Gambaran Penyimpanan Elektrolit Konsentrat Di Instalasi Farmasi RS X Di Jakarta Barat

Penulis

  • Wanda Sulistiarini Politeknik Kesehatan Hermina
  • Dimas Adrianto Politeknik Kesehatan Hermina

DOI:

https://doi.org/10.54957/ijhs.v3i2.427

Kata Kunci:

Elektrolit konsentrat, High Alert Medication, Penyimpanan

Abstrak

Elektrolit konsentrat merupakan obat yang harus diwaspadai karena sering menyebabkan terjadi kesalahan/eror dan atau kesalahan serius (sentinel event), obat yang berisiko tinggi menyebabkan dampak yang tidak diinginkan (adverse outcome) dan obat yang berisiko tinggi menyebabkan Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan (ROTD). Penyimpannya harus sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penyimpanan elektrolit konsentrat di instalasi farmasi rumah sakit X di Jakarta Barat. Jenis penelitian ini adalah peneltian deskriptif dengan melakukan pengamatan secara langsung dengan menggunakan form checklist. Sampel yang diambil adalah data keseluruhan penyimpanan obat elektrolit konsentrat di instalasi farmasi rumah sakit X di Jakarta Barat. Hasil penelitian menujukan bahwa penyimpanan obat elektrolit konsentrat di instalasi farmasi rumah sakit X di Jakarta Barat kriteria sangat baik atau sesuai dengan standar prosedur operasional rumah sakit, yaitu sebesar 97,31%. Tempat penyimpanan obat elektrolit konsentrat di instalasi farmasi rumah sakit X di Jakarta Barat masih belum sesuai dikarenakan masih terdapat sediaan obat elektrolit konsentrat yang tidak berlabel pada peyimpanannya dikarenakan label terlepas dari sediaan obat elektrolit konsentrat.

Referensi

Ambarwati, A., & Br Perangin-angin, M. A. (2020). Kepatuhan Perawat Dalam Menyimpan Obat High Alert Di Unit Kritis Rumah Sakit Advent Bandungs Rumah sakit Advent Bandung. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 5(2), 132–136. https://doi.org/10.30651/jkm.v5i2.6300

Apriyanto, I. (2019). Gambaran Penyimpanan Kalium Klorida 7,46%, Natrium Klorida 3% dan Insulin sebagai High Alert Medication Di RSUD Abdul Wahab Sjahraine Samarinda Periode Januari - Maret 2019.

Fahriati, A. R., Aulia, G., Saragih, T. J., Waskito, D. A., & Hotimah, L. (2021). Evaluasi Penyimpanan High Alert Medication di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Tangerang. Edu Masda Journal, 5(2), 162–169.

Gray, A. (2011). Injectable Drugs Guide. Journal of Pharmacy Technology, 27(5), 242–243. https://doi.org/10.1177/875512251102700510

Haryadi, D., & Trisnawati, W. (2022). Evaluasi Penyimpanan Obat High Alert Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Juanda Kuningan. Jurnal Farmaku (Farmasi Muhammadiyah Kuningan), 7(1), 7–13. https://doi.org/10.55093/jurnalfarmaku.v7i1.247

Hestiawati. (2015). Profil Pengelolaan Kalium Klorida Pekat Sebagai High Alert Medication di RSUP. Fatmawati. Skripsi Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 126.

Hidayati, N. R., Indawati, I., Indriaty, S., Lestiyani, S., Tinggi, S., & Cirebon, F. M. (2021). Evaluasi Kesesuaian Penyimpanan Obat High Alert Di Instalasi Farmasi Rawat Inap Rumah Sakit Mitra Plumbon. Evaluasi Kesesuaian … Journal of Pharmacopolium, 4(3), 230–241.

Indonesia, D. K. (2020). Farmakope Indonesia edisi VI. In Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. In Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan.

Octavia, D. R. (2019). Evaluasi Penyimpanan Obat di Instalasi Farmasi RSI Nashrul Ummah Lamongan Berdasarkan Standart Nasional Akreditasi RS. Jurnal Surya, 11(01), 27–34. Retrieved from https://doi.org/10.38040/js.v11i0.80

Permenkes RI. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di Rumah Sakit.

Permenkes RI. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Keselamatan Pasien.

Rika, N., & Rusmana, W. E. (2021). Pengaruh Penyimpanan dan Penandanaan Obat High Alert dan LASA (Look Alike Sound Alike) Terhadap Risiko Terjadinya Human Error Di Salah Satu Rumah Sakit Swasta Kota Bandung. Journal of Science, Technology, and Entrepreneurship, 3(1), 48–54.

Saputera, M. M. A., Rini, P. P., & Soraya, A. (2019). Kesesuaian Penyimpanan Obat High Alert Di Instalasi Farmasi Rsd Idaman Banjarbaru. Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 2(2), 205–211. https://doi.org/10.36387/jifi.v2i2.416

Sofiani, I. (2016). Efektifitas Pelatihan High Alert Medication Terhadap Pengetahuan dan Sikap Petugas di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak PKU Muhammadiyah Kotagede. Jurnal Medicoeticolegal Dan Manajemen Rumah Sakit, 5(2), 120–123. https://doi.org/10.18196/jmmr.5115.Efektifitas

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Tusolihah, L. (2018). Gambaran Penyimpanan Obat-Obat High Alert di Unit Pelayanan Instalasi Farmasi RSUD KANJURUHAN Kepanjen Kabupaten Malang.

Wahyuni, A., Rita Puspa Negara, A., & Nurmiati, N. (2021). Evaluasi Penyimpanan Obat High Alert Di Rumah Sakit Tk. IV Guntung Payung Banjarbaru. Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 4(2). https://doi.org/10.36387/jifi.v4i2.241

Unduhan

Diterbitkan

09-07-2023

Cara Mengutip

Sulistiarini, W., & Adrianto, D. (2023). Gambaran Penyimpanan Elektrolit Konsentrat Di Instalasi Farmasi RS X Di Jakarta Barat. Indonesian Journal of Health Science, 3(2), 87–92. https://doi.org/10.54957/ijhs.v3i2.427

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2 3 > >>