Faktor risiko Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) di Kota Kendari Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.54957/ijhs.v4i6s.1278Keywords:
Faktor Risiko, Multidrug Resistant, TuberculosisAbstract
Introduction: The World Health Organization (WHO) estimates that 10 million people globally are affected by tuberculosis, underscoring the significant impact of this disease. The greatest challenge to global tuberculosis eradication efforts is multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB), a form of tuberculosis resistant to at least isoniazid and rifampicin, the two most effective and widely used tuberculosis drugs. In 2021, the global incidence of multidrug-resistant and rifampicin-resistant tuberculosis (MDR/RR-TB) was estimated to be around 450,000 cases, reflecting a 3.1% increase from the 437,000 cases reported in 2020. This study aims to identify risk factors for multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB) in Kendari City in 2024. Methods: This research employs a quantitative approach with an observational analytical study design, specifically using a case-control design with a matching procedure. The sample for this study consisted of 38 cases and 38 controls, forming a 1:1 ratio. Data analysis was conducted using the McNemar test and matched pair case-control analysis, with significance determined at p < 0.05 and using an odds ratio. Results: The study found significant associations between knowledge (p = 0.0192; OR = 3.5000), medication adherence (p = 0.0010; OR = 4.4000), and previous treatment history (p = 0.0118; OR = 3.7500) with the incidence of MDR-TB. Conclusion: Based on the study results, it can be concluded that knowledge, drug side effects, and previous treatment history are significant risk factors for multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB) in Kendari City in 2024.
Pendahuluan: World Health Organizarion (WHO) memperkirakan bahwa terdapat 10 juta orang di seluruh dunia yang terjangkit penyakit tuberkulosis, yang menunjukkan betapa besar beban penyakit ini. Tuberkulosis yang resistan terhadap banyak obat, dikenal sebagai MDR-TB, adalah tantangan terbesar dalam upaya pemberantasan tuberkulosis di seluruh dunia. MDR-TB adalah bentuk tuberkulosis khusus yang resistan terhadap setidaknya isoniazid dan rifampisin, dua obat tuberkulosis yang paling efektif dan umum digunakan. Pada tahun 2021, insiden global tuberkulosis yang resistan terhadap banyak obat dan resistan terhadap rifampisin (MDR/RR-TB) diperkirakan mencapai sekitar 450.000 kasus, meningkat sebesar 3,1% dari 437.000 kasus yang dilaporkan pada tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko tuberkulosis resistan multiobat (MDR-TB) di Kota Kendari pada tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain studi analitik observasional melalui rancangan kasus kontrol dengan prosedur pencocokan. Sampel dalam penelitian ini adalah 1:1 yaitu 38 kasus dan 38 kontrol. Analisis data menggunakan uji McNemar dan matched pair case control dengan nilai signifikansi p<0,05 dan nilai odd ratio. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p = 0,0192; OR = 3,5000), kepatuhan minum obat (p = 0,0010; OR = 4,4000), dan riwayat pengobatan sebelumnya (p = 0,0118; OR = 3,7500) dengan kejadian MDR-TB. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, efek samping obat, dan riwayat pengobatan sebelumnya merupakan faktor risiko utama terjadinya tuberkulosis resistan multiobat (MDR-TB) di Kota Kendari pada tahun 2024.
References
Aini, L., & Astuti, L. (2020). Hubungan Antara Efek Samping Obat Anti Tuberculosis (Oat) Dan Peran Pengawas Menelan Obat (Pmo) Dengan Kepatuhan Pengobatan Pada Penderita Tuberculosis (Tb) Paru. Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan, 12(2), 24–34. https://doi.org/10.36729/bi.v12i2.935
Beda Ama, P. G., & Suhermi, S. (2020). Pengaruh Faktor Klinis Dan Keteraturan Minum Obat Dengan Terjadinya TB MDR di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 12(1), 15–27. https://doi.org/10.37012/jik.v12i1.115
Buryanti, S. (2021). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Tb Mdr Di Kota Semarang. Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community, 5(1), 146–154. https://doi.org/10.35971/gojhes.v5i1.9699
Dinkes Kota Kendari. (2024). Tuberkulosis Sensitif Obat (SO) dan Resistan Obat (RO).
Handari, R. D., & Ronoatmodjo, S. (2024). Prevalensi dan Faktor Risiko Kejadian Efek Samping Obat pada Pasien TB-MDR: Literature Review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 7(3), 506–517. https://doi.org/10.56338/mppki.v7i3.4700
Imam, F. R. S., Umboh, J. M. L., & Tuda, J. S. B. (2023). Faktor-faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Multidrug-Resistant Tuberculosis (TB-MDR) di Kota Ternate, Maluku Utara. E-CliniC, 11(3), 260–268. https://doi.org/10.35790/ecl.v11i3.44459
Kemenkes RI. (2023). Laporan Program Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2022. https://tbindonesia.or.id/pustaka_tbc/laporan-tahunan-program-tbc-2021/
Kemenkes RI. (2024). TB Indonesia. https://www.kemkes.go.id/id/cegah-dan-obati-tb-dengan-terapi-pencegahan-tuberkulosis
Kusuma, I. Y., Triwibowo, D. N., Pratiwi, A. D. E., & Pitaloka, D. A. E. (2022). Rasch Modelling to Assess Psychometric Validation of the Knowledge about Tuberculosis Questionnaire (KATUB-Q) for the General Population in Indonesia. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(24). https://doi.org/10.3390/ijerph192416753
Kusumandari, V. P., Sunarti, S., & Nawangsari, D. (2023). Pengaruh Riwayat Pengobatan Pasien TB Terhadap Kejadian TB MDR di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Pharmacy Genius, 2(3), 176–188. https://doi.org/10.56359/pharmgen.v2i3.294
M. Rizal Fahlafi, Said Usman, & Nizam Ismail. (2023). Determinan Faktor Terjadinya Multidrug Resistant pada Pengobatan TB Paru (MDR-TB) di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin. Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(1), 33–42. https://doi.org/10.54259/sehatrakyat.v2i1.1245
Mashidayanti, A., Nurlely, N., & Kartinah, N. (2020). Faktor Risiko Yang Berpengaruh Pada Kejadian Tuberkulosis dengan Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR-TB) di RSUD Ulin Banjarmasin. Jurnal Pharmascience, 7(2), 139. https://doi.org/10.20527/jps.v7i2.7928
Mokodompit, A. R., Laya, A. A., & Wahyuni, S. (2019). Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap PMO Tentang Pencegahan Kekambuhan Pada Pasien TB Paru di Kecamatan Girian Kota Bitung. Jurnal Kesehatan, 3(1). https://ejournal.unimman.ac.id/index.php/jka/article/view/56/
Purnamasari, R., Noviasari, N. A., Albertus, J., & Putri, I. R. H. (2023). Edukasi Tentang Pengetahuan Pada Pasien Pengobatan TB Melalui Media Audiovisual Di Wilayah Puskesmas Poncol Semarang. Prosiding Seminar Kesehatan Masyarakat, 1(Oktober), 148–153. https://doi.org/10.26714/pskm.v1ioktober.198
Restinia, M., Khairani, S., & Manninda, R. (2021). Faktor Resiko Penyebab Multidrug Resistant Tuberkulosis: Sistematik Review. Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ), 3(1), 9–16. https://doi.org/10.15408/pbsj.v3i1.20049
Saputra, H. L., Yulendasari, R., & Kusumaningsih, D. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) pada pasien tuberkulosis paru. Holistik Jurnal Kesehatan, 16(6), 516–528. https://doi.org/10.33024/hjk.v16i5.8161
Sondang, B., Asrifuddin, A., & Kaunang, W. P. J. (2021). Analisis Peran Pengawas Menelan Obat (PMO) terhadap kepatuhan Menelan Obat Anti Tuberkulosis pada Penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas Kauditan Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal KESMAS, 10(4), 7–15.
Triandari, D., & Rahayu, S. R. (2018). Kejadian Tuberkulosis Multi Drug Resistant. Higea Journal of Public Health, 2(2), 194–204. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/article/view/19388/10860
WHO. (2022). Tuberkulosis-TB Day 2022. World Helalth Organization.
Widyastuti, S. D., Latif, I., & Sabila, A. W. (2024). Pengaruh Pengetahuan, Sikap, dan Dukungan dari Keluarga Terhadap Kepatuhan Pasien TB Paru Dalam Menelan Obat Anti Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Edokanbunder Indramayu. Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, 6(1), 20–27.
Wisesa, W., Pebriyani, U., Sudiadnyani, N. P., & Lestari, M. P. (2021). Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Penyakit Tuberkulosis dengan Kesembuhan Penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas Panjang Tahun 2021. Medula, 11(4), 383–390.
Yuni, I. D. A. M. A. (2016). Hubungan Fase Pengobatan TB Dan Pengetahuan Tentang Mdr Tb Dengan Kepatuhan Pengobatan Pasien TB (Studi di Puskesmas Perak Timur). Jurnal Berkala Epidemiologi, 4(3), 384–395. https://doi.org/10.20473/jbe.v4i3
Yusuf, N., Hadi, S., Yanifitri, D. B., & Arliny, Y. (2022). A case report : Drug-resistant tuberculosis with drug eruption skin due to second line anti tuberculosis drug and haemoptysis. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Wa Ode Nur Aisyah, Yusuf Sabilu, La Ode Liaumin Azim

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








