Uji Toksisitas Akut Teh Herbal Antipiretik Kombinasi Tanaman Sereh Dan Kemangi Pada Mencit

Authors

  • Afif Syahroni Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri
  • Nawafila Februyani Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri
  • Ainu Zuhriyah Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

DOI:

https://doi.org/10.54957/ijhs.v3i2a.539

Keywords:

Antipiretik, Kemangi, Mencit, Sereh, Uji toksisitas

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan budaya pengobatan tradisional mulai sejak dahulu dan telah dilestarikan secara turun-temurun. Tanaman Sereh (Cymbopogon citratus) dan Kemangi (Ocimum bacilicum) merupakan contoh tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional. Kandungan senyawa metabolit sekunder yang ada dalam tanaman Sereh (Cymbopogon citratus) antara lain adalah alkaloid, tanin, saponin, flavonoid, fenol, steroid dan minyak atsiri. Sedangkan kandungan senyawa metabolit yang ada dalam tanaman Kemangi (Ocimum bacilicum) adalah minyak atsiri, saponin, tanin, flavonoid, steroid, terpenoid, alkaloid, fenol, karbohidrat, lignin, pati dan antrakuinon. Dari penelitian terdahulu mengatakan bahwa kandungan senyawa metabolit sekunder yang ada dalam tanaman Sereh (Cymbopogon citratus) dan Kemangi (Ocimum bacilicum) dapat dimanfaatkan sebagai antipiretik. Sediaan teh herbal adalah salah satu modifikasi pemanfaatan tanaman sereh dan kemangi sebagai antipiretik. Untuk mengetahui keamanan penggunaan teh herbal tersebut bagi manusia maka perlu dilakukan uji toksisitas sediaan teh herbal tanaman Sereh (Cymbopogon citratus) dan Kemangi (Ocimum bacilicum) pada hewan uji mencit (Mus muscullus). Uji toksisitas yang dilakukan ini menggunakan metode yang di keluarkan BPOM pada Peraturan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) tahun 2020 tentang Uji Toksisitas Praklinik Secara In Vivo. Dengan dosis percobaan adalah 5, 50, 300 dan 2000 mg/kg BB. Pemberian sediaan teh herbal pada hewan uji tidak dapat membunuh hewan uji. Hasil dari penelitian ini adalah nilai LD50 toksisitas sediaan teh herbal tanaman Sereh (Cymbopogon citratus) dan Kemangi (Ocimum bacilicum) yang didapat adalah nilai LD50 semu > 2000 mg/kg BB.

References

Astuti, E. (2020). Pengaruh Lama Pengeringan Terhadap Mutu Teh Herbal Daun Kopi dan Kulit Buah Naga. Universitas Muhammadiyah Mataram.

Davis, V., Maarisit, W., Karauwan, F., & Untu, S. (2019). Uji Toksisitas Ekstrak Etanol Daun Kapas Gossypium hirsutum Terhadap Larva Udang Artemia salina dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Biofarmasetikal Tropis, 2(1), 71–77. https://doi.org/10.55724/jbiofartrop.v2i1.41

Donatus, I. . (2015). Toxicology, EssentialToksikologi Dasar Edisi 2. Rasmedia Grafika. Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta.

Elisma, Rahman, H., & Lestari, U. (2020). Ppm pemberdayaan masyarakat dalam pengolahan tanaman obat sebagai obat tradisional di desa mendalo indah jambi luar kota. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 4(November), 274–277.

Fazri, A. T. S. K. I. (2019). Pengaruh pemberian ekstrak Kosambi (Schleichera Oleosa) Terhadap Percepatan Penyembuhan Luka Eksisi Pada Mencit (Mus Musculus). Skripsi, 10–15.

Inayati, M. (2017). Pengaruh Lama Pengerigan Terhadap Mutu Teh Daun Kemangi Pengaruh Lama Pengeringan Terhadap Mutu Teh Daun Kemangi (Ocinum Sanctum L.) Pengaruh Lama Pengerigan Terhadap Mutu Teh Daun Kemangi. University Matarm Repository.

Noriko, N., Puspitasari, R. L., Doeana, A. S., Bioteknologi, P. S., Sains, F., Teknologi, D., Indonesia, U. A., Sisingamangaraja, J., & Baru, K. (2016). Pengaruh Pakan Tepung Cannalina terhadap Pertumbuhan Mus musculus. 3(1), 54–63.

Pujawati, ratih sukma, Rahmat, M., Djuminar, A., & Rahayu, ira gustira. (2019). Uji Efektivitas Ekstrak Serai Dapur (Cymbopogon Citratus (Dc.) Stapf) Terhadap Pertumbuhan Candida Albicans Metode Makrodilusi. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bandung, 11(2), 267–273.

Ramdhini, N. R. (2010). I Toksisitas Terhadap Artemia Salina Leach. Dan Toksisitas Akut Komponen Bioaktif Pandanus Conoideus Var. Conoideus Lam. Sebagai Kandidat Antikanker.

Randa, Y. D., & Sindi, M. (2020). Gambaran tingkat pengetahuan ibu mengenai cara penanganan demam pada anak di Bangsal Yasinta RS. Fatima Parepare. Jurnal Kesehatan Lentera AcityA, 7(2), 88–96.

Saputra, A., Junaidi, J., Supriyanto, A., & Surtono, A. (2022). Desain dan Realisasi Alat Ukur Massa (Neraca Digital) Menggunakan Sensor Load Cell Berbasis Arduino. Jurnal Teori Dan Aplikasi Fisika, 10(02), 159. https://doi.org/10.23960/jtaf.v10i2.2660

Sumarni, T. (2019). Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Beluntas (Pluchea indica L. ) Terhadap Tikus Putih Jantan Galur Wistar dengan Metode Fixed-Dose- Procedure. Skripsi, Inderalaya.

Tambunan, P. M. (2022). Karakterisasi Dan Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Serai (Cymbopogon Citratus) Desa Bandar Khalipah Terhadap Mencit Jantan (Mus musculus). Jurnal Kimia Saintek Dan Pendidikan, 6(1), 1–10. https://doi.org/10.51544/kimia.v6i1.2968

Published

2023-11-24

How to Cite

Syahroni, A., Februyani, N., & Zuhriyah, A. (2023). Uji Toksisitas Akut Teh Herbal Antipiretik Kombinasi Tanaman Sereh Dan Kemangi Pada Mencit. Indonesian Journal of Health Science, 3(2a), 409–415. https://doi.org/10.54957/ijhs.v3i2a.539

Most read articles by the same author(s)