Analisis Beneish M-Score Untuk Mendeteksi Rekayasa Laporan Keuangan PT Envy Technologies Indonesia Tbk

Penulis

  • Ghani Rahma Febrianti Politeknik Keuangan Negara STAN
  • Kodirin Kodirin Politeknik Keuangan Negara STAN

DOI:

https://doi.org/10.54957/jurnalku.v2i4.313

Kata Kunci:

Beneish M-Score, Laporan Keuangan, Rekayasa

Abstrak

This researched was aimed to determine whether financial statements of PT Envy Technologies Indonesia Tbk (Envy) in 2019 are indicated to be manipulated or not using the Beneish M-Score model. This research is descriptive and uses secondary data taken from the Indonesian Stock Exchange (IDX) website and other relevant literature studies. The Beneish M-Score model is an analytical tool that can detect indication or measure the potential of manipulation in financial statements using eight financial ratios. A company is indicated to manipulate its financial statements if its Beneish M-Score exceeds the benchmark value, which is -2.22. However, if the result is less than or equal to -2.22, then the company is not indicated to manipulate the financial statements. The results show that by using the Beneish M-Score model, Envy's 2019 financial statements are indicated to be manipulated. This is concluded from the Beneish M-Score of Envy's in 2019 financial statements, 7,815. There are four financial ratios that are indicated to be manipulated, namely AQI, SGI, SGAI, and TATA; three ratios are indicated not manipulated, namely GMI, DEPI, and LVGI; and one ratio is in the gray area, namely the DSRI.

Keywords : PT Envy Technologies Indonesia Tbk, Manipulation, Financial Statement, Beneish M-Score

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah laporan keuangan PT Envy Technologies Indonesia (Envy) di tahun 2019 terindikasi direkayasa atau tidak dengan menggunakan model Beneish M-Score. Penelitian ini bersifat deskriptif serta menggunakan data sekunder yang diambil dari web Bursa Efek Indonesia dan studi kepustakaan lain yang relevan. Model Beneish M-Score merupakan salah satu alat analisis yang dapat mendeteksi adanya indikasi rekayasa kecurangan dalam pembuatan laporan keuangan dengan menggunakan delapan rasio keuangan. Suatu perusahaan terindikasi melakukan rekayasa laporan keuangan jika nilai Beneish M-Scorenya melebihi nilai patokan, yaitu -2,22. Namun, jika hasilnya kurang dari atau sama dengan -2,22, maka perusahaan tidak terindikasi melakukan rekayasa laporan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model Beneish M-Score, laporan keuangan Envy tahun 2019 terindikasi direkayasa. Hal ini disimpulkan dari nilai Beneish M-Score laporan keuangan Envy tahun 2019 sebesar 7,815. Terdapat empat rasio keuangan yang terindikasi direkayasa yaitu AQI, SGI, SGAI, dan TATA; tiga rasio terindikasi tidak direkayasa yaitu GMI, DEPI, dan LVGI; serta satu rasio yang berada di grey area yaitu DSRI.

 

Referensi

ACFE Indonesia Chapter. (2020). Survai Fraud Indonesia 2019. Acfe Indonesia Chapter.

Al-Debie, M., & Walker, M. (1999). Fundamental information analysis: An extension and UK evidence. British Accounting Review, 31(3). https://doi.org/10.1006/bare.1999.0101

Apriani, I. P., & Nuzula, N. F. (2019). Analisis Pendeteksian Kecurangan Laporan Keuangan Dengan Menggunakan Beneish Ratio Index (Studi Pada Perusahaan Sektor MAnufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2017). Jurnal Administrasi Bisnis, 72(2).

ASB. (2002). SAS No. 99 Consideration of Fraud in a Financial Statement Audit.

Beneish, M. D. (1999). The Detection of Earnings Manipulation. Financial Analysts Journal, 55(5). https://doi.org/10.2469/faj.v55.n5.2296

Harahap, I. A., Desmiyawat, D., & Julita, J. (2017). Analisis ‘Indexes’(Beneish Ratio Index) Untuk Mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur yang Listing di BEI per Desember 2014-2015. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Ekonomi, 4(1), 1–15.

Harrington, C. (2005). Formulas for Detection: Analytical Ratios for Detecting Financial Statement Fraud. Association of Certified Fraud Examiners, Fraud Magazine, March/April 2005.

IAI. (2012). PSAK 1 Tentang Penyajian Laporan keuangan. In PSAK.

Kartikasari, R. N., & Irianto, G. (2010). Penerapan Model Beneish (1999) dan Model Altman (2000) dalam Pendeteksian Kecurangan Laporan Keuangan. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 1(2), 323–340.

Karyono, K. (2013). Forensic Fraud. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Maccarthy, J. (2017). Using Altman Z-score and Beneish M-score Models to Detect Financial Fraud and Corporate Failure: A Case Study of Enron Corporation. International Journal of Finance and Accounting, 6(6).

Marjani, A. T., & Puspitosarie, E. (2013). Earning Management Terhadap Nilai Perusahaan, Dengan Corporate Governance Sebagai Moderating Variabel Dan Firm Size Sebagai Variabel Kontrol (Studi Pada Bank Umum Swasta Nasional Go Publik Di Bursa Efek Indonesia). Jurnal Manajemen Dan Akuntansi, 2(3).

Mehta, A., & Bhavani, G. (2017). Application of forensic tools to detect fraud: The case of Toshiba. Journal of Forensic and Investigative Accounting, 9(1), 692–710.

PT Envy Technologies Indonesia Tbk. (2020). Laporan Tahunan Envy 2019. https://id.envytech.co.id/annual-report

Unduhan

Diterbitkan

20-12-2022

Cara Mengutip

Febrianti, G. R., & Kodirin, K. (2022). Analisis Beneish M-Score Untuk Mendeteksi Rekayasa Laporan Keuangan PT Envy Technologies Indonesia Tbk. Jurnalku, 2(4), 527–539. https://doi.org/10.54957/jurnalku.v2i4.313

Terbitan

Bagian

Articles