Pengaruh Sektor Industri Dan Jasa Terhadap Penerimaan Pajak Pada Lima Negara Scandinavia: Pendapatan Perkapita Sebagai Variabel Moderasi
DOI:
https://doi.org/10.54957/jurnalku.v3i2.468Kata Kunci:
Income per capita;, Scandinavia, Share of Industry, Share of Services, Tax RevenueAbstrak
Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia, dan Swedia memiliki sejumlah kesamaan dalam hal kesejahteraan dan pendidikan. Dari sisi ekonomi, lima negara Scandinavia tersebut memiliki perekonomian yang kuat dan stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kontribusi sektor jasa dan kontribusi sektor industri terhadap penerimaan pajak di lima negara Scandinavia. Data yang digunakan bersumber dari world bank dengan rentang waktu 2002-2019. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan regresi data panel, secara parsial, kontribusi sektor jasa memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penerimaan pajak. Semakin tinggi kontribusi pada sektor jasa, maka semakin tinggi penerimaan pajak. Sementara itu, secara parsial, kontribusi sektor industri juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penerimaan pajak. Semakin tinggi kontribusi sektor industri, maka semakin tinggi penerimaan pajak. Sedangkan, moderasi dengan pendapatan per kapita tidak mengamplifikasi secara positif hubungan kontribusi sektor jasa dan industri terhadap penerimaan pajak. Didukung oleh tarif pajak yang tinggi, kontribusi pada sektor jasa dan industri dapat didorong dalam rangka meningkatkan penerimaan pajak.
Referensi
Ahmed, Q. (2010). Determinants of tax Buoancy: Empirical Evidence from Developing Countries. European Journal of Social Sciences., 408-414.
Baltagi, B. H. (2005). Econometric Analysis of Panel Data. Chichester: John Wiley & Sons Ltd.
Castro, G. Á., & Camarillo, D. B. (2014). Determinants of tax revenue in OECD countries over the period 2001-2011. Contaduría y Administración.
Chaudhry, I. S., & Munir, F. (2010). Determinants of Low Tax Revenue in Pakistan. Pakistan Journal of Social Sciences.
Eltony. (2002). Determinants of Tax Efforts in Arab Countries. Arab Planning Institute Working Paper 207.
Ghozali, I. (2016). Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23 (Edisi 8). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gujarati, D. N. (2003). Basic Econometrics, Fourth Edition. New York: McGraw-HiII/lrwin.
Ha, N. M., Minh, P. T., & Binh, Q. M. (2022). The determinants of tax revenue: A study of Southeast Asia. Cogent Economics & Finance.
Karagoz, K. (2013). Determinants of Tax Revenue: Does Sectorial Composition Matter? Journal of Finance, Accounting & Management.
Martono, N. (2010). Analisis Isi dan Analisis Data Sekunder. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
OECD. (2022). Revenue Statistics 2022. OECD.
Piancastelli, M. (2001). Measuring the Tax Effort of Developed and Developing Countries:. IPEA Working Paper No. 818.
Sihombing, P. R. (2022). Apakah Dana Desa dan Pendapatan APBD Mempengaruhi Indeks Pembangunan Ekonomi Inklusif di Indonesia? Jurnal Ekonomi & Manajemen Universitas Bina Sarana Informatika, 182-187.
Stotsky, J., & Wolde Mariam, A. (1997). Tax Effort in Sub-Saharan Africa. Working Paper 107: International Monetary Fund, Washington, DC.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, R&D. Bandung: alfabeta.
United Nations. (2019). Human Development Report 2019. New York: United Nations Development Programme.
V, T. (1987). Quantitative Characteristics of the Tax System of Developing Countries. The Theory of Taxation for Developing Countries. New York: Oxford University Press.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Yordan Wiguna, Suparna Wijaya

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








