Penilaian kualitas laporan keberlanjutan PT Bisi International, Tbk. berdasarkan standar GRI 2021
DOI:
https://doi.org/10.54957/jurnalku.v5i2.1525Kata Kunci:
Agricultural Sector, GRI, Sustainability ReportAbstrak
Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kualitas laporan keberlanjutan dapat meningkatkan nilai perusahaan. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk menganalisis kualitas laporan keberlanjutan tahun 2023 yang disajikan oleh PT BISI International, Tbk. Penelitian ini menggunakan metode analisis konten untuk mengevaluasi laporan berdasarkan standar GRI 2021. Sumber data diperoleh dari laporan keberlanjutan PT BISI International, Tbk. tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas laporan keberlanjutan PT BISI International, Tbk. masih berada di tingkat partially applied dengan nilai rata-rata 35,56%. Di samping itu, pengungkapan standar topik ekonomi (GRI 200) memperoleh nilai rata-rata terendah dibandingkan dengan pengungkapan umum, lingkungan, dan sosial dengan nilai rata-rata 29,41%. Untuk meningkatkan kualitas laporan keberlanjutan, secara umum, perusahaan sebaiknya memperluas topik materi yang diungkapkan dalam laporan, tidak hanya terbatas pada topik sektor pertanian. Perusahaan juga perlu lebih memperhatikan detail ketentuan-ketentuan dipersyaratkan dalam pedoman pelaporan keberlanjutan GRI dan mematuhinya. Penyaji harus lebih teliti dalam menyajikan data agar terhindar dari kesalahan-kesalahan penulisan. Terakhir, perusahaan perlu untuk menggunakan jasa penjaminan eksternal (external assurance) untuk meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap kebenaran informasi yang disampaikan oleh perusahaan. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi PT BISI International, Tbk., untuk meningkatkan kualitas laporan keberlanjutannya. Penelitian ini juga diharapkan dapat berkontribusi di bidang ilmiah dengan menambah literatur terkait penilaian kualitas laporan keberlanjutan perusahaan, khususnya di sektor pertanian.
Referensi
Apriwandi, & Fahria, A. A. (2022). Implementation of GRI standards in the sustainability reports of plantation sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). JFBA: Journal of Financial and Behavioural Accounting, 2(2), 24–36. https://doi.org/10.33830/jfba.v2i2.4143.2022
Eccles, R. G., & Krzus, M. P. (2010). One report: integrated reporting for a sustainable strategy. John Wiley & Sons.
Elkington, J. (1997). Cannibals with forks: The triple bottom line of twentieth century business. Capstone Publishing Limited. https://www.sdg.services/uploads/9/9/2/1/9921626/cannibalswithforks.pdf
Fitriyani, T., & Raharja, S. (2025). Apakah sustainability reporting penting bagi kinerja perusahaan? Owner, 9(1), 297–289. https://doi.org/10.33395/owner.v9i1.2584
Global Reporting Initiative. (n.d.). Our mission and history. https://www.globalreporting.org/about-gri/mission-history/
Goel, P. (2010). Triple bottom line reporting: an analytical approach for corporate sustainability. Journal of Finance, Accounting, and Management, 1, 27–42. https://doi.org/10.7685/jnau.202308016
Gray, R., Adams, C. A., & Owen, D. (2014). Accountability, social responsibility and sustainability. Pearson Education Limited. https://www.pearson.com/store/p/accountability-social-responsibility-and-sustainability-accounting-for-society-and-the-environment/GPROG_A100060879194_learnerau-availability/9780273681380
Khan, M., Serafeim, G., & Yoon, A. (2016). Corporate sustainability: first evidence on materiality. The Accounting Review, 91(6), 1697–1724. https://doi.org/https://doi.org/10.2308/accr-51383
Kuzey, C., & Uyar, A. (2017). Determinants of sustainability reporting and its impact on firm value: evidence from the emerging market of turkey. Journal of Cleaner Production, 143, 27–39. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2016.12.153
Limarwati, D., Alfiyani, Y. S. R., & Firmansyah, A. (2024). Laporan keberlanjutan: manfaat dan perkembangan standar. Jurnalku, 4(1), 101–112. https://doi.org/10.54957/jurnalku.v4i1.635
Loh, L., Thomas, T., & Wang, Y. (2017). Sustainability reporting and firm value: evidence from Singapore-Listed companies. Sustainability, 9(11), 2112. https://doi.org/10.3390/su9112112
Ozili, P. (2021). Sustainability accounting. SSRN Electronic Journal. https://doi.org/10.2139/ssrn.3803384
Peraturan OJK. (2017). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 Tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan Bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, Dan Perusahaan Publik.
Transparency International Indonesia. (2024). Corruption perception index 2023. https://ti.or.id/corruption-perceptions-index/corruption-perceptions-index-2023/
Yan, Y. (2024). The development of sustainability accounting globally [University of Windsor]. https://scholar.uwindsor.ca/major-papers/294/
Zheng, L., Balsara, N., & Huang, H. (2014). Regulatory pressure, blockholders and corporate social responsibility (CSR) disclosures in China. Social Responsibility Journal, 10(2), 226–245. https://doi.org/10.1108/SRJ-08-2012-0102
Zhong, M., Xu, R., Liao, X., & Zhang, S. (2019). Do CSR ratings converge in China? A comparison between RKS and hexun scores. Sustainability (Switzerland), 11(14), 1–20. https://doi.org/10.3390/su11143921
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Frederik Halomoan Tambunan, Amrie Firmansyah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








