Evaluasi formulasi dan uji aktivitas antibakteri sediaan masker Lempung ekstrak tanaman Wuru Ketek (Myrica javanica Reinw. ex Bl.) terhadap Cutibacterium acnes
DOI:
https://doi.org/10.54957/ijhs.v5i6.1639Kata Kunci:
Acne, Clay mask, Evaluation, Formulation, Wuru ketek extractAbstrak
Wuru ketek (Myrica javanica Reinw. ex Bl.) merupakan tanaman yang berpotensi digunakan sebagai alternatif pengobatan jerawat karena memiliki aktivitas antibakteri. Jerawat (Acne vulgaris) merupakan masalah kulit umum, terutama pada remaja, yang disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kolonisasi bakteri Cutibacterium acnes dan peningkatan produksi sebum. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental dengan tujuan mengetahui formulasi masker lempung (clay mask) yang efektif dengan menggunakan ekstrak kental tanaman Wuru ketek. Ekstrak kental ini kemudian diformulasikan ke dalam masker lempung dan dilakukan evaluasi sediaan meliputi uji fisik, kimia, stabilitas, dan efektivitas antibakteri terhadap bakteri penyebab jerawat. Hasil menunjukkan bahwa sediaan masker lempung dengan ekstrak Wuru ketek stabil selama penyimpanan empat minggu pada tiga suhu berbeda, dengan parameter stabilitas meliputi uji organoleptik, daya sebar, homogenitas, pH, dan waktu sediaan mengering. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa formula F3 dengan konsentrasi 3 gram ekstrak memberikan hasil zona hambat tertinggi terhadap C. acnes, masing-masing 14 mm dan 12 mm, yang termasuk dalam kategori kuat (K). Dengan demikian, sediaan masker lempung berbahan ekstrak tanaman Wuru ketek menunjukkan potensi sebagai alternatif topikal dalam pengobatan jerawat dan dapat menjadi dasar untuk penelitian lanjutan mengenai mekanisme aksi dan uji klinis.
Referensi
Aditama, A. P. R., Kusumaningtyas, R., Karimah, W. N., Paramita, D. R. A., & Muslikh, F.
A. (2024). Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Masker Wajah Gel Peel-Off Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus). Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 6(1), 79–96.
Agustina, W., & Handayani, D. (2017). Skrinning Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Beberapa Fraksi dari Kulit Batang Jarak (Ricinus communis L). ALOTROP : Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Kimia, 2017(2), 117–122.
Apriyanti, R., Rahmat, N., & Cania, I. M. L. (n.d.). Formulasi Dan Uji Sifat Fisik Masker Pasta Clay Yang Mengandung Jojoba Oil (Simmondsia chinensis) Untuk Kulit Wajah.
Arianti, V., Elya, B., & Iskandarsyah. (2020). Anti-Elastase, Antioxidant, Total Phenolic and Total Flavonoid Content of Wuru Ketek (Myrica javanica Reinw. Ex BL.) from Tangkuban Perahu, West Java - Indonesia. Pharmacognosy Journal, 12(2), 293–297. https://doi.org/10.5530/pj.2020.12.46
Elfiyani, R., Nursal, F., Deviyolanda, R., & Shifa, S. (2023). Pemanfaatan Ekstrak Kulit Putih Semangka Dalam Sediaan Masker Clay. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 10(2), 218. https://doi.org/10.25077/jsfk.10.2.218-225.2023
Fauziah, Alvanny, N., & Andalia, K. (2022). Formulasi dan Evaluasi Masker Clay Anti Jerawat Dari Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica Papaya L.). Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 4(3), 306–320.
Goeswin, A. (2015). Seri Farmasi Industri-9 Sediaan Kosmetik (1st ed.). ITB.
Imasari, T., & Emasari, A. (2021). Deteksi Bakteri Staphylococcus sp. Penyebab Jerawat Dengan Tingkat Pengetahuan Perawatan Wajah Pada Siswa Kelas XI Di SMK Negeri 1 Pagerwojo. Jurnal Sintesis, 2(2), 58–65.
Kementrian Kesehatan RI. (n.d.). Farmakope Indonesia Edisi V (Vol. 1).
Maharani, T. A., Norhabibah, Ira Wati, N. R., Putri, L. R., & Malahayati, S. (2024). Pengembangan Formulasi Clay Mask Stick Ekstrak Rumput Gandum (Triticum Aestivum L) Komoditas Lokal yang Berpotensi Sebagai Antioksidan. Jurnal Surya Medika (JSM), 10(2), 6–14. https://doi.org/10.33084/jsm.v10i2.7718
Matondang, Z. (n.d.). Pengujian Homogenitas Varians Data.
Novaryatiin, S., Hidayat, M. A., & Ardhany, S. D. (24 C.E.). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Batang Kayu Ulin Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada, 24(1), 9–18.
Nurulita, Y., Yuharmen, Fitri, A., Sari, I. E., Sary, D. N., & Nugroho, T. T. (2022). Identifikasi Metabolit Sekunder Sekresi Jamur Lokal Tanah Gambut Riau Penicillium sp. LBKURCC34 Sebagai Antimikroba. Chimica et Natura Acta, 10(3). https://doi.org/10.24198/cna.v10.n3.45994
Purwaningsih, D., & Wulandari, D. (2020). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Suruhan (Peperomia pellucida L. Kunth) Terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853. Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati, 5(1), 1–7. https://doi.org/10.24002/biota.v5i1.3077
Sujana, K. V., Katja, D. G., & Koleangan, H. S. J. (2024). Aktivitas Antibakteri Ekstrak dan Fraksi Kulit Batang Chisocheton sp. (C.DC) Harms terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. CHEMISTRY PROGRESS, 17(1), 87–96. https://doi.org/10.35799/cp.17.1.2024.54700
Sylvia Br Ginting, O., & Susanti Siregar, S. (2022). Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Masker Clay Dari Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carita papaya L.) Dan Labu Kuning (Cucurbita moschata). Forte Jurnal, 2(1), 22–31. www.ojs.unhaj.ac.id/index.php/fj
Wasono, H. A., Sani, N., & Andriyani, Y. (2020). Hubungan Perilaku Pencegahan Terhadap Kejadian Akne Vulgaris Pada Siswa Kelas X SMK Negeri Tanjungsari Lampung Selatan. Manuju : Malahayati Nursing Journal, 2(3), 568–576.
Yudha Pratama, A., Arianti, V., & Adrianto, D. (2024). Perbandingan Standarisasi Ekstrak Daun Teh Hijau (Camellia sinensis L.) Dengan Pelarut Yang Berbeda. Indonesian Journal of Health Science, 4(6), 785–794.
Zainal, T. H., Ulfa, M., Nisa, M., & Pawarrangan, T. J. (2023). Formulasi Masker Clay Ekstrak Kulit Buah Pisang Muli (Musa acuminata L.). Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, 12(1), 7–12. https://doi.org/10.51887/jpfi.v12i1.1760
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Indah Nasruly Kartika Dewi, Dimas Adrianto, Amalina Fakhriah, Devi Maulina

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.









