Problematika Tindakan Penyanderaan Sebagai Salah Satu Upaya Penagihan Pajak Di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.54957/akuntansiku.v1i1.173Keywords:
penyanderaan, utang pajak, penagihan pajak, HAM, penegakan hukum, efek jeraAbstract
One of the efforts made by the Directorate General of Taxes to collect tax debts that have not been paid off by the tax insurer is taking hostage (gijzeling). Gijzeling can be defined as a temporary restraint on the freedom of the tax bearer by placing him in a certain place. In the implementation of gijzeling, there are pros and cons regarding whether or not taking hostage is a violation of the human rights of the tax payer. In addition, questions arise regarding the effectiveness of the implementation of gijzeling on tax debt collection and state revenues as well as obstacles in its implementation. This study uses a qualitative method with a literature study approach. The results of this study indicate that the implementation of gijzeling does not violate the human rights of the tax bearer. The implementation of hostage taking in Indonesia is also quite effective, although it faces several obstacles, both from the DGT side, taxpayers, other agencies, and related regulations.
Salah satu upaya yang dilakukan Direktorat Jenderal Pajak untuk menagih utang pajak yang tidak kunjung dilunasi oleh penanggung pajak adalah penyanderaan. Penyanderaan didefinisikan sebagai pengekangan sementara waktu kebebasan penanggung pajak dengan menempatkannya di tempat tertentu. Dalam pelaksanaan penyanderaan terjadi pro dan kontra mengenai benar tidaknya bahwa penyanderaan merupakan pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) dari penanggung pajak. Selain itu muncul pertanyaan mengenai efektivitas pelaksanaan penyanderaan terhadap penagihan utang pajak dan penerimaan negara serta kendala dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan penyanderaan tidak melanggar HAM penanggung pajak. Pelaksanaan penyanderaan di Indonesia juga tergolong efektif walaupun menghadapi beberapa kendala baik dari sisi DJP, wajib pajak, instansi lain, maupun peraturan terkait.
References
Arifin, Y. N. (2021). Penegakan Hukum Pajak Melalui Penggunaan Sandera Pajak Dalam Penagihan Utang Pajak Di Indonesia. Jurnal Locus Delicti, 2, 73–81.
Austin, C. R., Bobek, D. D., & Jackson, S. (2021). Does prospect theory explain ethical decision making? Evidence from tax compliance. Accounting, Organizations and Society, 94. https://doi.org/10.1016/j.aos.2021.101251
Aveling, E. L., Gillespie, A., & Cornish, F. (2015). A qualitative method for analysing multivoicedness. Qualitative Research, 15(6), 670–687. https://doi.org/10.1177/1468794114557991
Batrancea, L., Nichita, A., Olsen, J., Kogler, C., Kirchler, E., Hoelzl, E., Weiss, A., Torgler, B., Fooken, J., Fuller, J., Schaffner, M., Banuri, S., Hassanein, M., Alarcón-García, G., Aldemir, C., Apostol, O., Bank Weinberg, D., Batrancea, I., Belianin, A., … Zukauskas, S. (2019). Trust and power as determinants of tax compliance across 44 nations. Journal of Economic Psychology, 74, 1-68. https://doi.org/10.1016/j.joep.2019.102191
da Silva, F. P., Guerreiro, R., & Flores, E. (2019). Voluntary versus enforced tax compliance: the slippery slope framework in the Brazilian context. International Review of Economics, 66, 147-180. https://doi.org/10.1007/s12232-019-00321-0
Dalimunthe, A. F. (2019). Optimalisasi Penerapan Penyanderaan (Gijzeling) sebagai Upaya Penegakan Hukum (Law Enforcement) dalam Penerimaan Pajak (Studi Kasus Pelaksanaan Penyanderaan di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Utara I).
Dian Cahya, R., Kiswara, E., & Fuad. (2021). Analisis Implementasi Penyanderaan (Gijzeling) Dalam Meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak Dan Sebagai Upaya Pencairan Tunggakan Pajak: Menurut Perspektif Teori Kepatuhan Pajak. Scientax, 3(1), 130–158. https://doi.org/10.52869/st.v3i1.105
Fontian, F. (2015). Penyanderaan (Gijzeling) Sebagai Instrumen Memaksa dalam Hukum Perpajakan. Media Justitia Nusantara, 10(1), 149–176.
Hutapea, A. L. (1990). Kreditur dan Lembaga Sandera. Hukum Dan Pembangunan, 20(1), 48–56.
Irawan, F. (2022). Riset Kuantitatif dan Kualitatif Penghindaran Pajak: Metode Apa yang Tepat Untuk Indonesia. Jurnalku, 2(1), 16-24. https://doi.org/10.54957/jurnalku.v2i1
Ispriyarso, B. (2015). Sandera Pajak sebagai Alat Paksa dalam Penagihan Utang Pajak. Masalah-Masalah Hukum, 44(1), 69–77.
Kadarukmi, M. E. R. (2005). Tinjauan yuridis terhadap lembaga paksa badan atau gijzeling dalam UU perpajakan (Issue April). http://repository.unpar.ac.id/bitstream/handle/123456789/1882/KTI_Maria_Tinjauan_Yuridis_Terhadap_Lembaga_Paksa-p.pdf?sequence=3&isAllowed=y
Larasati, S., Susilowati, E., & Djais, M. (2016). Kompetensi Pengadilan dalam Perkara Paksa Badan Debitor Pailit. Diponegoro Law Review, 5(41), 1–13. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/dlr/article/view/10960/10629
Lederman, L. (2018). Does Enforcement Reduce Voluntary Tax Compliance? BYU Law Review, 3(6), 623–694. https://digitalcommons.law.byu.edu/lawreview/vol2018/iss3/6
Naibaho, A. P., P, N. S., & Ispriyarso, B. (2016). Paksa Badan (Gijzeling) Sebagai Instrumen Penagihan Pajak (Kajian Yuridis Dari Perspektif Hukum Pidana). Diponegoro Law Review, 5(3), 1–16.
Nguyen, T. T. D., Pham, T. M. L., Le, T. T., Truong, T. H. L., & Tran, M. D. (2020). Determinants influencing tax compliance: The case of Vietnam. Journal of Asian Finance, Economics and Business, 7(2), 65–73. https://doi.org/10.13106/jafeb.2020.vol7.no2.65
Norma, R., Ispriyarso, B., & Adiyanta, F. S. (2016). Penagihan Pajak Dengan Menggunakan Sandera Pajak (Gijzeling) Di Lingkungan Kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah I dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah II. Diponegoro Law Review, 5(2), 1–18.
Permana, P. O. A. (2017). Efektivitas Penagihan Pajak Dengan Surat Paksa, Penyitaan DanGijzeling Untuk Optimalisasi Penerimaan. Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntansi , Volume 6,(ISSN : 2460-0585), 653–666.
Prastiwi, D., & Puspitasari, D. A. (2016). “Cuti Otak” Penanggung Pajak (Studi pada Jurusita Pajak KPP Pratama Surabaya Wonocolo). Jurnal E-KOMBIS, 2(1), 29–40.
Puspitasari, D. (2019). The Impacts of Tax Examinations, Tax Sanctions and Tax Hostage (Gijzeling) on Taxpayers’ Formal Compliance. Riset: Jurnal Aplikasi Ekonomi Akuntansi Dan Bisnis, 1(2), 143–152. https://doi.org/10.35212/riset.v1i2.25
Rahayu, I. S., & Wijaya, A. (2021). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Penegakan Hukum Pajak oleh Lembaga Paksa Badan Gijzeling. Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab, 2(1), 107–118.
Reksodiputro, M. (2017). Jangan Ragu Menghukum Korporasi (Menegakkan Undang-Undang Pajak Dengan Menghukum Korporasi Atau Dengan Penyanderaan Badan (Gijzeling)?). Jurnal Hukum Dan Bisnis, 3(2), 118–122.
Saleh, M. A. (2019). Perlindungan hukum Terhadap Penanggung Pajak Dalam Pelaksanaan Penyanderaan (Gijzeling). Sol Justisio: Jurnal Penelitian Hukum, 1(1), 1–18.
Shyafril, S. Z., Rahman, S., & Bima, M. R. (2021). Optimalisasi Penerapan Penyanderaan (Gijzeling) Sebagai Upaya Penegakan Hukum (Law Enforcement) Dalam Penerimaan Pajak. Journal of Lex Theory (JLT, 2(2), 78–97.
Sirait, R. A. M. (2020). Pelaksanaan Kebijakan Penyanderaan Pajak (Gijzeling) Dilihat Dari Perspektif Hak Asasi Manusia. Sasi, 26(1), 9. https://doi.org/10.47268/sasi.v26i1.192
Siregar, B. P., Ginting, B., Sikumbang, J., & Ramadhan, M. C. (2019). Aspek Hukum Lembaga Paksa Badan Terkait Penahanan terhadap Debitur Pailit. ARBITER: Jurnal Ilmiah Magister Hukum, 1(1), 78–88.
Sujianto, J. (2021). Pertanggungjawaban Penyanderaan (Gijzeling) Terhadap Penanggung Pajak. Perspektif, 26(2), 88. https://doi.org/10.30742/perspektif.v26i2.655.
Sulistyawati, D. (2014). Hukum Pajak dan Implementasinya bagi Kesejahteraan Rakyat. Salam: Jurnal Sosial dan Budaya Shar-i, 1(1), 119-128.
Taing, H. B., & Chang, Y. (2021). Determinants of Tax Compliance Intention: Focus on the Theory of Planned Behavior. International Journal of Public Administration, 44(1), 62–73. https://doi.org/10.1080/01900692.2020.1728313
Wahdi, N., Wijayanti, R., & Danang, D. (2019). Efektivitas Penagihan Pajak Dengan Surat Teguran, Surat Paksa, Dan Penyitaan Dan Kontribusinya Terhadap Penerimaan Pajak Di Kpp Pratama Semarang Tengah Satu. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 20(2), 106–119. https://doi.org/10.26623/jdsb.v20i2.1242
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Gidion Samuel Manurung, Hafidz Taqullah Rahman, Lisa Fitri Lestari, Ferry Irawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








