Tinjauan Kebijakan Pendanaan Perubahan Iklim Di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.54957/jolas.v3i1.411Keywords:
Carbon pricing, Corporate Social Responsibilities (CSR), Climate change, Grant, Result Based Payment (RBP)Abstract
Fenomena perubahan iklim telah menimbulkan dampak negatif pada berbagai sektor, mulai dari sektor lingkungan, kesehatan, hingga perekonomian. Mengingat dampak negatif tersebut, pemerintah berupaya melakukan aksi mitigasi dan adaptasi terhadap fenomena perubahan iklim, salah satunya dengan menurunkan tingkat emisi gas rumah kaca (GRK) secara berkesinambungan. Untuk melakukan berbagai aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dalam rangka mencapai target NDC, Pemerintah Indonesia memerlukan sumber daya anggaran dalam jumlah yang sangat besar. Menurut KLHK, total kebutuhan pendanaan sejak 2018 sampai 2030 untuk upaya mitigasi dalam rangka mencapai target penurunan emisi GRK adalah sebesar USD 281 miliar atau setara dengan Rp 4.002,4 triliun apabila dikonversikan dengan kurs Rp 14.250/ USD. Sayangnya, anggaran yang mampu dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih belum bisa memenuhi semua kebutuhan pendanaan perubahan iklim tersebut. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengoptimalkan sumber pendanaan lainnya. Sumber pendanaan lainnya yang telah ada sampai dengan saat ini terdiri atas pinjaman dan hibah dari dalam dan luar negeri, kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), donor dari lembaga donor internasional, penerbitan obligasi hijau dan obligasi syariah hijau (green sukuk), maupun dengan melibatkan peran serta swasta seperti CSR. Selain itu, Pemerintah juga akan segera mengimplementasikan penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) yang terdiri atas perdagangan karbon, pungutan karbon, RBP, dan mekanisme lainnya yang disahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Harapannya, adanya berbagai alternatif mekanisme pendanaan perubahan iklim ini dapat membantu pemerintah dalam mengoptimalkan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklimnya. Dengan demikian, target penurunan emisi GRK dalam dokumen NDC juga dapat tercapai.
Climate change has caused various negative impacts on environment, health, and economic. Therefore, the government committed to reduce greenhouse gasses (GHG) through several mitigation and adaption actions. To do so, the government requires large number of financial resources. Ministry of Environment and Forestry (2021a) reported that total funding needs from 2018 to 2030 to implement mitigation and adaptation actions is about USD 281 billion or Rp 4.002,4 trillion. Unfortunately, the allocation of state budget is still unable to meet the funding needs. Hence, the government has to optimize other resources such as grant, loan, Public-Private Partnership (KPBU), and green bond or green sukuk. Besides that, the government can also involve private sectors to fund the climate change actions through Corporate Social Responsibilities (CSR). In addition, the government will also implement carbon pricing policy which consists of several mechanisms such as carbon trading, carbon tax, result based payment, and other mechanisms authorized by Minister of Environment and Forestry. It is hoped that the existence of various alternative in climate change funding mechanisms can help the government to optimize its climate change mitigation and adaptation actions. Thus, the GHG emission reduction target in the NDC document can also be achieved.
References
Arifin, Z. (2021). Mengenal Program BioCarbon Fund Initiative for Sustainable Forest Landscape (Bio CF ISFL) di Provinsi Jambi. https://bappedalitbang.kerincikab.go.id/mengenal-program-biocarbon-fund-initiative-for-sustainable-forest-landscape-bio-cf-isfl-2/
Aryawan, M., Rahyuda, I. K., & Ekawati, N. W. (2017). Pengaruh Faktor Corporate Social Responsibility (Aspek Sosial, Ekonomi, Dan Lingkungan) terhadap Citra Perusahaan. Jurnal Manajemen Unud, 6(2), 604–633.
Bank Indonesia. (2021). Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah 2021.
Bappenas. (2021). Pendanaan Ketahanan Iklim. https://lcdi-indonesia.id/dokumenpublikasipembangunanberketahananiklim/
BMKG. (2020). Tren Peningkatan Suhu di Indonesia. https://www.bmkg.go.id/iklim/?p=tren-suhu
BPDLH. (2021). Laporan Indonesia REDD+ RBP 2014-2016.
Budiarso, A. (2019). Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim : Suatu Pengantar.
Halimatussadiah, A. (2021). The Urgency of Implementing Carbon Tax in Indonesia.
Haryanto, J. T., & Ivana, N. (2015). Studi Keperdulian Sosial dan Lingkungan Perusahaan (CSR) Terhadap Perkembangan Kapitalisasi Perusahaan Sebagai Potensi Pendanaan Lingkungan Swasta di PT. Nestlé Indonesia, Tbk. Jurnal Ekonomi, 17(1997).
ICCTF. (2022). Laporan Kinerja Satker ICCTF.
Irama, A. B. (2020). Perdagangan Karbon Di Indonesia: Kajian Kelembagaan Dan Keuangan Negara. Info Artha, 4(1), 83–102. https://doi.org/10.31092/jia.v4i1.741
Kementerian Keuangan. (2019). Pendanaan Publik Untuk Pengendalian Perubahan Iklim Indonesia Tahun 2016-2018. https://climatefinancenetwork.org/wp-content/uploads/2020/04/PCF-Book_Bahasa-version.pdf
Kementerian Keuangan. (2020a). Indonesia Makin Dipercaya: Green Climate Fund Setujui REDD+ Result-Based Payment USD103,8 Juta. https://fiskal.kemenkeu.go.id/publikasi/siaran-pers-detil/93
Kementerian Keuangan. (2020b). Laporan Anggaran Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Tahun 2018-2020. https://fiskal.kemenkeu.go.id/files/buku/file/CBT-NATIONAL-2018-2020.pdf
Kementerian Keuangan. (2021). Pajak Karbon di Indonesia. 1–17.
Kementerian Keuangan. (2022). Menjadi BLU Kemenkeu, BPDLH Sediakan Fleksibilitas Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup. https://kemenkeu.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/berita-utama/Menjadi-BLU-Kemenkeu-BPDLH-Sediakan-Fleksibilitas
KLHK. (2016). First Nationally Determined Contribution (Issue November 2016). http://www4.unfccc.int/ndcregistry/PublishedDocuments/Indonesia First/First NDC Indonesia_submitted to UNFCCC Set_November 2016.pdf
KLHK. (2017). Strategi Implementasi NDC. http://ditjenppi.menlhk.go.id/reddplus/images/adminppi/dokumen/strategi_implementasi_ndc.pdf
KLHK. (2018). Indonesia Terbitkan Green Sukuk Pertama Di Dunia. http://ppid.menlhk.go.id/berita/siaran-pers/4654/indonesia-terbitkan-green-sukuk-pertama-di-dunia
KLHK. (2020). REDD+ Result Based Payment (RBP) Indonesia : Gambaran Umum dan Persiapan bagi Provinsi.
KLHK. (2021a). Indonesia Third Biennial Update Report (Vol. 1, Issue 2).
KLHK. (2021b). Updated Nationally Determined Contribution Republic of Indonesia. In United Nations Framework Convention on Climate Change.
KLHK. (2022). Enhanced Nationally Determined COntribution.
Michael, R., Raharjo, S. T., & Resnawaty, R. (2019). Unilever Indonesia Foundation CSR Program Berdasarkan Teori Triple Bottom Line. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial, 2(1), 23–31.
Muchtar, A. T., Amelia, L., Dachlan, A. N., Nur, A. I., & Bastari, G. R. (2012). Pembiayaan Perubahan Iklim di Indonesia : Pemetaan Sumber, Mekanisme Penyaluran, dan Penerima Manfaat Dana-Dana Terkait Perubahan Iklim. The Indonesian Institute Center for Public Policy Research.
Rahmi, E. (2011). Standarisasi Lingkungan (ISO 26000) sebagai Harmonisasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan Instrumen Hukum di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum, ISO26000, 1–14.
Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2011 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman Luar Negeri dan Penerimaan Hibah.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon untuk Pencapaian Target Kontribusi yang Ditetapkan secara Nasional dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca dalam Pembangunan Nasional.
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2016 tentang Pengesahan Paris Agreement to The United Nations Framework Convention on Climate Change.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. http://digilib.unila.ac.id/4949/15/BAB II.pdf
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang.
Robson, A. (2014). Australia’s Carbon Tax: An Economic Evaluation. Economic Affairs, 34(1), 35–45. Economic Affairs, 34(1), 35–45.
Rosadi, D. (2021). Potensi Kerugian Ekonomi Akibat Perubahan Iklim 3,45 Persen dari PDB. Katadata. https://katadata.co.id/doddyrosadi/berita/6123911543294/potensi-kerugian-ekonomi-akibat-perubahan-iklim-3-45-persen-dari-pdb
Sheehy, B., & Farneti, F. (2021). Corporate social responsibility, sustainability, sustainable development and corporate sustainability: What is the difference, and does it matter? Sustainability (Switzerland), 13(11). https://doi.org/10.3390/su13115965
Statista. (2023). Revenue generated by Emission Trading Systems (ETS) worldwide in 2021.
Sunaryo, S. (2013). Corporate Social Responsibility (CSR) dalam Perspektif Pembangunan Berkelanjutan. Fiat Justitia Jurnal Ilmu Hukum, 7(1), 264–267. https://doi.org/10.14710/mmh.44.1.2015.26-33
World Bank. (2020). State and Trends of Carbon Pricing 2021. https://doi.org/https://doi.org/10.1596/978-1-4648-1728-1
World Economic Forum. (2021). This is How Climate Change Could Impact the Global Economy. https://www.weforum.org/agenda/2021/06/impact-climate-change-global-gdp/
Żak, A. (2015). Triple Bottom Line Concept in Theory and Practice. Research Papers of WROCLAW University of Economics, 251–264. https://doi.org/10.15611/pn.2015.387.21
Arifin, Z. (2021). Mengenal Program BioCarbon Fund Initiative for Sustainable Forest Landscape (Bio CF ISFL) di Provinsi Jambi. https://bappedalitbang.kerincikab.go.id/mengenal-program-biocarbon-fund-initiative-for-sustainable-forest-landscape-bio-cf-isfl-2/
Aryawan, M., Rahyuda, I. K., & Ekawati, N. W. (2017). Pengaruh Faktor Corporate Social Responsibility (Aspek Sosial, Ekonomi, Dan Lingkungan) terhadap Citra Perusahaan. Jurnal Manajemen Unud, 6(2), 604–633.
Bank Indonesia. (2021). Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah 2021.
Bappenas. (2021). Pendanaan Ketahanan Iklim. https://lcdi-indonesia.id/dokumenpublikasipembangunanberketahananiklim/
BMKG. (2020). Tren Peningkatan Suhu di Indonesia. https://www.bmkg.go.id/iklim/?p=tren-suhu
BPDLH. (2021). Laporan Indonesia REDD+ RBP 2014-2016.
Budiarso, A. (2019). Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim : Suatu Pengantar.
Halimatussadiah, A. (2021). The Urgency of Implementing Carbon Tax in Indonesia.
Haryanto, J. T., & Ivana, N. (2015). Studi Keperdulian Sosial dan Lingkungan Perusahaan (CSR) Terhadap Perkembangan Kapitalisasi Perusahaan Sebagai Potensi Pendanaan Lingkungan Swasta di PT. Nestlé Indonesia, Tbk. Jurnal Ekonomi, 17(1997).
ICCTF. (2022). Laporan Kinerja Satker ICCTF.
Irama, A. B. (2020). Perdagangan Karbon Di Indonesia: Kajian Kelembagaan Dan Keuangan Negara. Info Artha, 4(1), 83–102. https://doi.org/10.31092/jia.v4i1.741
Kementerian Keuangan. (2019). Pendanaan Publik Untuk Pengendalian Perubahan Iklim Indonesia Tahun 2016-2018. https://climatefinancenetwork.org/wp-content/uploads/2020/04/PCF-Book_Bahasa-version.pdf
Kementerian Keuangan. (2020a). Indonesia Makin Dipercaya: Green Climate Fund Setujui REDD+ Result-Based Payment USD103,8 Juta. https://fiskal.kemenkeu.go.id/publikasi/siaran-pers-detil/93
Kementerian Keuangan. (2020b). Laporan Anggaran Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Tahun 2018-2020. https://fiskal.kemenkeu.go.id/files/buku/file/CBT-NATIONAL-2018-2020.pdf
Kementerian Keuangan. (2021). Pajak Karbon di Indonesia. 1–17.
Kementerian Keuangan. (2022). Menjadi BLU Kemenkeu, BPDLH Sediakan Fleksibilitas Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup. https://kemenkeu.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/berita-utama/Menjadi-BLU-Kemenkeu-BPDLH-Sediakan-Fleksibilitas
KLHK. (2016). First Nationally Determined Contribution (Issue November 2016). http://www4.unfccc.int/ndcregistry/PublishedDocuments/Indonesia First/First NDC Indonesia_submitted to UNFCCC Set_November 2016.pdf
KLHK. (2017). Strategi Implementasi NDC. http://ditjenppi.menlhk.go.id/reddplus/images/adminppi/dokumen/strategi_implementasi_ndc.pdf
KLHK. (2018). Indonesia Terbitkan Green Sukuk Pertama Di Dunia. http://ppid.menlhk.go.id/berita/siaran-pers/4654/indonesia-terbitkan-green-sukuk-pertama-di-dunia
KLHK. (2020). REDD+ Result Based Payment (RBP) Indonesia : Gambaran Umum dan Persiapan bagi Provinsi.
KLHK. (2021a). Indonesia Third Biennial Update Report (Vol. 1, Issue 2).
KLHK. (2021b). Updated Nationally Determined Contribution Republic of Indonesia. In United Nations Framework Convention on Climate Change.
KLHK. (2022). Enhanced Nationally Determined COntribution.
Michael, R., Raharjo, S. T., & Resnawaty, R. (2019). Unilever Indonesia Foundation CSR Program Berdasarkan Teori Triple Bottom Line. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial, 2(1), 23–31.
Muchtar, A. T., Amelia, L., Dachlan, A. N., Nur, A. I., & Bastari, G. R. (2012). Pembiayaan Perubahan Iklim di Indonesia : Pemetaan SUmber, Mekanisme Penyaluran, dan Penerima Manfaat Dana-Dana Terkait Perubahan Iklim. The Indonesian Institute Center for Public Policy Research.
Rahmi, E. (2011). Standarisasi Lingkungan (ISO 26000) sebagai Harmonisasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan Instrumen Hukum di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum, ISO26000, 1–14.
Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2011 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman Luar Negeri dan Penerimaan Hibah.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon untuk Pencapaian Target Kontribusi yang Ditetapkan secara Nasional dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca dalam Pembangunan Nasional.
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2016 tentang Pengesahan Paris Agreement to The United Nations Framework COnvention on Climate Change.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. http://digilib.unila.ac.id/4949/15/BAB II.pdf
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang.
Robson, A. (2014). Australia’s Carbon Tax: An Economic Evaluation. Economic Affairs, 34(1), 35–45. Economic Affairs, 34(1), 35–45.
Rosadi, D. (2021). Potensi Kerugian Ekonomi Akibat Perubahan Iklim 3,45 Persen dari PDB. Katadata. https://katadata.co.id/doddyrosadi/berita/6123911543294/potensi-kerugian-ekonomi-akibat-perubahan-iklim-3-45-persen-dari-pdb
Sheehy, B., & Farneti, F. (2021). Corporate social responsibility, sustainability, sustainable development and corporate sustainability: What is the difference, and does it matter? Sustainability (Switzerland), 13(11). https://doi.org/10.3390/su13115965
Statista. (2023). Revenue generated by Emission Trading Systems (ETS) worldwide in 2021.
Sunaryo, S. (2013). Corporate Social Responsibility (CSR) dalam Perspektif Pembangunan Berkelanjutan. Fiat Justitia Jurnal Ilmu Hukum, 7(1), 264–267. https://doi.org/10.14710/mmh.44.1.2015.26-33
World Bank. (2020). State and Trends of Carbon Pricing 2021. https://doi.org/https://doi.org/10.1596/978-1-4648-1728-1
World Economic Forum. (2021). This is How Climate Change Could Impact the Global Economy. https://www.weforum.org/agenda/2021/06/impact-climate-change-global-gdp/
Żak, A. (2015). Triple Bottom Line Concept in Theory and Practice. Research Papers of WROCLAW University of Economics, 251–264. https://doi.org/10.15611/pn.2015.387.21
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Ulfa Anggraini, Suparna Wijaya, Saiful Lathif

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








