Gambaran Peresepan Kemoterapi Oral Pada Pasien Kanker Payudara di RS X di Jakarta Timur
DOI:
https://doi.org/10.54957/ijhs.v3i2.438Kata Kunci:
Kanker payudara, Kemoterapi, MetastaseAbstrak
Kanker merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Urutan pertama berkaitan dengan jumlah kanker di Indonesia dan merupakan penyebab utama kematian yaitu kanker payudara. Kanker adalah tumbuhnya jaringan yang baru sebagai akibat dari proliferasi (pertumbuhan berlebih) dari sel-sel abnormal secara terus menerus yang memiliki kemampuan untuk menyerang dan merusak jaringan lain. Kanker payudara adalah jenis kanker yang banyak diderita dan menyebabkan kematian di Indonesia. Pengobatan kanker payudara biasanya meliputi kombinasi pembedahan, radiasi dan kemoterapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran peresepan obat sitostatika oral pada penderita kanker payudara yang mengalami metastase di Rumah Sakit X di Jakarta Timur. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu semua lembar resep pasien kanker payudara yang mendapatkan terapi kemoterapi oral di Rumah Sakit X di Jakarta Timur. Pengambilan data dilakukan dengan menghitung jumlah dan persentase obat kemoterapi oral yang digunakan. Berdasarkan hasil pengamatan resep obat sitostatika di Rumah Sakit X di Jakarta Timur dapat disimpulkan obat sitostatika oral yang digunakan adalah Nateran sebanyak 192 kali peresepan (45,1%); Tamofen 98 kali peresepan (23%); Bracer 57 kali peresepan (13,4%); Lebrest 44 kali peresepan (10,3%); Taceral 35 kali peresepan (8,2%).
Referensi
Aisyah, B., & Sulistyo, Y. (2016). Klasifikasi Kanker Payudara Menggunakan Algoritma Gain Ratio. Jurnal Teknik Elektro, 8(2), 43–46.
Angrainy, R. (2017). Hubungan Pengetahuan, Sikap Tentang Sadari Dalam Mendeteksi Dini Kanker Payudara Pada Remaja. Jurnal Endurance, 2(2), 232. https://doi.org/10.22216/jen.v2i2.1766
Ashariati, A. (2019). Manajemen Kanker Payudara Komprehensif. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699. http://repository.unair.ac.id/96210/2/Manajemen Kanker Payudara Komprehensif.pdf
Burden. (2020). Ini Jenis Kanker yang Paling Banyak Diderita Penduduk Indonesia. 2020. Katadata.co.id
Dian Medisa. (2022). Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Study design. 7(5), 213–217.
Ershler, W. B. (2006). Capecitabine Monotherapy: Safe and Effective Treatment for Metastatic Breast Cancer. The Oncologist, 11(4), 325–335. https://doi.org/10.1634/theoncologist.11-4-325
Fadhil, M., Harahap, W. A., & Rusnita, D. (2019). Hasil Pengobatan Adjuvan Tamoxifen pada Pasien. Www.Cdkjournal.Com, 46(12), 748–752.
Febriani, L., Farmasi, F., Padjadjaran, U., Effect, A., & Inhibitors, A. (n.d.). Review article : 16, 107–116.
IONI : Informatorium Obat Nasional Indonesia. (2014).
Olin, J. L., & St. Pierre, M. (2014). Aromatase Inhibitors in Breast Cancer Prevention. Annals of Pharmacotherapy, 48(12), 1605–1610. https://doi.org/10.1177/1060028014548416
Rahayuwati, L., Ibrahim, K., & Komariah, M. (2017). Pilihan Pengobatan Pasien Kanker Payudara Masa Kemoterapi: Studi Kasus. Jurnal Keperawatan Indonesia, 20(2), 118–127. https://doi.org/10.7454/jki.v20i2.478
Sari, S. E., Harahap, W. A., & Saputra, D. (2018). Pengaruh Faktor Risiko Terhadap Ekspresi Reseptor Estrogen Pada Penderita Kanker Payudara Di Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(4), 461. https://doi.org/10.25077/jka.v7.i4.p461-468.2018
Shabrina, A., & Iskandarsyah, A. (2019). Pengambilan Keputusan mengenai Pengobatan pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Pengobatan Tradisional. Jurnal Psikologi, 46(1), 72. https://doi.org/10.22146/jpsi.31902
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Swasti Saptowulan, Devi Maulina

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.









