 119–127. https://doi.org/10.54957/jurnalku.v3i2.385
Putra, A. P., Harimurti, F., & Sunarti, S. (2020). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Daerah Provinsi Jawa Tengah 2014-2018. Jurnal Akuntansi dan Sistem Teknologi Informasi, 17(3).
Romadhon, M. S. (2017). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Daerah di Provinsi DKI Jakarta. Yogyakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia.
Safitri, R. A. (2018). Pengaruh PDRB, Investasi, Inflasi, Jumlah Penduduk, dan Implementasi Undang - Undang No. 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Terhadap Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan. Semarang: Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro.
Saputra, A. A. (2018). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Daerah di Kota Cilegon. Yogyakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia.
Sari, D. P. & Ilyas, F. (2016). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Daerah di Provinsi Bengkulu. Jurnal Akuntansi, Vol. 6, No. 1.
Simbolon, S. & Herijawati, E. (2023). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan
Pajak Daerah Kota Tangerang. Rubinstein: Jurnal Multidisiplin, Vol. 1, No. 2.
Subekan, A. (2017). Analisis Persistensi Inflasi di Provinsi Papua Barat. Kajian Ekonomi & Keuangan, Vol. 1, No. 2.
Sugiyono. (2013). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: ALFABETA.
Susila, M. R. & Pradhani, F. A. (2022). Analisis Pengaruh PDRB per Kapita dan Jumlah Tenaga Kerja Terhadap Jumlah Pendapatan Pajak Daerah Provinsi di Indonesia. JIAKu: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan, Vol. 1, No. 1, 72 – 87.
Todaro, M. P. & Smith, S. C. (2011). Pembangunan Ekonomi: Edisi Kesebelas. Jakarta: Erlangga.
Triastuti, D. & Pratomo, D. (2016). Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Belanja Pembangunan/Modal, dan Tingkat Inflasi Terhadap Penerimaan Pajak Daerah (Studi pada Pemerintah Daerah Kota Bandung Periode 2007-2014). e-Proceeding of Management, Vol. 3, No. 1.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Muhammad Rizal Rosyadi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








